
Dalam perjalanan masih saja Brandon bergidik melihat wajah istrinya sendiri, hingga memaksa untuk melepaskan kawat gigi palsu juga tanda lahir di dagunya lalu mengambil alih kemudi. Brandon tak terbiasa dengan kecepatan sedang, dan membuatnya jengkel memaksa istrinya menghentikan mobil dan menggantikannya.
" Aku merindukanmu " sendu Brandon begitu Ia menghentikan kendaraan tepat di depan rumah.
Masih duduk di balik kemudi, lelaki yang sangat ingin meluapkan kerinduan terhadap istrinya itu mencium lembut bibir gadis masih dengan wig juga kacamata tersebut. Bergegas Ia tutun dan membantu istrinya, dan memberitahukan Santos agar datang ke rumah sakit mengantar koper milik Alexa yang masih ada di kamar.
Santos terdiam di dekat pintu, melihat Tuan mudanya memegang tangan gadis dengan masker hijau juga kacamata tebal melewati dirinya begitu saja. Sama sama tak mengenali Angel, Santos masih mengamati gadis culun dan kuno tersebut masih di gandeng dengan langkah cepat Tuan mudanya.
" Bagaimana jika Nyonya tahu hal ini " gumam Santos khawatir mengamati langkah keduanya memasuki lift.
Dari dalam lift hingga keluar dan memasuki kamar, Brandon tak sekalipun melepas bibir juga tubuh istrinya. Hanya sesekali untuk mendapatkan udara segar Ia berhenti, dan melanjutkan kembali sampai tubuh Angel terhempas di atas ranjang.
Kewajiban bersama yang telah lama tak dilakukan, kembali mereka lakukan dengan lebih hangat karena kerinduan terlalu dalam mendera keduanya. Tak mau lagi melepaskan istrinya malam ini, Brandon sengaja tak kembali ke rumah sakit dan menikmati kebersamaannya dengan Angel.
" Aku bisa hamil " lirih Angel saling beradu pandang bersama suaminya dalam kelelahan.
" Aku tahu, dan Aku juga menginginkannya " tulus lelaki meletakkan tangan di pinggang istrinya.
" Bukankah Kamu bilang tidak mau punya anak sampai Aku menjadi Dokter? " tanya Angel membelai wajah tampan dengan tatapan tulus di hadapannya.
" Aku sudah memikirkannya selama ini, dan saat datang ke makam anak Kita, tiba tiba keinginan itu ada. Kamu akan tetap menjadi Dokter seperti tujuan awal Kita, tapi Aku juga menginginkan anak darimu " panjang lebar Brandon sendu, menyentak perasaan Angel ketika mendengar makam kedua anaknya.
" Jangan pergi lagi dan lanjutkan studi mu di sini, Aku tidak bisa jauh darimu. Terlalu menyakitkan menjalani hari hari tanpamu " tulus Brandon, dan melakukan kembali kewajibannya berulang.
Dalam peluh kenikmatan yang kembali bisa di raih keduanya, Brandon dan Angel tertidur bersama kebahagiaan mereka bisa kembali bersama. Niat untuk memiliki keturunan, sudah di bulatkan Brandon dengan pemikiran panjang selama perpisahan mereka. Tak peduli lagi akan Oma juga Mommy nya yang terus mencarikan pasangan hingga sekarang.
Brandon sengaja melepaskan alat pencegah kehamilan istrinya bersamaan dengan Alexa, untuk menenangkan dirinya sendiri. Bukan ingin mencurigai, tapi Ia tak mau jika istrinya sampai tergoda dan melakukan hubungan dengan bebas tanpa khawatir kehamilan. Bagaimanapun juga pergaulan di luar mungkin bisa menyeret Angel masuk ke dalam jalan salah, walau tak pernah terjadi karena kesetiaan Angel pada suaminya.
***
Pukul 07.00, Brandon sudah lebih dulu terbangun dan meminta pelayan mengirimkan makan untuk mereka usai membersihkan diri lebih dulu. Angel masih terlelap di balik selimut tebal menutupi tubuh polos dalam posisi miring.
" Morning " senyum lelaki dengan kaos hitam tersebut duduk di tepi ranjang, membelai lengan istri yang tersenyum ke arahnya dengan mata masih terasa lengket.
" Pinggangku sakit " rintih Angel mengubah posisi terlentang, di balas senyum merekah lelaki dengan mata masih menatap.
__ADS_1
" Mau lagi? " goda Brandon menggigit bibir bawah menyorotkan tatapan genit.
" Apa Kamu mau Aku duduk di kursi roda?! " jengkel Angel berusaha duduk menahan selimut tetap pada dada.
" Anggap saja itu satu tahun yang Aku lakukan dalam semalam " senyum genit terukir pada wajah segar dengan rambut masih basah.
Ujung bibir bawah di gigit oleh Angel beriringan tatapan sinis ke arah suaminya, perlahan Ia membuka selimut usai mengenakan kemeja besar miliknya.
" Hati hati " seru Brandon menahan tubuh istrinya hampir terjatuh.
" Ah, kenapa Kamu sangat buas? bahkan untuk jalan saja sangat sakit " jengkel Angel, di balas senyuman suami masih menahan tubuhnya agar tak terjatuh.
" Ini seperti pertama kali " gerutu Angel duduk di samping suaminya, merasakan tubuhnya benar benar lelah dengan pinggang sakit juga kaki tak sanggup melangkah.
" Rasanya juga sama seperti pertama kali " senyum Brandon malu malu dengan menundukkan wajah.
Angel hanya melirik wajah malu malu suaminya, dan membuatnya bergidik tak percaya. Bahkan wajah dingin juga angkuhnya, tak pantas di gunakan untuk sikap malu saat ini.
Panggilan masuk dari Alexa langsung di angkat oleh Angel, seketika terdengar omelan Adik iparnya keras hingga Angel harus menjauhkan ponsel dari telinga.
" Benarkah? apa Kakak sudah membelikan semuanya? " seketika suara jengkel Alexa berubah kebahagiaan.
" Cepat kembali " pungkas Brandon mengakhiri panggilan.
" Kamu berbohong? " polos Angel ke arah suaminya.
" Enak saja! lihatlah di depan sudah banyak perlengkapan bayi yang Aku beli!" protes Brandon.
" Ah Tuan Alexander, Anda benar benar mengesankan " senyum Angel mencubit gemas kedua sisi wajah suaminya.
" Sayang, kenapa memenuhi wajahmu dengan rambut? " polos Angel sudah memendam pertanyaan dari kemarin.
" Kenapa? tidak suka? akan Aku cukur habis " santai lelaki memegang sisi wajahnya.
" No, no, no. Seksi " goda Angel menggigit bibir bawah, mengembangkan senyum suaminya dan mengangkat ke atas pangkuan tubuh istrinya.
__ADS_1
" Benarkah? " genit Brandon menatap istrinya dalam, dibalas menaikan satu alis dengan senyum menggoda Angel.
" Apa Kamu mau membuat tanda lagi di leherku? " tanya Brandon ketika bibir istrinya menyusup di leher.
" Karena Kamu milikku " lirih Angel memberikan tanda pada suaminya yang hanya tersenyum.
" Nakal " ucap lelaki yang masih menyimpan tanda merah bekas istrinya dulu dalam ponsel, yang selalu dilihatnya ketika sangat merindukan istrinya.
Dengan tersenyum, Brandon menggendong istrinya ke kamar mandi agar membersihkan diri. Lalu turun ke bawah melihat sendiri perlengkapan bayi yang Ia minta Yudha membeli kemarin. Tanpa ingin menyinggung Pieter, Ia lebih dulu mengatakan niatnya untuk membelikan perlengkapan bayi untuk anggota baru rumahnya.
Pieter menyetujui keinginan sahabatnya yang sangat bersemangat itu, walau juga sudah menyiapkan beberapa untuk anaknya. Pieter juga tak mau menyinggung perasaan Brandon dengan menolak keinginannya. Bagaimanapun juga bayi perempuan mungil tersebut adalah bagian dari hidup sahabatnya juga.
" Tuan, bolehkah Saya bertanya? " lembut sopan Santos berhati hati pada Tuan muda yang memerintahkan untuk memindahkan perlengkapan bayi ke kamar atas.
" Apa? " santai lelaki dengan celana pendek tersebut berdiri di teras.
" Apa Nyonya tahu kalau Anda membawa perempuan lain ke rumah? itu akan menjadi masalah besar nanti " sopan Santos masih berhati hati, di balas senyum lebar menepuk pundak pria tua tersebut.
" Santai saja " senyum Brandon masih menepuk pundak Santos lirih.
" Bersiaplah menyambut keluarga baru Haidar, oke? " masih tersenyum dan berlalu pergi menyusul istrinya, meninggalkan wajah khawatir juga heran Santos.
Di dalam kamar, Angel sudah bersiap dengan pakaian juga dandanan culunnya kembali. Merias diri di hadapan cermin meja rias, Angel mengenakan wig pada rambut sudah kering miliknya. Cepat Brandon melangkah menghampiri istrinya dengan mata membulat.
" Ini di rumah, kenapa Kamu memakai ini?! bagaimana kalau Aku ingin mencium mu?! lepas! " tegas Brandon berdiri di balik tubuh istrinya.
" Aku harus terus menggunakan ini, Daddy menghubungiku jika Dia akan datang bersama keluargamu hari ini " jelas Angel menerima pesan dari mertuanya, dan meminta agar Angel tak muncul di kediaman Brandon.
" Paling tidak jangan memakai pagar besi itu! " protes keras Brandon, di balas napas kasar oleh istrinya.
Angel beranjak dari duduk dan menghadap suaminya. Meraih kedua tangan lelaki masih berdiri di balik meja rias tersebut.
" Sayang, kalau Kamu mau Kita memiliki anak jadi terima saja Aku seperti ini. Semua ini harus Aku lakukan untuk tetap bisa di dekatmu tanpa masalah apapun " tulus Angel menjelaskan, terpaksa di terima suaminya walau jengkel.
" Cium " goda Angel memajukan bibir, cepat di dorong keningnya oleh Brandon menjauh.
__ADS_1
Sambil bergidik, Tuan muda masih terlihat aneh dengan penampilan istrinya itu pergi keluar kamar seraya melangkah lebar. Angel hanya tersenyum melihat tingkah lucu suaminya sambil menggelengkan kepala. Ia menyimpan semua benda benda miliknya, termasuk pakaian dari kamar yang Ia tempati selama ini. Ia tak ingin Gaida atau Sasmita tahu jika dirinya masih bersama dengan Brandon, karena Angel sudah memahami alasan di balik sikap dingin suaminya saat berjauhan melalui penjelasan Pieter.