Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 64


__ADS_3

Tatapan mata takjub mengiringi setiap langkah Angel begitu Ia menaikki salah satu aset milik suaminya. Sebuah alat transportasi dengan desain interior kombinasi warna hitam, putih dan merah yang terdapat satu sofa panjang serta kursi berhadapan di lengkapi satu meja di tengahnya. Kabin terkesan mewah elegan tersebut tak mampu di percayai oleh mata awam Angel. Bibir yang terus bergumam serta mata terus memperhatikan setiap sisi kabin dengan space luas tersebut mengisyaratkan sebuah rasa takjub yang tak mampu Ia percayai bisa merasakannya meskipun hanya dalam mimpi gadis sederhana seperti dirinya.


" Apa ini milikmu ?" tanya Angel pada Brandon yang sudah duduk bersandar di sebuah kursi berbalut kulit sapi dengan santainya.


" Milik Kita " singkat Brandon tersenyum menatap istrinya yang terus memutar mata tanpa henti.


" Apa Kamu seorang mafia ? " tambah Angel masih merasa takjub dan tak menyangka dengan siapa Ia telah menikah, karena yang Ia tahu hanyalah mereka saling mencintai tanpa pernah sekalipun Angel menanyakan tentang kekayaan suaminya.


" Apa Kamu gila ? Aku cuma orang biasa yang memiliki istri anak kecil sepertimu " sahut Brandon seraya menggoda Angel dengan senyum tak pernah hilang dari wajah tampan berekspresi bahagia itu.


" Sudah tahu Aku kecil masih saja di nikahi dan di buat hamil, apa Kamu seorang pedofil " gumam Angel yang tak terima di sebut sebagai anak kecil oleh suaminya.


Brandon hanya tertawa kecil sembari terus menatap wajah cantik Angel terus bergumam kesal dengan mata lebar menatap kesana-kemari seolah sedang mencari sesuatu.


" Aku tidak tahu kalau Kamu ternyata begitu kaya, jika Kamu tiada pasti Aku akan jadi seorang janda kaya raya nantinya " celetuk Angel tersenyum beriringan dengan tatapan tak percaya suami yang menyunggingkan senyum sinis.


" Semua ini milikmu Angel, tak perlu membunuhku lebih dulu. Semua yang Aku milikki tak ada artinya tanpa Kamu di sisi ku " sahut Brandon dengan begitu tulus karena perasaan terlanjur mendalam mencintai Angel yang hanya seorang pelajar SMA hingga membuatnya terlihat begitu naif menikahi gadis dengan jarak usia 10 tahun karena cinta dan takut kehilangan.

__ADS_1


Angel tersenyum bahagia mendengar perkataan tulus suaminya, Ia tak pernah perduli dengan apa yang di miliki oleh Brandon, asalkan bisa berbahagia bersama orang yang Ia sangat cintai itu sudah cukup untuk gadis berusia 17 tahun tersebut. Angel merasakan kebahagiaan seorang ratu hanya dengan di cintai oleh Brandon tanpa ingin melihat apapun kekayaan milik suaminya.


Seorang pramugari cantik berkebangsaan Rusia tersenyum hangat menghampiri Angel dan Brandon memberikan satu mangkuk besar es krim untuk Nyonya muda istri dari seorang Tuan kaya raya yang membalasnya dengan senyuman merekah. Sesuai dengan permintaan Pieter yang sengaja menyediakan es krim kesukaan Adik baru yang kini bisa lebih manja dan menganggap dirinya Kakak sepenuhnya.


" Kakak benar benar baik " gumam Angel yang bisa menebak jika Pieter yang sengaja menyiapkan es krim favoritnya.


" Sudah Aku bilang jangan panggil Dia seperti itu di depanku ! menyebalkan! " protes Brandon sinis sembari meraih secangkir kopi hitam pahit.


" Huh, dasar Tuan Muda " gerutu Angel pelan menatap suaminya tampak begitu angkuh meminum secangkir kopi dengan mata menuju ke luar jendela oval di sampingnya.


" Kenapa ? mau ngomong apa ? " tanya Brandon menyadari tatapan Angel dari tadi namun membiarkan saja istrinya terus memandangi dirinya dengan tersenyum menggigit sendok kosong.


Mendengar suara begitu tegas membuat gadis yang masih tersenyum dengan sendok kosong di mulut itu terkejut langsung menundukkan wajah sembari melahap terus es krim tanpa berani menatap kembali ke arah suaminya.


" Ish jorok " tegur Brandon melihat bibir Angel belepotan es krim.


" Apa ? Kamu mau apa ? " tanya Angel memundurkan tubuh ketika Brandon mulai beranjak dan meraih dagunya.

__ADS_1


Brandon melumat lembut es krim yang ada di bibir atas Angel dan membuat istrinya membulatkan mata terkejut, tak percaya atas perbuatan suami di depan bodyguard yang duduk pada sofa panjang samping mereka. Gadis yang masih tetap dengan mata membulat itu menutup mulutnya rapat ketika suami yang tersenyum lebar dengan satu alis naik tersebut kembali duduk.


" Apa Kamu tidak malu melakukan hal itu ?" tanya Angel jengah masih tak mempercayai sikap seenaknya Brandon selalu mencium dirinya di manapun lelaki itu mau.


" Kenapa ? iniĀ  milikku, Kamu milikku, kalaupun Aku menidurimu di sini siapa yang akan berani melarang " sahut Brandon santai sembari merasakan manisnya es krim yang Ia dapat dari bibir atas istrinya.


Istri yang tengah merasa malu dengan perlakuan suaminya tersebut menyunggingkan senyum tak percaya sembari menatap jengah Brandon yang terlihat begitu santai mengembangkan senyum di wajah.


Suara pilot yang menginformasikan jika mereka telah sampai di tempat tujuan menyadarkan Angel dari tatapan tajamnya. Tak berapa lama dua pengawal berdiri untuk siap memasang badan di depan pasangan romantis tersebut diikuti dengan empat pengawal lain di belakang mereka.


Ketika mulai menuruni jet pribadi dengan fasilitas mewah hingga tanpa terasa waktu berjalan begitu singkat juga menyenangkan tersebut, sudah ada beberapa orang menyambut Angel juga Brandon. Viena yang lebih dulu sampai untuk mengecek keamanan resort tempat mereka menginap juga sudah ada di sana menyambut kehadiran orang yang akan Ia jaga keselamatannya atas perintah Pieter. Brandon yang tak menyukai Viena karena pernah menjauhkan istrinya itu menatap jengah sambil bergumam lirih.


Iringan mobil yang siap mengantar mereka menuju penginapan kelas 1 itu menjaga ketat Tuan serta Nyonya mereka karena nyawa mereka akan menjadi taruhan dalam pekerjaannya jika sampai terjadi sedikitpun lecet pada keduanya. Pieter sengaja tak menempatkan Brandon juga Angel pada resort ataupun hotel Brandon demi mengelabui Sasmita agar tak bisa melacak keberadaan pasangan ini. Musuh yang bertebaran dimana mana siap mengintai nyawa Brandon juga Angel karena dendam pribadi akan perusahaan yang sengaja di ambil alih atau di buat bangkrut karena ketidakpuasan penguasa bisnis tersebut membuat Pieter menyediakan beberapa pengawalan ketat hanya untuk honeymoon mereka.


" Apa Kita akan selalu bersama mereka? " tanya Angel merasa tak begitu nyaman dengan adanya pengawalan seperti ini.


" Protes pada Kakakmu bukan bukan padaku " sahut Brandon sinis dengan menekankan kata Kakak.

__ADS_1


__ADS_2