Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 81


__ADS_3

Dokter yang hendak masuk ke dalam ruangan Angel tidak diijinkan oleh Viena karena melihat jika ketiga orang yang ada di dalam ruangan tersebut masuk terhanyut dalam mimipi pagi ini. Viena meminta Dokter untuk kembali lagi nanti karena tak ingin membangunkan Brandon yang akan sangat marah ketika tidurnya terganggu apalagi ketika Ia sedang bersama dengan istrinya.


Tangan yang masih melingkar di perut Angel, membuatnya terbangun karena merasa sesak dan lelah tak berganti posisi dari semalam. Perlahan Ia mengubah posisinya dengan menagngkat tangan suaminya lembut. Wajah lelap Brandon yang massih melukiskan sifat arogan namun menggemaskan itu di belai lembut oleh Angel sembari tersenyum ketika menggelitik wajah suaminya menggunakan ujung rambut panjangnya hingga membuat Brandon berulang mengusap kasar wajahnya untuk menyingkirkan rabut Angel yang makin membuatnya tersenyum menahan tawa.


Angel yang masih asik menggoda suaminya tak menyadari jika Pieter juga ikut terlelap di ruangan tersebut bersama dirinya dan Brandon dari semalam. Brandon yang merasa kesal karena sesuatu yang mengganggu di wajahnya langsung membuka mata cepat sembari ingin marah namun terhenti ketika melihat wajah cantik kistrinya tersenyum di hadapan matanya.


"Jahil banget sih Kamu " gumam Brandon ketika istrinya merasa puas bisa membangunkan suaminya yang terlihat begitu kesal.


" Habisnya Kamu kalau tidur lucu mukanya Aku gemes " sahut Angel tertawa kecil di hadapan suami yang melebarkan senyum itu.


" Aku ganteng banget ya sampai Kamu kaya gitu " goda Brandon membanggakan diri dengan tersenyum kecil.


" Suami Aku emang ganteng makanya Aku suka " sahut Angel menggoda suami yang mengernyitkan alis mendengar ucapannya.


" Jijik Angel dengarnya, jangan panggil gitu " protes Brandon semakin mengembangkan senyum Angel.


Pieter yang sedari tadi mendengarkan percakapan kedua orang di atas tempat tidur dengan saling berhadapan itu ikut menyahut tanpa sedikitpun mengubah posisinya.


" Angel, Kamu kalau rayu Dia jangan kaya gitu nanti Kakak ajari " seru Pieter mengejutkan Angel juga Brandon yang mereka ingat hanya ada mereka berdua di ruangan tersebut.


" Kakak? dari kapan Kakak di situ ?" tanya Angel terkejut melihat lelaki yang menyadarkan kepala juga meluruskan kaki di sandaran tangan sofa melipat kedua tangannya di atas dada.


" Dari semalam " singkat Pieter tersenyum.

__ADS_1


Brandon kembali memejamkan matanya setelah Ia cukup terkejut dengan suara besar Pieter hingga Angel harus menekan hidung mancung suaminya agar turun dari tempat tidur. Meski menggerutu kesal karena tingkah jahit istrinya dari tadi, lelaki yang kembali bangun dan turun dari ranjang berpindah ke sofa sengan menurunkan paksa kaki Pieter tersebut tetap melebarkan senyum bisa melihat kembali keceriaan istrinya seperti sebelum kejadian kemarin.


" Pesan makan " ucap Brandon pada Pieter.


" Tuan muda, ini rumah sakit bukan restoran " sahut lelaki yang membetulkan kemeja dan duduk di samping Brandon tersebut.


" Kau kira Aku buta ? pergi keluar beli makan " ucap Brandon jengah menyandarkan diri di sandaran sofa.


" Oke " singkat Pieter keluar kamar dan menyuruh orang di luar membelikan makan untuknya juga Brandon karena Angel masih harus makan makanan rumah sakit agar cepat sehat kembali.


Ponsel Brandon yang berdering panggilan dari Sasmita langsung Ia angkat dengan mengembangkan senyum lebih dulu. Dengan tenang Ia mengangkat telpon dari wanita yang langsung marah marah terhadap putranya karena pagi pagi Ia harus mendapatkan kabar jika perusahaan atas nama dirinya telah di ubah Brandon menjadi nama Adiknya, juga semua sumber dana yang di bekukan oleh Brandon atas persetujuan dari Haidar. Koneksi yang banyak membuat Brandon juga Pieter dengan cepat dan mudah untuk melakukan semua hanya dariujung jari mereka yang membuat Sasmita benar benar marah karena tak memiliki apapun dan tak bisa berbelanja seperti kebiasaannya saat tengah marah untuk sekedar melampiaskan emosinya. Bahkan Brandon tak segan untuk memberikan saham yang telah Ia berikan pada Sasmita pada Adiknya juga mengambil kendaraan pribadi Sasmita membuat wanita tersebut murka dengan amarah ta terkendali pada putra yang hanya tersenyum mendengarkannya.


Pieter yang duduk di samping Brandon memapu mendengar teriakan kuat Samita juga ikut tersenyum bersama sahabatnya membuat Angel bingung penuh tanya. Gadis yang masih duduk di atas tempat tidur dengan menatap kedua lelaki mengembangkan senyum puas mereka di atas sofa merasa heran dan ingin tahu apa yang terjadi hingga membuat kedua orang yang menyayanginya begitu terlihat bahagia.


" Tidak ada " singkat Brandon meletakkan ponsel di atas meja lalu meregangkan ototnya dengan menarik kedua tangan ke atas.


" Hari yang begitu indah, benar kan ?" seru Brandon dengan terus meregangkan otot melirik ke arah sahabatnya yang tersenyum.


" Aneh " gumam Angel menggelengkan kepala melihat keduanya.


Viena yang masuk dengan membawakan makan untuk Brandon juga Pieter serta Dokter juga perawat mengikuti dirinya di belakang untuk memeriksa Angel serta satu petugas rumah sakit membawakan makanan untuk Angel. Brandon menunggu di samping ranjang dengan melipat kedua tangan di depan dada menunggu Dokter memeriksa istrinya dengan sangat hati hati karena begitu merinding dengan tatapan Brandon yang siap memakan dirinya begitu ada sedikit kesalahan saat memeriksa istrinya.  Usai memeriksa dan mengganti cairan infus yang di minta Brandon agar Dokter sendiri yang mengganti, mereka pamit keluar meninggalkan Angel, Viena juga kedua laki laki dengan Aura dingin tersebut di dalam ruangan.


Viena menyuapi Angel dengan perlahan sesuai permintaan Brandon yang langsung makan bersama Pieter di sofa.

__ADS_1


" Apa Kamu sudah makan ?" tanya Angel pada Viena yang duduk di kursi dekat ranjang.


" Sudah Nyonya pagi tadi " sahut Viena tersenyum dan di angguki oleh Angel.


" Kakak, apa lukamu sudah di obati ?" tanya Angel mengarah pada Pieter yang duduk bersebelahan dengan Brandon.


" Tidak perlu Angel, hanya luka gores tidak akan membunuhku " sahut Pieter santai dengan mengembangkan senyum bahagia atas perhatian Angel.


" Viena, nanti tolong bawakan obat untuk Kakak biar Aku obati luka Kakak " pinta Angel pada Viena yang menyetujui keinginann Nyonya nya membuat Brandon merasa jengkel.


" Angel, bukankah ini tidak adil ? Akmu terlalu perhatian padanya, Kamu juga memanggilnya Kakak dengan lembut. Bukankah Aku suami Kamu jadinya Kamu juga harus memanggilku dengan panggilan khusus " seru Brandon protes yang di tertawakan oleh Pieter.


" Apa Kamu mau Aku panggil Kakak juga ?" tanya Angel dengan polos.


" Apa Kamu gila ? paling tidak jangan memanggilku dengan kata Kamu " sahut Brandon melanjutkan makannya.


" Apa? Aku tidak tahu " ucap Angel tak menegrti panggilan yang cocok untuk suaminya sesuai yang diinginkan Tuan muda yang merasa iri tersebut.


" Ya panggi Aku sayang, lovely, husband, baby, hubby atau apa yang manis gitu " ucap Brandon santai seketika membuat Angel dan Pieter yang tengah makan menjadi tersedak mendengar ucapan Brandon.


" Kenapa ? apa yang salah ?" tambah Brandon jengah melihat keduanya tersedak mendengar perkataannya.


Viena mengambilkan air untuk Angel yang batuk karena tersedak begitu juga Pieter langsung meneguk air mineral di botol yang ada di meja lalu menatap aneh pada Brandon yang terlihat santai merasa tak ada yang aneh dari ucapannya dan terus melanjutkan makannya tanpa peduli tatapan Pieter ataupun Angel padanya.

__ADS_1


__ADS_2