Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 143


__ADS_3

Masih dalam balutan selimut yang sama, sepasang pengantin baru itu masih saling mendekap. Tak pernah disangka oleh Alexa jika dirinya bisa menikah dengan laki laki yang sudah bertahun tahun di cintai nya. Seakan tak ingin lagi kasih sayang suaminya terbagi, Ia memikirkan untuk meminta suaminya agar hanya selalu menjadi miliknya tanpa membagi cinta ataupun kasih sayang dengan siapapun.


" Kak, bisakah Aku memintamu untuk tak lagi dekat dan menyayangi Kak Angel seperti dulu? entah mengapa Aku selalu merasakan sakit hati jika melihat kalian bersama, bagaimanapun juga kalian tidak memiliki hubungan darah dan tidak sepantasnya kalian begitu dekat " pinta Alexa panjang lebar masih tetap meletakkan kepala pada dada bidang lelaki yang kini serasa tersambar petir akan ucapan istrinya.


" Baiklah, jika itu membuatmu senang " sahut Pieter dalam hati terluka namun tak bisa ditunjukkan.


" Terimakasih banyak Kak, Aku sangat mencintaimu " bahagia gadis dengan pelukan semakin mengerat.


" Aku juga mencintaimu " singkat Pieter menatap lurus kedepan.


Bagaimana bisa dirinya meninggalkan Adik yang amat berarti dan Ia sayangi, namun sebagai suami dirinya juga tak bisa melukai istrinya. Bagaimanapun sekarang kebahagiaan Alexa menjadi penting baginya. Ia tak ingin menyakiti Alexa, namun juga tak bisa melepas begitu saja hubungan kekeluargaan yang sudah terjalin.


Walaupun Ia membiarkan Angel tetap diam demi menjaga hati Alexa, tapi lelaki dengan hati dan pikiran kacau itu tak bisa membayangkan dirinya tanpa Adik yang sudah sangat dalam mengisi relung hatinya. Rasa kehilangan tak sanggup lagi di terima oleh perasaan yang kini amat terluka atas permintaan istrinya.


Keinginan untuk bisa berbaikan dan kembali menjadi Kakak dari seorang gadis yang terus berusaha menjauh, seakan sirna oleh keinginan Alexa begitu tiba tiba.


Sementara di bawah, Angel sudah tinggal sendiri di depan TV, usai meminta Olivia untuk beristirahat lebih dulu. Tak ada satupun kabar dari suaminya hingga sudah hampir pukul 11 malam. Tubuh lelah, mulai direbahkan di sofa sambil meringkuk tetap menikmati acara TV.


Lambat laun matanya sudah tak mampu lagi untuk terjaga, dan tanpa sadar sudah terlelap tanpa lebih dulu mengisi perut karena sengaja menunggu suaminya untuk makan bersama. TV tetap dibiarkan menyala, untuk menemani dirinya dalam ruangan luas rumah suaminya.


Terdengar pintu terbuka, dan dengan cepat seorang pelayan berlari menghampiri. Seorang laki laki dengan wajah lelah, memberikan tas kerja pada pelayan, dan berjalan sembari membuka jas yang kemudian Ia berikan juga pada pelayan beserta dasi yang lebih dulu Ia lepas.


" Apa Nyonya sudah tidur? " tanya Brandon sambil menggulung kemeja sampai lengan tanpa menghentikan langkah.


" Sudah Tuan, tapi Nyonya tertidur di depan TV menunggu Tuan " jelas sopan pelayan wanita tersebut, mempercepat langkah kaki Brandon ke arah ruang TV.


" Maaf Tuan, Nyonya juga belum makan malam karena menunggu Tuan tiba " tambah kembali pelayan yang tak pernah tidur lebih dulu sebelum Tuan mudanya tiba.

__ADS_1


" Pergilah " singkat lelaki yang kini sudah berjongkok tepat didepan wajah lelap istrinya.


" Selalu saja menyiksa diri sendiri " gumam Brandon menyibakkan sedikit rambut menutupi wajah lelap gadis sudah sangat lelap itu.


Usai mencium lembut kening Angel, dan mengangkat tubuh istri yang selalu setia menantinya pulang setiap hari itu ke kamar. Pieter yang masih terjaga, langsung membuka pintu kamar dimana Alexa sudah tertidur dari satu jam lalu.


" Kau baru tiba? " tegur Pieter melihat sahabatnya, dan hanya dibalas anggukan karena tak ingin membangunkan tidur lelap Angel.


Dengan cepat, lelaki dengan tatapan terarah pada Adiknya itu membantu untuk membuka pintu kamar. Terasa seperti sebuah benda menyayat dalam hatinya, melihat kilas wajah lelap Angel. Dia begitu merindukan gadis kecil yang sudah Ia anggap Adik itu, walaupun mereka dekat namun terasa begitu sangat jauh hingga tak mampu Ia jangkau. Terlebih usai permintaan istrinya, semakin membuat nyata jarak antara dirinya dan Adiknya.


" Mengapa Kau menghancurkan hidupku lagi Tuhan?! " batin Pieter menyandarkan diri pada dinding yang membatasi kamar Alexa dan Brandon.


Pintu kamar sahabatnya sudah tertutup, namun dirinya masih tetap berdiri di antara dinding yang membatasi kedua ruang tersebut. Seperti hatinya kini berada dalam pembatas, dimana Ia tak ingin menyakiti gadis yang dicintai juga tak ingin kehilangan Adik yang di sayangi. Seakan sebuah kehancuran sudah kembali menimpa begitu kuat dala hidupnya. Sebuah kehancuran yang tak bisa untuk di cegah ataupun dirubah.


***


" Makan dulu! semalam Kamu sudah tidak makan! " teriak laki laki yang sengaja mematikan alarm istrinya tadi pagi.


" Aku sudah sangat terlambat sayang, Aku akan makan di kantin nanti " sahut Angel sudah duduk di atas motor, dimana suaminya masih mencoba menahan.


" Love you " pungkas Angel mencium bibir suaminya dan mulai mengenakan helm.


Hanya napas kasar yang mampu Ia buang menatap ke arah istrinya sudah melaju kencang menggunakan motor. Alexa dan Pieter, baru kembali dari lari pagi dan melihat Angel mengendarai motor melewati keduanya tanpa lebih dulu berhenti.


Seorang Kakak yang sudah memperingatkan untuk tak mengendarai motor dengan cepat, hanya bisa memejamkan kilas mata dan berharap jika takkan terjadi apapun pada Adiknya di jalan.


" Kenapa Kak Angel mengebut seperti itu? " tanya Alexa menghampiri lelaki dengan kedua tangan di pinggang masih berdiri di teras bawah rumah.

__ADS_1


" Kenapa semalam Kamu biarkan Angel tidak makan?! dan Kau! Bukankah Kau Kakaknya?! kenapa Kau biarkan Dia tidur dengan perut kosong?! apa begini cara kalian memperlakukan istriku ketika Aku tak ada?! " tegur keras Brandon menatap keduanya.


" Kenapa Kakak menyalahkan Kami? Kak Angel sendiri yang tidak mau makan karena menunggumu, lagipula Kak Pieter suamiku bukan pengasuh istrimu, jadi tanggung jawab Kak Angel ada padamu " jawab Alexa membela diri dan suaminya, tak ingin terbagi sedikitpun perhatian suaminya pada yang lain.


" Mengesankan! " singkat lelaki berekspresi jengkel tersebut berlalu pergi.


Tak ingin berdebat dengan siapapun pagi ini, Pieter memaksakan senyum dan menuntun istrinya pergi ke kamar untuk membersihkan diri mereka. Sedangkan Brandon sudah menyegarkan diri dan cepat cepat bersiap ke kantor karena masih banyak urusan harus Ia selesaikan sendiri karena memberikan ijin cuti sahabatnya selama satu minggu.


Pukul 08.00 tepat, Pieter, Olivia, Adiyaksa dan Alexa sudah berkumpul di meja makan menunggu Brandon turun dan sarapan bersama.


" Tuan, sarapan sudah siap " ucap salah satu pelayan begitu Brandon turun sudah lengkap dengan pakaian kerja.


" Apa Kau pikir Aku bisa makan, jika istriku sendiri bahkan tak makan dari semalam?!" teriak jengkel Brandon ke arah pelayan dan berlalu pergi, langsung menaiki mobil yang sudah siap di depan teras.


" Ada apa dengannya? " tanya Adiyaksa melihat putranya sudah marah di pagi hari.


" Bukan hal baru Dad, setiap hari juga Kakak selalu marah " santai Alexa mengambilkan makan untuk suaminya yang hanya terdiam mematung.


" Maaf, Saya permisi pulang dulu " pamit Olivia mengkhawatirkan Angel dan ingin membuatkan makan untuk putrinya dan di antar ke sekolah.


" Ma, makanlah dulu " sopan Pieter menatap wanita cantik di hadapannya.


" Tidak nak, Mama harus segera pulang. Permisi " pungkas Olivia dengan cepat bergegas pergi tanpa menunggu jawaban lagi.


" Hanya satu orang tak makan, semua jadi hancur " gumam lirih Alexa, membuat suaminya menghela napas kasar.


" Alexa! bagaimanapun juga Dia Kakak ipar mu! " tegas Adiyaksa sudah tak memiliki selera dan memutuskan untuk pulang kembali kerumahnya sendiri.

__ADS_1


Masih terus membuang napas kasar, Pieter mencoba tersenyum pada istrinya karena tak ingin menyinggung ataupun menyakiti hati istrinya. Walau dadanya sudah sangat sesak dari semalam karena rasa amarah, tetap terus Ia tahan hingga saat ini demi menjaga perasaan Alexa yang mungkin sudah lama cemburu dengan perhatian semua orang pada Angel. Tanpa pernah disadari Alexa, jika semua orang memiliki kasih sayang juga perhatian yang sama tanpa sedikitpun membedakan antara keduanya.


__ADS_2