
**Maaf slow up, tunggu jumlah viewer sama like sama tapi engga sama juga masih banyak yang pelit like. Yang baca banyak tapi like nya gak ada setengah.
LIKE dulu ya, baru baca..makasih kak**
Menghabisi semua dalam gedung, keempatnya meledakkan gedung demham banyak orang di dalam gedung. Meskipun belum semuanya mati, Brandon sengaja memerintahkan untuk meledakkan tempat dimana beberapa anak buah Jackson dan Kenan berada.
Pergi meninggalkan gedung kini sudah menjadi makam bagi banyak orang, keempatnya pergi ketempat mereka untuk menyusun strategi baru. Sebuah strategi yang akan mereka pergunakan untuk menyerang tempat persembunyian Jackson, Kenan juga Sonya.
Kali ini Brandon tak ingin menyisakan satu lawanpun yang mungkin akan menjadi bumerang bagi hidupnya dan keluarganya. Terutama ketiga orang bengis yang bahkan akam memangsa istri juga kedua anaknya. Kedua anak yang menjadi kekuatan dirinya dalam menjalani kehidupan, selain istrinya.
Anak buah yang tadi diperintahkan unyuk memgejar Jackson, sudah berhasil menemukan tempat persembunyiannya. Namjn tak ada perintah selain mengamati tiap gerak gerik orang yang dijaga yang ketat.
"Bukankah kau sudah sepakat untuk tak menyentuh istrinya? lalu kenapa kau menempatkan anak buahmu di sana? lagipula sejak kapan kau menemukan rumah Brandon?" tanya Kenan dalam amarah.
"Aku akan memberikan bagianmu, tapi aku juga akan melihat kehancuran Brandon" santai Jackson menjawab.
"Aku juga menginginkan hal itu, tali tidak dengan menyentuh Angel!" tegas Kenan pada lelaki yang kini duduk santai menikmati wine ditangan.
"Aku orang yang bisa kau percaya" santai kembali Jackson menyunggingkan senyum sengit.
Berbincang berdua, Kenan tetap saja tak ingin jika Angel terluka walau sekecil apapun. Tak pernah mampu mendapatkan cinta dari seseorang amat setia pada suaminya, Kenan takkan sanggup melihat Angel terluka.
Walaupun jelas jika kematian Brandon akan menghancurkan sendiri hidup perempuan yang ia cintai, Kenan berharap jika dirinya akan menggantikan Brandon di sisi Angel.
Entah mengapa setiap kali ia berusaha mengusir bayangan Angel, hatinya semakin terluka dan tak bisa untuk pergi dari perasaan terlalu dalam menyerang lubuk hatinya.
Mencintai seseorang yang sulit untuk di gapai, Kenan memposisikan sakit hatinya dalam dendam semakin besar pada Brandon. Tidak pernah akan merasa puas jika tak melihat sendiri mayat Btandon dengan mata kepalanya.
Di sisi lain, Sonya memiliki rencan lain dalam dirinya. Tampak mengikuti segala siasat dari Jackson juga Kenan, Sonya ternyata telah menyiapkan rencana besar dibalik sikap diam dan menurunyq itu.
__ADS_1
Dendam akan batalnya sebuah pernikahan juga tubuh digikir anaj buah Brandon hanya karena Angel. Sonya takkan mau melepaskan Angel begitu saja sebelum ia memjaskan hati akan dendam pribadi sudah tersimpan bertahun tahun.
Sekitar pukul 01.00 dini hari, Pieter sengaja menghubungi Alexa untuk memberikan kabar akan dirinya. Ia tahu jika istrknya mungkin Alexa takkan bisa untuk tenang dan selalu kepikiran akan keselamatan dirinya.
Menemani Brandon untuk minum, Pieter mendapatkan ijin untuk menghubungi perempuan yang tetap terjaga di dalam kamar seorang diri. Quen memang selalu nyaman tidur bersama Olivia daripada dengan Alexa.
"Aku membangunkanmu?" lembut Pieter bertanya ketika sambungan telpon sudah terhubunb.
"Aku bahkan belum tidur, bagaimana keadaanmu di sana? bagaimana kakak? bagaimana Darell?" tanya beruntun Alexa dalam rasa cemas berlebih.
"Kami semua baik saja, hanya wajah kakakmu yang butuh di operasi setelah ini" ucap Pieter seraya menggoda melirik ke arah sahabatnya, mengejutkan Alexa langsung terperanjat dari tempat tidur.
"Apa maksudmu? ada apa dengan kakak? katakan sejujurnya padaku!" gelisah Alexa semakin menjadi, namun malah ditertawakan oleh lelaki tampak santai melirik sahabat berekspresi kesal terhadapnya.
"Tidak, kakakmu baik baik saja. Hanya wajah tampan kebanggaannya sudah berkurang 80%" tertawa mengejek dan menjelaskan pada istri semakin bingung.
"Ha?" tanya Alexa tidak mengerti.
" Aku juga sangat mencintaimu, kembalilah segera" gulus Alexa.
Merasa sedikit lega mendapatkan kabar dari suaminya, tak seperti Angel yang masih gelisah karena telpon ataupun pesan tak dijawab oleh suaminya. Kebiasaan menyebalkan menurut Angel, karena suaminya selalu saja memasang mode silent pada ponsel pribadi.
Paras tampan telah tergores luka hantam juga tendangan dari Jackson, menjadi bahan tawa untuk Pieter sedari tadi. Terlalu memahami jika Brandon selalu menjaga wajah tampan agar tak tergores sedikitpun.
" Berani kau kirim pada Alexa, aku bunuh kau sekarang juga!" tegas Brandon, menyunggingkan senyum santai Pieter.
"Angel akan membuangmu saat tahu wajahmu sekarang" tiba tiba terbahak, Pieter mengamati wajah lebam sahabatnya.
"Diamlah, dasar orang gila! istriku akan mencintaiku dan menerimaku apapun keadaanku" sahut Brandon kesal.
__ADS_1
"Siapa bilang aku akan menerimamu dengan wajah seperti itu?! dasar jelek!" terdengar suara tiba tiba Angel, membuat Brandon kelabakan.
"Dasar bodoh! kenapa kqu menghubunginya?!" kesal Brandon menahan suara, merqih cepat ponsel pada tangan sahabatnya.
Sengaja menyambungkan video call dengan adiknya, Pieter tidak ingin adiknya merasakan kekhawatiran. Ia tahu jika Brandon tak ingin menghubungi Angel, yang mungkin akan meminta panggilan video untuk memastikan.
"Sayang, apa kamu sudah makan?" basa basi Brandon memaksakan senyum.
"Kenapa kamu tidak menghubungiku?! aku hampir mati memikirkan keadaanmu sekaranh! bagaimana bisa wajahmu seperti itu?!" tegas Angel.
"Jangan berteriak, anak anak akan bangun karena suara petirmu itu. Perempuan tapi suara seperti petir menyambar" protes Brandon.
"Aku ingin sekali membunuhmu sekarang! menyebalkan!" sahut perempuan kini tengah berdiri di kamar.
"Menyebalkan tapi kamu selalu merindukanku" senyum Brandon memasang wajah manja.
Berbincang bersama melalui sambungan video, keduanya cukup puas melihat wajah satu sama lain. Merindukan kedua anaknya, Brandon hanya bisa melihat melalui kayar ponsel.
Masih terhubung dengan suaminya, tiba tiba terdengar pecahan kaca dari pintu yang menghubungkan kamar dengan balkon. Angel seketika berteriak terkejut, memperanjatkan suami juga kakaknya.
"Ada apa?! jawab aku!" teriak Brandon cemas, mengamati layar ponsel hanya terlihat langit langit kamar.
"Angel! jawab aku!" teriak kembali Brandon, sudah bersama Pieter mengamati layar ponsel.
"Ada yang menembak ke kamar" jelas Angel cepat dalam rasa cemas, membulatkan mata kedua orang saling menatap.
"Membungkuk dan bawa anak anak turun sekarang cepat!" perintah Brandon, langsung dilaksanakan istrinya dengan tetap mengambungkan panggilan.
"Hubungi semua pengawal di rumah sekarang!" perintah Brandon pada Pieter.
__ADS_1
Bergegas bergerak pergi dengan buru buru, Brandon kembali bersama Pieter dan memerintahkan Viena juga Darell bersama lainnya mengepung tempat Jackson.
Semua langsung bergerak cepat mengendarai kendaraan masing masing tanpa melupakan senjata mereka. Ingin melihat kondisi keluarganya, Brandon mengemudi sendiri dengan sangat cepat menuju rumah.