Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 110


__ADS_3

Pieter dan Alexa masih tetap terkutung di dalam kamar mandi yang gelap tanpa satupun pencahayaan. Karena lelaki yang kini merasa panas dingin itu sengaja mematikan senter poselnya, usai merasakan tangannya menyentuh kulit pinggang gadis dengan tangan melingkar pada tengkunya.


" Alexa, apa Kamu tidak pakai apa apa sekarang? " bisik lirih Pieter dengan tubuh Alexa masih bersandar pada dinginnya dinding kamar mandi.


" Pakai, Aku hanya melepas pakaian ku saja tadi terus listrik nya padam " jelas Alexa polos.


" Bukankah itu sama saja tidak memakai apapun? " lirih Pieter.


" Pakai Kak, Aku masih pakai pakaian dalam " polos Alexa kembali, dengan segera membuat Pieter membuang napas nya kasar sambil memalingkan wajah meski dalam kegelapan.


" Haduh Alexa... " frustasi Pieter mendengar jawaban polos Alexa seakan membuatnya akan menggila.


Genset yang sudah tersambung pada listrik villa, seketika membuat villa yang tadi nya gelap gulita menjadi terang seperti sebelumnya.


Dengan menyalanya lampu kamar mandi, mata Pieter pun membulat dengan tubuh Alexa hanya mengenakan pakaian dalam begitu dekat dengan nya, dan secepat munhkin lelaki tersebut menutup paksa kedua mata nya.


" Aku keluar dulu " ucap Pieter melepas pelan kedua tangan gadis dengan tatapan heran tersebut dari tengkuknya.


" Kak, kalau Kakak berjalan menutup mata nanti bisa bisa Kakak membentur dinding " seru Alexa melihat Pieter berjalan dengan mata tertutup.


" Lalu Aku harus apa? membuka mata dan melihatmu seperti itu? " sahut Pieter masih dalam nada frustasinya.


" Biar Aku saja yang menutup mata, dengan begitu Aku tidak melihat Kakak " polos Alexa dengan cepat Pieter menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil membuang kasar napasnya lagi.


Karena tak ingin menjadi gila dengan kelakuan serta ucapan Alexa, Pieter meraih handle putar kamar mandi yang dengan cepat di hentikan oleh gadis yang masih memakai pakaian dalam berdiri di belakang Pieter.


" Apa lagi? " tanya Pieter tak ingin menoleh ke belakang.


" Tunggu, Aku lihat dulu siapa tahu Kakakku ada di dalam kamar " lirih Alexa menarik tangan Pieter dengan mata terpejam itu menyingkir dari pintu, dan mulai membuka kecil pintu kamar mandi melihat di sekitar kamar nya.


" Aman Kak " seru Alexa masih mengintip ke sekitar kamarnya mengembangkan senyum dalam frustasi Pieter.


Mata yang terus terpejam mengiringi langkah Pieter keluar kamar mandi, dan kembali membuka matanya ketika Ia sudah berada dalam ruangan kamar.


" Ah tunggu " seru Alexa berlari dan memaksa Pieter kembali menutup mata ketika Alexa sudah melewati tubuhnya lebih dulu.

__ADS_1


Gadis dengan tubuh putih seksi tersebut menuntun pelan pergelangan tangan Pieter dan memintanya menunggu di balik pintu, kembali mengintip keadaan di luar.


" Angel, susu nya berapa sendok? " terdengar suara keras Brandon dari arah dapur yang dekat dengan kamar Alexa.


Segera gadis dengan mata celingukan dari celah pintu yang terbuka sedikit itu langsung menutup kembali pintu kamarnya.


" Alexa, Aku akan keluar sekarang. Biarkan saja Brandon tahu " seru Pieter sudah tak tahan lagi dengan segala pikiran dewasa yang menguasai dirinya.


" Apa Kakak mau Aku dikirim pulang? lagian bukankah Kakak sudah sering melihatku pakai bikini, kenapa sekarang terus menutup mata? " panjang lebar Alexa menatap ke arah Pieter.


" Apa Kakak takut sekarang? bukankah punya Kakak sudah bangkit dari tadi? " polos Alexa sempat merasakan keperkasaan Pieter mengeras sewaktu tubuh mereka saling berdekatan di kamar mandi.


" Alexa, Aku laki laki normal. Wajar Dia bereaksi dalam situasi seperti ini " ucap Pieter di mengerti oleh Alexa dengan menganggukkan kepala.


Alexa yang terbiasa dengan budaya luar negri, tak sedikit pun merasa ada yang aneh dengan apa yang Ia kenakan saat ini. Justru Ia merasa heran dengan sikap Pieter, karena lelaki tersebut sering melihat dirinya hanya dalam balutan bikini dulu, namun tak bereaksi sepeeti sekarang ini.


Kembali gadis dengan tubuh membungkuk itu, membuka kecil pintu dan melihat kondisi sekitar agar lelaki di samping pintu tersebut bisa keluar tanpa ketahuan siapa pun.


" Cari apa? " tegur lelaki dengan membawa segelas susu di tangan mengejutkan Alexa.


" Apa Kamu bodoh?! cari handuk di dalam almari sana! " tegas Brandon.


" Hehehehe, Aku lupa " sahut Alexa masih cengengesan dengan kepala keluar dari pintu yang terbuka sedikit mengembangkan senyum gemas Pieter yang mendengarnya.


" Bodoh " gerutu Brandon berlalu membawa segelas susu untuk istrinya.


Masih dengan cengengesan, Alexa menutup pelan pintu kamar. Ia mulai menegakkan tubuhnya dan menoleh ke arah samping, namun tak mendapati Pieter yang sudah berdiri melipat kedua tangan di depan dada memperhatikan tingkah konyol Alexa.


Senyum mengembang dengan mata terbuka memperhatikan ke konyolan gadis kecilnya, seraya menggelengkan kepala pelan karena Alexa yang celingukan mencari kekasihnya.


" Kenapa? " tegur Pieter mengejutkan Alexa langsung mengarahkan seluruh tubuh dan pandangannya ke belakang.


" Aku pikir Kamu hilang " seru polos Alexa bernapas lega di balik pintu mengembangkan senyum makin gemas Pieter.


" Alexa, apa Kamu berusaha menggoda ku sekarang? " lirih lelaki dengan masih melipat tangan di depan dada, menatap wajah Alexa.

__ADS_1


" Tidak, Aku tidak menggoda Kakak" sahut gadis dengan setelan pakaian dalam variasi renda berwarna hitam, terdapat pengait depan menghias dada indah nan bulatnya.


" Benarkah? " tanya Pieter kembali seraya memajukan tubuhnya perlahan ke arah Alexa yang memundurkan tubuh hingga menempel pada pintu.


Tangan lelaki dalam balutan kaos santai itu mulai menarik pinggan polos Alexa, beriringan tangan kiri menyusupkan sela jari pada sisi bawah telinga gadis dengan mata tertuju kedalam mata Pieter.


" Aku tidak akan pernah melakukan apa yang Kamu harapkan, karena Aku tidak ingin merusak mu. Aku memang mencintaimu tapi Aku tidak lupa kalau Kamu Adik sahabat ku " jelas Pieter bernada lembut dengan menatap dalam mata Alexa.


" Apa karena Aku Adik sahabat mu, makanya Kamu tidak pernah menerima ku selama ini? " tanya Alexa ingin tahu alasan di balik penolakan keras Pieter selama bertahun tahun.


" Bukan, tapi karena Aku tidak suka gadis manja " jelas Pieter.


" Tapi sekarang Aku masih gadis manja yang sama " sahut Alexa menyadari jika dirinya masih selalu bersikap manja.


" Tapi sekarang Aku mencintai semua sikap manja mu, segala kekonyolan dan sifat ceria mu yang seperti anak kecil " jelas Pieter kembali.


" Kak, punya mu masih sangat keras " polos Alexa mengembangkan senyum Pieter.


" Karena Kamu yang membangunkan nya " sahut Pieter tak mampu lagi menahan diri untuk menikmati bibir Alexa dengan begitu lincah dan lembut, hingga tanpa sadar membimbing telapak tangan nya menyentuh benda kenyal milik Alexa.


Meskipun menyentuh sesuatu begitu sensitif, Ia tak menggerakan sedikitpun telapak tangannya. Suara napas memburu gadis dengan mata terpejam itu seketika menyadarkan Pieter untuk segera menghentikan semuanya.


" Kita harus hentikan ini " lirih Pieter menjauhkan sedikut wajah dan tubuhnya dari Alexa yang masih terpejam karena untuk pertama kalinya, seseorang menyentuh benda miliknya.


" Kenapa? teman temanku biasa melakukan ini dengan pacar mereka " polos Alexa.


" Tidak dengan Kita Alexa, biarkan saja mereka" jelas lelaki dengan tatapan dalam tersebut.


" Apa Kakak tidak tertarik padaku? " tanya Alexa dengan wajah murung.


" Aku tertarik, bahkan Aku sudah sangat memiliki nafsu sekarang. Kamu juga tahu milik ku sedang begitu keras saat ini, tapi Aku tidak ingin melakukan apa yang di harapkan Kakakmu. Mengertilah Alexa, Kita tidak seharusnya melakukan hal itu, biarpun Kita sama sama di besarkan dalam dunia begitu bebas di luar negri " jelas Pieter panjang lebar membuat Alexa memahami keadaan mereka.


" Baiklah " singkat Alexa lirih mendorong pelan tubuh Pieter dan berlalu.


Napas yang Ia buang kasar dengan mengusap wajahnya, mengiringi mata dengan tatapan mengikuti arah Alexa pergi. Meski tahu jika perkataan nya telah membuat Alexa kecewa, namun Ia harus melakukannya agar tak membuat gadis tersebut berharap lebih atas hubungan mereka berdua. Alexa begitu lekat dengan budaya luar dan menganggap melakukan hal tersebut adalah wajar, dimana lingkungannya memang menjadikan hubungan tersebut layak meski hanya sebatas kekasih dan bahkan harus tinggal satu atap tanpa sebuah ikatan suci.

__ADS_1


__ADS_2