
Hampir tiga bulan, baik Angel ataupun Brandon tak sekalipun kembali ke rumah yang masih di tempati Alexa dan Pieter. Bahkan acara pemberian nama untuk putri pertama Alexa pun, tak di hadiri oleh sepasang suami istri yang memilih tinggal kembali di apartemen.
Setiap hari hanya bekerja dan mengantar jemput istrinya kuliah, tanpa mau perduli akan hal lain dalam hidupnya. Bermain game, menonton TV serta menghabiskan waktu hanya berdua saja.
Seakan tak peduli dengan amarah Gaida ataupun Sasmita padanya, Brandon tetap tak mau kembali ke rumah demi membangun sendiri kehidupannya bersama Angel. Di kantor pun, Brandon selalu mengerjakan segalanya bersama Darell. Tak pernah melipatkan Pieter dalam menjaga Carlos atau urusan pekerjaan, lebih meminta Pieter untuk fokus terhadap Alexa juga putrinya saja.
Semenjak sahabat juga kaki tangan pertamanya itu melakukan kelalaian, Brandon tidak mau lagi membebankan tanggung jawab besar padanya. Pieter sendiri merasakan kekecewaan Brandon, namun tak bisa melakukan apapun dan menerima saja segala sikap dingin Brandon padanya.
Hari sabtu di rumah Olivia, Brandon menghabiskan waktu bersama mertua serta istrinya juga Dio. Memang keduanya selalu pulang kerumah Olivia tiap pekan, menginap di sana dan menikmati hari libur bersama walau hanya untuk menikmati makan dan bermain saja di rumah mertuanya itu.
" Kenapa Aku bisa kalah?! Kamu curang! Aku tidak mau main lagi! " kesal Brandon bermain game di ruang tengah mertuanya bersama Angel serta memangku Dio bersama.
" Kamu yang tidak bisa bermain, kenapa Aku yang di salahkan? " protes gadis sama sama duduk di atas karpet dengan suaminya.
" Aku tidak pernah kalah, kalau bukan Kamu yang curang! " kesal kembali Brandon melempar stik playstation di hadapannya.
" Aduh, lihatlah Dia " jengkel Angel melihat suaminya bertingkah seperti anak kecil.
" Kita pergi, biarkan Dia bermain sendiri " seru Tuan muda tersebut membantu Dio berdiri dan menuntunnya pergi.
" Dasar orang gila! " gerutu kesal Angel menatap kepergian laki laki berpakaian santai tersebut pergi.
Angel merapikan semua dan memasukkan dalam almari kaca di bawah TV, lalu pergi ke dapur memotong lemon untuk dirinya. Di sana sudah ada Olivia membuatkan sup iga permintaan menantunya. Brandon selalu menginginkan berbagai masakan dari tangan mertuanya, tidak mau istrinya membantu.
" Apa kalah dan marah lagi? " senyum Olivia ke arah Angel tengah memotong beberapa lemon di dapur.
" Bukan hal baru Ma. Oh ya, apa Kakak tidak pernah pulang kemari? " sahut Angel.
__ADS_1
" Sering, terkadang Alexa juga kesini bersama Quen " sahut Olivia di angguki mengerti oleh gadis masih berdiri di sampingnya.
Aleta Quenby Finley, adalah nama dari putri pertama Alexa dan Pieter. Alexa menggunakan nama belakang suaminya untuk nama belakang putri mereka. Karena memang semenjak menikah, Alexa sudah tidak menggunakan nama Haidar di belakang namanya.
Siap dengan lemon di atas piring kecil, Angel membawanya ke teras dan menikmati sembari mengamati suaminya bersama Dio. Sejak Viena di tugaskan menjaga Carlos, Brandon lah yang selalu mengajak anak dari bodyguard kepercayaannya itu bermain.
" Berhenti memakan semua yang rasanya asam, perutmu bisa sakit " tegur Brandon melihat Angel asik menikmati lemon sambil duduk bersila di atas kursi.
" Hanya satu kali " jawab Angel menikmati lemon di balas tatapan tak percaya lelaki tengah bermain bola itu.
" Satu kali apanya?! setiap hari Kamu makan seperti itu! " kesal Brandon cerewet setiap hari akan banyak buah masam yang di makan istrinya tiap hari.
Memajukan bibir akan kecerewetan suaminya, Angel tetap menikmati dengan lahap lemon yang masih tersisa beberapa di atas piring kecil di pangkuannya.
" Papi, Aku mau mandi " rengek Dio sudah lelah.
" Siap Papi " singkat Dio di acak ujung kepalanya oleh Brandon dan berlari ke dalam rumah.
Seperginya Dio, Brandon berjalan dan duduk di samping istrinya. Kaki di luruskan ke bawah, sambil bersandar pada kursi menatap ke arah gadis di sampingnya dengan sesekali bergidik membayangkan rasa asam lemon tengah dinikmati istrinya.
Terlihat sebuah mobil memasuki halaman rumah Olivia, dan di hapalnya mobil miliknya sendiri. Tetap santai tanpa terganggu, Brandon tetap duduk tak menoleh sedikitpun. Dilihatnya Alexa turun bersama gadis kecil mengenakan bando putih besar di kepala, cepat di hampiri Angel dan berlari.
" Alexa, Aku merindukanmu " tulus Angel memeluk Adik iparnya dan meraih tubuh gadis kecil lucu dengan rok merah polkadot putih.
" Kenapa Kak Angel tidak pernah pulang? Aku merindukanmu " sendu Alexa dihadapan Kakak iparnya.
Brandon berjalan menghampiri Adiknya dan memeluk serta mencium kening Adiknya. Tetap saling merangkul, keduanya masuk ke dalam rumah dengan Angel lebih dulu menggendong keponakannya.
__ADS_1
" Bagaimana kabarmu? " tanya Brandon pada Adiknya yang melingkarkan tangan pada perutnya manja.
" Aku baik, tapi kenapa Kakak sama sekali tidak pulang? apa Kakak bertengkar dengan suamiku? " sendu Alexa bertanya.
" Tidak, Aku ingin tinggal bersama Angel di apartemen " sahut laki laki memeluk Adik manjanya.
" Kemarikan " pinta Brandon menjulurkan tangan ke arah keponakannya.
" Putri cantik Daddy sudah besar, apa Mama mu memberimu makan bayi gorila setiap hari? " seru Brandon memangku keponakan dengan tubuh gemuk, dipukul lirih oleh Alexa.
" Lihatlah wajahnya, bahkan matanya sampai tidak bisa terbuka " ucap kembali Brandon melihat pipi bulat keponakannya.
" Kak, apa Kakak bahkan tahu siapa nama anakku? " tanya Alexa, di gelengi kepala oleh Brandon.
" Dasar keterlaluan, Daddy macam apa Kamu bahkan namanya saja tidak tahu " gumam Angel sembari melangkah pergi ke dapur membuatkan minum Adik iparnya.
" Aku dengar! " jengkel Brandon menoleh ke arah istrinya.
" Suka sekali menggerutu, bukan istriku sudah Aku lempar Kamu ke laut " gumam lirih Brandon, di terrawakan Alexa.
" Kakak memang keterlaluan " ucap Alexa.
Pieter baru memasuki rumah, dan menghentikan langkahnya begitu melihat Brandon duduk di ruang tamu. Brandon sendiri sama sekali tak melihat ke arah sahabatnya itu. Ia memang memiliki watak keras dalam pekerjaannya, sekali Ia di buat kecewa maka takkan pernah ada kesempatan lagi walau Dia memenuhi permintaan Pieter untuk memberinya kesempatan.
Laki laki dengan tas bayi perlengkapan putrinya itu, melenggang masuk untuk menyapa Olivia. Alexa melihat keduanya saling tak tegur sapa hanya diam saja. Alexa sendiri pernah bertanya hal sama pada suaminy, namun tak mendapat jawaban berarti.
Pieter yang tahu jika Brandon sudah menjauh darinya, tak berani bertanya apapun mengingat dirinya hanya bawahan. Ia juga paham betul watak dan sifat sahabatnya, ketika sesuatu menyalahi maka takkan pernah ada maaf. Sifat tegas itulah yang mampu membawa Brandon menjadi seorang pemimpin dengan watak terkenal kejam selama ini, hingga membuat setiap rival nya tak pernah berani bertingkah.
__ADS_1