
Pieter yang mengingat akan informasi tentang Kenzia Alexa Haidar, Adik kandung dari Brandon yang akan datang dari Amerika melalui orang kepercayaannya mencoba untuk memberitahu sahabat yang masih terlihat jengah dengan menatap ke arah luar jendela.
" Apa Kau tahu Alexa akan datang? " tanya Pieter sembari terus mengemudi.
" Tidak, tapi bukankah aneh kalau Dia tidak langsung datang setelah apa yang Aku lakukan " sahut Brandon dengan santai.
" Benar juga " singkat Pieter.
" Bukankah wataknya sama dengan Angel? " tambah Pieter kembali membuat sahabatnya menghela napas panjang lalu membuangnya kasar.
" Ya sama sama pembangkang dan membuatku gila " gumam Brandon mengembangkan senyum Pieter.
Alexa yang tak pernah ingin menerima apapun dari Kakaknya karena ingin berusaha sendiri dengan karirnya di Amerika seketika marah besar ketika Ia tahu jika seluruh aset Sasmita telah dipindahkan atas namanya. Hidup mewah yang diberikan Kakaknya tak pernah di terima oleh Alexa dan ingin memulai segalanya dari nol melalui tangan dan bakatnya sendiri. Sikap Adik yang selalu membuat Brandon kesal karena tak pernah mau menuruti semua perkataan ataupun menerima pemberiannya membuat Brandon sering kali marah terhadap Adiknya yang membuat hubungan mereka sedikit renggang karena adanya perbedaan pandangan dalam menjalani hidup. Brandon yang terbiasa akan kekuasaan dan harta, sementara Alexa memilih hidup sederhana tanpa bayangan keluarga bahkan tak pernah sekalipun menggunakan nama besar keluarga untuk melancarkan karirnya dalam dunia modeling yang Ia geluti sembari mengenyam pendidikan di Amerika, bahkan meski Kakaknya selalu meminta dirinya pulang untuk tinggal bersama dalam istana megah Brandon, namun Adiknya selalu menolak dengan alasan tak ingin terpenjara dalam kekuasaan dan harta Kakaknya.
Sasmita yang tahu akan watak Anak keduanya mencoba untuk membujuk agar Brandon mau mengembalikan semua yang menjadi miliknya beserta uang yang telah di bekukan oleh Brandon juga Adiyaksa. Wanita dengan gaya hidup mewah tersebut tak pernah mampu untuk hidup tanpa adanya uang serta kekuasaan yang kini hilang karena Angel dan membuatnya terus mengutuk menantunya tanpa henti juga selalu marah kepada Adiyaksa karena tak membela dirinya dan memilih mendukung semua keputusan Brandon yang dilancarkan oleh Pieter.
Sementara Angel di rumah sedang enak menikmati tayangan acara TV dengan terus makan mangga muda bersama pelayan yang Ia minta untuk menemani karena tak ingin sendirian.
" Nyonya, sebaiknya Anda istirahat " ucap Santos sopan mengingatkan Angel akan pesan suaminya.
__ADS_1
" Aku tidak ingin tidur, nanti saja kalau sudah mengantuk kembali " sahut Angel tersenyum karena sudah kehilangan rasa kantuk juga lelahnya karena segar buah mangga muda yang Ia nikmati dengan begitu nikmat.
Angel yang tak kembali ke kamar dan langsung mengupas buah mangga setelah suaminya pergi bersama Pieter lupa akan pesan Kakaknya yang meminta untuk selalu menyalakan nada ponsel karena Olivia hendak menghubungi dirinya. Ponsel dalam mode silent di kamar Brandon masih betah untuk menyala tanpa henti panggilan dari Olivia yang tak terjawab satupun.
Mata yang kembali mengantuk mengantarkan Angel terlelap di atas sofa putih panjang di depan TV setelah hampir tiga jam menikmati acara yang di putar dari beberapa chanel yang terus Ia ganti ketika salah satu acara telah usai. Santos juga pelayan yang tadi menemani Nyonya dengan tawa lepas melihat acara lawakan itu tak berani membangunkan dan memilih membiarkan calon Ibu dari dua janin kembar tersebut terlelap di atas sofa yang di selimuti oleh salah satu pelayan sebelum pergi meninggalkan Angel sendiri mengarungi mimpi.
Pukul setengah enam, Brandon juga Pieter yang sudah menyelesaikan pertemuan dengan klien lebih cepat mulai memasuki rumah dan di sambut oleh Santos di depan pintu seperti biasa ketika Ia mendengar suara kendaraan Tuan mudanya.
" Dimana istriku? " tanya Brandon pada Santos sembari melangkah masuk ke dalam rumah.
" Nyonya sedang istirahat di depan TV Tuan " sahut Santis mengejutkan Brandon.
" Apa Kalian lupa kalau Dia sedang hamil, bagaimana bisa Kalian biarkan Dia tidur di luar! "tegas Brandon berjalan cepat ke arah ruang Tv dengan diikuti Pieter juga Santos.
" Tidak masuk akal " gerutu Brandon.
Mata lelaki yang sudah menghentikan langkah di depan sofa panjang besar menatap heran pada istrinya yang terlihat begitu pulas dalam posisi tidur miring hingga membuat lelaki tersebut menghela napas panjang, namun Pieter malah tersenyum melihat Adiknya yang sederhana begitu pulas tanpa mendengar setiap gerutuan Brandon di hadapannya. Karena adanya janji dengan seseorang, Pieter terpaksa pamit tanpa menunggu Adiknya terbangun lebih dulu dan mengingatkan kembali sahabatnya agar tak memarahi Angel hanya karena hal sepele dan mengatakan jika Angel selalu tidur di depan TV ketika Ia susah untuk mengawali tidur dan tengah banyak pikiran melanda Adiknya tersebut.
Lelaki yang sudah melepas jas juga dasi serta menggulung lengan kemejanya ke atas tersebut memilih duduk di sofa single untuk menunggu istrinya terbangun tanpa ingin mengganggunya. Tangan yang Ia sandarkan di atas sandaran sofa menopang wajah yang mengembangkan senyum sembari menatap gemas ke arah wajah polos istrinya yang begitu mirip anak kecil ketika tertidur.
__ADS_1
" Bagaimana bisa Dia terlihat begitu cantik dan menggemaskan ketika tidur " gumam Brandon lirih sembari terus mengamati wajah lelap Angel dengan senyum tak henti mengembang.
Detak jantung yang lebih cepat dari biasanya membuat Brandon mengusap dada dengan mengeluarkan napas panjang dari mulutnya. Perasaan untuk Angel yang semakin hari semakin bertambah membuat dadanya terus bergemuruh ketika bersama dengan istrinya bahkan ketika hanya merindukan senyum serta candaan Angel saat Ia sedang bekerja.
" Apa Anda baik baik saja Tuan? " tanya Santos melihat Brandon yang mengusap dada ketika Ia melewati lelaki tersebut hendak keluar rumah.
" Ah tidak, Aku jatuh cinta " sahut Brandon tersenyum ke arah Santos yang mengembangkan senyum juga.
" Bukankah Nyonya terlihat cantik ketika tertidur? " goda Santos pada Tuan muda yang terlihat seperri remaja mengagumi diam diam gadis idamannya.
" Jangan menatapnya!" tegas Brandon beralih dan menutupi wajah Angel dengan tubuhnya membuat Santos tersenyum dan menggelengkan kepala dan meninggalkan Brandon juga Angel yang terkejut akan suara keras suaminya.
" Hmm sayangku " gumam Angel lirih memeluk suami yang berlutut di depan sofa menutupi wajah istrinya dengan dada bidang.
" Apa?! " seru Brandon terkejut mendengar ucapan Angel yang menenggelamkan wajah dan mulai mencium aroma tubuh sepulang kerja kesukaannya.
" Diam jangan banyak bergerak " ucap Angel terus berusaha mencium aroma tubuh menangkan dari dada bidang Brandon yang masih tak percaya akan apa yang Ia dengar dari mulut Angel ketika memeluknya.
" Kamu panggil Aku apa? " tanya Brandon lirih dan membiarkan istrinya menyusup di dadanya.
__ADS_1
" Tidak ada " singkat Angel jengah memundurkan tubuh dan mulai duduk di atas sofa meminta suaminya untuk duduk bersama agar Ia bisa lebih nyaman untuk menciumi setiap aroma menyegarkan yang amat Ia suka dibanding ketika suaminya usai mandi dan hendak berangkat kerja.
Wangi tubuh yang selalu terasa begitu menggoda dan menenangkan membuat Angel melarang suaminya untuk langsung mandi setiap kali pulang kerja sampai Ia puas mencium semua aroma maskulin nan seksi itu. Semenjak kehamilannya, Angel selalu menyimpan kemeja yang kemarin digunakan suaminya untuk jadi teman tidur ketika suaminya sedang bekerja siang hari dan membuat suaminya merasa aneh setiap kali Angel memeluk kemeja yang Ia anggap kotor tersebut dengan begitu nyaman.