Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 98


__ADS_3

Usai makan, Angel duduk bersama Pieter di ruang TV sembari menunggu Olivia yang masih membuat minuman hangat untuk semua orang di dapur.


" Apa Kakak menyukai Viena? " tanya Angel yang merasa penasaran dan mengejutkan lelaki yang duduk santai di sampingnya menikmati acara TV.


" Kenapa Kamu tanya begitu? " tanya Pieter santai menutupi rasa terkejutnya dibalik sikap tenang dan tutur kata lembutnya.


" Tidak apa apa, Aku hanya menebak saja Kak " sahut Angel mengembangkan senyum mengarahkan pandangannya pada Pieter.


" Jangan banyak berpikir, tidak baik untuk kandungan Angel " sahut Pieter tersenyum dengan tangan Ia letakkan pada ujung kepala Adiknya lembut.


Angel tak melanjutkan pertanyaannya dan memilih menonton TV bersama Kakaknya sembari kepala yang di sandarkan lelaki berbalut kaos oblong putih tersebut ke pundaknya ketika melihat Angel sudah mulai menguap. Angel memang lebih cepat merasa mengantuk ketika menonton TV dalam keadaan perut kenyang yang sudah di hapal baik oleh Pieter semenjak mereka tinggal bersama ketika Angel kabur dari rumah Brandon.


" Apa Dia sudah tidur? " tanya Olivia lirih melihat putrinya memejamkan mata di pundak Pieter dengan nyaman.


" Iya Ma " sahut Pieter lirih seakan berbisik dengan mengembangkan senyum dan perlahan mengubah posisi kepala Angel ke atas pangkuannya dengan di bantu Olivia meluruskan tubuh putrinya.


" Anak ini tidak bisa menonton TV tanpa tidur " gumam Olivia mengembangkan senyum karena bisa kembali menatap wajah lelap putrinya yang begitu terlihat sangat polos.


" Mama ambilkan bantal dulu ya " tambah Olivia yang di cegah tangannya oleh Pieter ketika wanita dengan rambut tergerai panjang itu hendak melangkah pergi.


" Tidak usah Ma, biarkan saja Dia sudah sangat nyaman " ucap Pieter membiarkan pahanya sebagai bantal bagi Adik yang langsung Ia sayangi layaknya saudara kandung ketika lelaki tersebut meminta Angel memanggilnya Kakak dan bertanggung jawab penuh atas diri Angel.

__ADS_1


" Terimakasih ya nak, Kamu sudah menyayangi Angel juga Mama seperti ini " ucap Olivia dengan mata berkaca kaca memegang ujung kepala Pieter yang menatapnya dengan senyum.


" Sama sama Ma, Aku juga terimakasih sudah diterima dan di sayangi oleh kalian berdua " sahut Pieter melingkarkan tangan pada lengan atas Olivia lalu membimbingnya bersandar pada dada bidangnya karena wanita dalam balutan daster santai itu mulai menitikkan air mata.


Meskipun Angel dan Pieter serta Olivia tak memiliki hubungan darah langsung, namun hati juga batin mereka seakan sudah terhubung satu sama lain dengan perasaan tulus di antara ketiganya tanpa mengungkit masalah hubungan darah di antara mereka. Pieter yang teramat bahagia bisa merasakan keluarga sama halnya dengan Olivia juga Angel yang merasa bahagia bisa mendapatkan seseorang dengan hati malaikat seperti Pieter dalam hidup mereka yang kelam. Seorang Kakak yang mampu melakukan apapun untuk Angel, juga seorang anak yang amat mencintai Mamanya untuk Olivia.


****


Pagi pagi, Brandon sengaja datang ke rumah Olivia karena sudah sangat merindukan istrinya dari semalam. Angel masih tertidur pulas usai semalam di gendong oleh Kakaknya untuk dipindahkan ke kamar karena merasa kasihan jika tubuh Adik yang tengah hamil itu harus tidur meringkuk di atas sofa. Atas ijin dari Olivia, Brandon menghampiri istrinya di kamar dan langsung mengembangkan senyum lelaki yang masih berdiri di tengah pintu sudah siap dengan pakaian kerjanya menatap lekat pada wajah pulas istrinya.


Lelaki yang membelai perut buncit istrinya lembut dengan duduk di atas tempat tidur sampung kepala istrinya itu mulai mengecup lembut kening Angel tanpa ingin mengganggu tidur pulas gadis yang kini Ia belai lembut pipi chubby karena berat badan yang naik beriringan dengan usia kandungan yang bertambah. Usai puas berlama lama menatap wajah istri dalam balutan selimut tebal yang memeluk kemeja kerja bau keringatnya itu, Brandon berjalan pelan keluar untuk langsung ke kantor pengacara bersama Pieter mengurus beberapa hal yang sebelumnya Ia berpesan pada mertuanya agar tak memberitahu Angel jika dirinya datang pagi ini karena tak ingin membuat istrinya merasa terkekang jika Ia terus mengunjungi serta menghubungi di kala Ia sendiri sudah mengijinkan Ibu anak anaknya untuk menginap di tempat Mama yang amat Ia cintai.


" Viena, masuklah dan sarapan lebih dulu sebelum ke kantor bersama Mama " ucap Pieter pada perempuan yang mengantar kedua sahabat itu ke depan rumah.


Pieter bersama Brandon mulai meninggalkan rumah menggunakan mobil milik Brandon yang dikemudikan oleh Pieter untuk memenuhi janji bersama pengacara yang diminta langsung oleh Brandon melakukan beberapa pekerjaan atas perusahaannya di luar negri.


" Apa ada perkembangan sekarang? " tanya Brandon yang memperhatikan sahabatnya menyapa perempuan idamannya dengan begitu lembut.


" Tanyalah pengacara nanti " sahut Pieter santai sambil terus melajukan kendaraan membelah jalanan yang mulai padat.


" Dasar bodoh, bukan itu tapi hubunganmu dengan Viena! " tegas Brandon.

__ADS_1


" Oh " singkat Pieter tak ingin menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan masalah pribadinya ketika bekerja.


" Oh? " seru lelaki yang duduk di samping Pieter dengan membuka mata lebat ke arah sahabatnya yang fokus pada jalanan.


" Apa Kau merindukan Angel? kenapa melarang untuk mengatakan kedatangan mu? " tanya Pieter mengalihkan pembicaraan.


" Hm " singkat lelaki yang masih jengkel karena tak mendapat jawaban atas pertanyaannya dan membalas dengan singkat kembali pertanyaan lelaki dengan senyum mengembang sambil terus mengemudi tahu jika sahabatnya tengah membalas dirinya.


Dengan santai serta bibir bernyanyi lirih lagu * rockbye* juga jari jari Ia mainkan di atas setir mengiringi irama musik yang Ia nyalakan pada ponsel yang terhubung pada bluetooth mobil, Pieter melajukan kendaraan beriringan dengan kepala yang digerakkan mengikuti alunan lagu membuat Brandon protes dengan kesal.


" Apa tidak ada lagu lain?! " tega lelaki yang mengamati sahabatnya dari tadi.


" Kenapa? apa Kau tidak menyukai lagu kesukaan Angel? " tanya Pieter dengan santai membulatkan mata Brandon yang tak tahu jika istrinya suka mendengarkan lagu.


" Apa Kalian sedekat itu sampai Kau tahu lagu kesukaannya?!" tegas Brandon kembali.


" Ya, bahkan kemarin Adikku tidur di pangkuanku " sahut Pieter santai dengan sengaja membuat sahabatnya cemburu dan berhasil karena langsung menghantam lengan berotot Pieter karena jengkel.


" Beraninya kalian main belakang! " geram Brandon tegas malah membuat sahabatnya tersenyum.


" Apa jangan jangan Kau mencintai istriku makanya menjadikannya Adikmu! " tegas Brandon kembali dengan nada cemburu.

__ADS_1


" Come on man, apa tidak ada kecurigaan yang lebih buruk dari itu? " sahut Pieter santai dengan senyum di wajah tampannya.


" Menyebalkan! " degus Brandon kesal mengubah posisi miring ke arah pintu dan mulai menatap ke luar jendela dengan jengah.


__ADS_2