
" Pasti lelah sekali Dia " ucap Brandon begitu keluar dari kamar mandi melihat istrinya sudah sangat terlelap.
Lelaki dengan celana piyama panjang berwarna hitam dan membiarkan dadanya terbuka serta handuk melingkar di lehernya menahan setiap tetesan rambut yang basah itu berjalan menghampiri gadis yang sangat terlelap dengan selimut yang masih terbuka. Matanya menatap penuh rasa iba melihat kaki bengkak Angel dan meraih bantal miliknya untuk diletakkan di bawah kaki istrinya lalu menyelimuti tubuh calon ibu muda tersebut dengan selimut. Pipi yang kini terlihat chubby dengan bekas tamparan memerah juga goresan luka karena cincin Sasmita yang sengaja Ia putar mata berliannya ketika menampar seseorang itu membuat Brandon begitu merasa bersalah.
" Maafkan Aku tidak bisa melindungi mu" gumam Brandon lirih menarik tangan istrinya lalu membungkuk mencium punggung tangan seorang gadis yang begitu rela menanggung semua masalah dalam hidupnya dari awal Ia bertemu dengannya.
Luka pada wajah Angel seakan mengembalikan semua ingatan Brandon ketika gadis tersebut menangis dan memohon demi kesembuhan Ibunya. Kebaikan serta ketulusannya yang mampu meluluhkan hati Brandon hingga begitu mencintainya sampai sekarang. Setiap air mata yang keluar dari mata Angel selalu begitu terasa menyakitkan dari awal Ia bertemu gadis yang bersimpuh di bawa kaki Carlos waktu itu. Ia tak ingin melihat gadis uang sudah mencairkan kebekuan hati usai kepergian saudaranya itu kembali menangis, namun hal itu belum dapat di penuhi oleh Brandon hingga menyiksa relung hatinya.
Begitu lama Ia mengamati wajah lelap Angel dengan banyaknya pemikiran juga perasaan yang semakin besar dan memuncak untuk istrinya hingga dering telpon dari Adiyaksa menyadarkan dirinya yang langsung meraih ponsel tersebut agar tak mengganggu tidur lelap istri kecilnya.
" Yes, Dad? " jawab Brandon pada lelaki di ujung telfon tersebut.
" Apa Kamu sudah menikah? Apa Kamu akan memiliki anak? " tanya Adiyaksa langsung pada intinya tanpa ada basa basi menanyakan kabar putranya lebih dulu.
" Yes, twins Dad. Aku benar benar bahagia saat ini " ucap Brandon dengan nada penuh suka cita seraya tersenyum.
" What? twins? oh my God Brandon " sahut Adiyaksa terkejut bahagia akan mendapatkan dua cucu sekaligus.
" Kamu harus bawa Dia bertemu Daddy besok, tidak ada penolakan oke? " tambah Adiyaksa begitu penasaran akan menantu yang mampu meluluhkan hati putranya.
" Dia sedang kurang sehat, wajahnya memar karena tamparan Mami. So, maybe next time Dad " jawab Brandon menoleh ke arah istrinya dengan tatapan tak tega.
" Pantas saja jika Brandon mengusir Maminya " gumam Adiyaksa.
__ADS_1
" It's okay, Daddy yang ke sana ya? " ucap Adiyaksa ingin memastikan kondisi menantunya sendiri.
" Tapi, ada satu hal yang harus Aku beritahu lebih dulu. Dia masih sekolah dan berusia 17 tahun "
" Kamu memang gila " ucap Adiyaksa tertawa meski sebenarnya Ia sangat terkejut mendengar putranya menikahi seorang pelajar dan membuatnya hamil.
" Kita bicara lagi besok, tunggu di sana jangan kemana mana oke? " pungkas Adiyaksa.
" Oke " sahut Brandon menutup sambungan telponnya dan tidur di samping Angel.
Brandon sendiri masih tak mampu mengerti mengapa Ia begitu terpikat pada gadis kecil yang Ia nikahi bahkan membuatnya hamil di usianya yang masih terlalu kecil. Meski begitu bahagia akan kehamilan istrinya, namun beberapa resiko yang pernah Ia tanyakan pada Dokter juga tak bisa untuk Ia lepaskan dari benaknya setiap hari. Bahkan resiko kematian bagi seorang Ibu berusia di bawah 20 tahun yang melakukan persalinan selalu menjadi momok menakutkan bagi Brandon. Ia tak ingin kehilangan Angel walau hanya sebentar, apalagi membayangkan kehilangan Angel selamanya membuatnya begitu gila. Perasaan bersalah juga menghiasi relung hatinya yang semakin menjadi ketika melihat Angel mual setiap pagi juga keletihan sering mendera tubuhnya dengan cepat.
***
Pagi hari Adiyaksa sudah tiba di tempat Brandon menginap yang langsung di sambut dengan bodyguard Brandon dan mengantar Tuan besarnya ke kamar Brandon setelah lebih dulu mengetuk dan di bukakan oleh Angel yang baru selesai mandi, sementara Brandon masi terlelap di atas ranjang karena baru bisa menutup kedua matanya dini hari dengan pikiran tentang Angel begitu memenuhi kepalanya.
"Baik, terimakasih " ucap Angel pada bodyguard tersebut dan langsung pergi meninggalkan Angel bersama laki laki yang tersenyum ke arahnya.
" Silahkan masuk om, Saya akan membangunkannya lebih dulu " ucap Angel sopan ke arah laki laki yang masih tersenyum ke arahnya.
" Bukan om, tapi Daddy " seru Adiyaksa tersenyum dan mengecup lembut kening Angel.
" Cantik " tambah Adiyaksa bergumam seraya tersenyum mengamati wajah Angel yang tersenyum ke arahnya.
__ADS_1
Angel mengajak Adiyaksa masuk dan mempersilahkan mertuanya tersebut duduk di atas sofa yang berada lurus dengan tempat tidur dimana putranya masih begitu nyenyak di sana hingga membuat Adiyaksa menggelengkan kepala heran karena Brandon selalu bangun pagi untuk bekerja namun kini terlihat begitu santai dan menikmati hidupnya.
Gadis yang dengan malu malu mencoba membangunkan Brandon menggoyangkan pelan tubuh suaminya diiringi tatapan Adiyaksa tak pernah lepas untuk memandang dua sejoli beda usia di hadapannya.
" Bangunlah, ada yang menunggumu " gumam Angel lirih karena suaminya tak kunjung bangun meski Ia sudah mencobanya begitu keras.
" Bangun! " tambah Angel mengeratkan gigi demi menahan suaranya.
" Satu jam lagi " sahut Brandon menggeliat tanpa membuka mata sedikitpun mengejutkan Adiyaksa sebab yang Ia tahu putranya akan langsung mengamuk jika ada yang membangunkan tidurnya namun tidak pada Angel.
" Bangun atau Aku pergi keluar sendiri " ancam Angel lirih.
" Cium dulu " sahut Brandon menarik lengan Angel mendekat mengembangkan senyum lelaki yang masih duduk menyaksikan kelakuan putra yang membuatnya benar benar terkejut melihat Brandon tak marah sedikitpun bahkan bertingkah begitu manja.
" Dasar gila, lihatlah siapa yang datang" seru Angel mendorong kening suaminya yang sudah hampir mendekatkan wajahnya pada gadis yang lebih dulu memundurkan kepala meski tubuhnya sudah dalam dekapan kuat suaminya.
" Siapa? " lirih Brandon menatap ke Angel tanpa sedikitpun melepas pelukannya.
" Orang terpenting dalam hidupmu" sahut Angel.
" Kamu sama anak ini yang terpenting " sahut Brandon makin mendekap erat Angel yang terus mencoba melepaskan diri dengan tersenyum paksa ke arah Adiyaksa yang terus mengembangkan senyum dengan tatapan herannya.
" Apa Daddy sudah tak berarti lagi? " sahut Adiyaksa mendengar ucapan lelaki yang langsung bangkit dari tidurnya terkejut hingga membentur kepala Angel yang memukul lirih pundak suaminya sembari mengusap lembut kening yang di bentur Brandon.
__ADS_1
" Maaf, Aku tidak sengaja " seru Brandon menyesal sambil mengusap lembut kening istri yang meliriknya jengah.
Adiyaksa semakin terkejut kala mendengar anaknya meminta maaf yang tak pernah sekalipun dilontarkan oleh lelaki kasar dan arogan tersebut pada siapapun bahkan terhadap Adiyaksa sendiri. Angel meminta suaminya bergegas turun dan menghampiri Adiyaksa yang sudah menunggunya dari tadi. Lelaki yang masih sangat mengantuk tersebut memesan kopi untuk dirinya juga Adiyaksa melalui telepon sebelum Ia menghampiri lelaki yang memiliki perawakan sama dengannya itu dan menyapanya dengan begitu hangat di ikuti oleh Angel yang diminta mertuanya duduk bersama.