Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 25


__ADS_3

Usai menyelesaikan masak selama satu jam, Angel meminta ijin ke pada Santos untuk menggunakan telepon rumah untuk menguhubungi Olivia sekedar menanyakan keadaan Mama nya yang masih belum di ijinkan untuk keluar rumah sakit. Angel sendiri belum berani menemui Olivia karena memar pada wajah dan tubuh nya yang belum kunjung hilang akan semakin membuat Olivia cemas yang menimbulkan kekhawatiran dan berakibat buruk bagi jantung yang baru saja mendapatkan donor tersebut.


Setelah puas mengobrol dengan Olivia dari sambungan udara, Angel memutuskan untuk berjalan jalan mengelilingi rumah depan Brandon dengan halaman yang sangat luas sembari menunggu waktu untuk kembali membangunkan Brandon di kamar karena masih kurang setengah jam lagi dari waktu yang Brandon tentukan.


" Bagaimana dia bisa menghabiskan banyak uang hanya untuk tempat tinggal yang hanya di tempati nya bersama pelayan " gumam Angel pelan mengamati setiap sudut taman yang hingga membuat kaki nya merasa lelah berjalan.


Belum sampai ia menyusuri semua halaman rumah yang hanya mampu tenaga nya capai sedikit saja, ia memutuskan untuk kembali ke rumah dan membangunkan Brandon sebelum tuan dingin yang menyebalkan itu kembali marah karena ia yang telat membangunkan nya. Sampai nya di kamar ternyata Brandon sudah tidak ada, dan Angel melangkahkan kaki menuju kamar Brandon memastikan apakah lelaki yang tadi terlihat masih mengantuk itu sudah benar benar bangun atau hanya berpindah tempat untukĀ  melanjutkan tidur.


" Kenapa kamu sudah bangun sendiri ?" tanya Angel mendapati Brandon sudah siap dengan pakaian kerja lengkap duduk membaca surat kabar dan menikmati secangkir teh di sofa kamar pribadi nya sendiri.


" Kemarilah, ada yang mau aku berikan pada mu " seru Brandon melipat surat kabar dan meletakkan nya di meja.


Angel berjalan perlahan menghampiri Brandon yang masih duduk dengan gagah menyilangkan kaki bersandar di sofa. Angel mulai duduk di samping Brandon karena memang hanya terdapat satu sofa panjang di sana.


" Apa ?" tanya Angel ingin tahu ketika Brandon mulai meraih sebuah tas kecil di samping duduk nya.


" Buang ponsel mu dan ganti lah dengan ini " seru brandon menyerahkan tas kecil dengan ponsel baru di dalam nya.


" Apa kamu tidak bisa membeli barang yang lebih murah? bahkan aku bisa membeli motor baru dengan menjual ponsel ini " gumam Angel membuka isi tas kecil yang di berikan Brandon dan meraih kotak ponsel keluaran terbaru dengan harga yang mahal.


" Ambil lah kembali, aku tidak mau menggunakan ini, lagi pula milikku masih bisa aku gunakan " tambah Angel memasukkan kembali kotak ponsel berlambang apel tersebut dan memberikan kembali kepada Brandon.


" Angel " seru brandon menatap ke arah Angel menandakan jika ia hanya mempunyai satu pilihan yaitu menerima dan menggunakan nya.

__ADS_1


" Iya, aku ambil ini terimakasih " sahut Angel jengah setiap kali tak bisa menolak apapun dari brandon ketika mata dingin lelaki tersebut mulai menatap nya seperti sebuah pisau yang tajam.


Brandon menyunggingkan senyum menatap wajah jengah Angel dan membelai ujung kepala Angel lembut seraya berkata " Gadis kecil yang baik " yang semakin membuat Angel merasa jengkel.


" Sudah tahu aku masih kecil, kenapa kamu terus melakukan hal dewasa kepada ku " gumam Angel pelan seperti sebuah bisikan di telinga Brandon.


" Apa ?" tanya Brandon yang tak jelas mendengar gumaman Angel.


" Baguslah kalau kamu tidak dengar " gumam Angel pelan lagi membuat Brandon kemabali menajamkan mata nya.


" Turunlah dan makan " ucap Angel lebih dulu beranjak meninggalkan Brandon di kamar.


Brandon yang masih duduk di atas sofa menghela nafas panjang sembari menggelengkan kepala melihat ke arah Angel yang keluar dari kamar nya.


Lelaki yang tengah mengenakan setelan jas abu tua itu beranjak dari duduk dan menyusul Angel ke bawah untuk menikmati santapan sarapan bersama. Dengan langkah angkuh dan tangan yang ia masukkan ke dalam saku celana ia menuruni setiap anak tangga dengan iringan pelayan yang menyapa nya sopan namun tak satu pun yang di balas oleh lelaki berwajah dingin tersebut. Ia mulai menarik kursi dan duduk di meja makan menemani Angel yang sudah berada bersama Pieter.


" Bukankah sudah aku bilang aku akan memakan apa yang kamu masak " ucap Brandon ke arah meja makan dengan makanan yang berbeda dengan Angel.


" Makan lah jangan terus menggerutu tidak baik buat kesehatan mu " sahut Angel memakan nasi goreng yang hanya ia buat satu piring untuk nya.


" Tidak ! suapi aku dengan makanan milik mu " pinta Brandon menyingkirkan telur mata sapi setengah matang beserta roti bakar di hadapan nya.


Angel melirik sinis ke arah Brandon dan dengan cepat melahap nasi goreng di hadapan nya hingga mulut nya sangat penuh agar tak kembali di habiskan oleh Brandon seperti kemarin.

__ADS_1


" Kenapa malah kamu makan semua ?" teriak Brandon menatap Angel memunggungi diri nya dan melahap cepat nasi goreng tak menjawab apapun karena mulut yang penuh.


" Biar kami buatkan yang baru untuk Tuan " seru Santos yang berdiri di samping meja makan.


Tanpa menjawab perkataan Santos, Brandon beranjak pergi menghampiri Angel dan mengambil piring yang berusaha di sembunyikan Angel dari nya membuat Pieter kembali bingung dengan kelakuan kekanakan Brandon hingga membuka mulut nya lebar tak percaya.


" Kembalikan aku sangat lapar " rengek Angel menatap jengah ke arah Brandon yang melangkah menuju kursi nya untuk menikmati nasi goreng yang tersisa setengah.


" Jangan banyak menggerutu, tidak baik untuk kesehatan mu " seru Brandon mengulang kalimat Angel dan melahap makanan yang berhasil ia rebut dari gadis yang menggigit sendok kosong di mulut nya di iringi tatapan memelas menatap ke arah piring nasi goreng yang terus di lahap Brandon.


" Manusia kejam, menyebalkan, aku masih sangat lapar " gumam Angel menatap nasi goreng nya lekat.


" Buatkan lagi untuk ku, ini tidak enak " seru Brandon yang masih menginginkan lagi nasi goreng buatan Angel.


" Tidak enak tapi habis " gumam Pieter pelan di samping Brandon yang mendapat tatapan dingin dan tajam Brandon seketika.


Brandon mendorong piring kosong ke arah Angel yang duduk di samping kanan nya dan menatap tajam ke arah gadis dengan wajah ingin marah tersebut.


" Kamu tidak dengar ? buat lagi untuk ku " pinta Brandon ke arah Angel yang tak bergerak sama sekali dengan tetap menggigit sendok di mulut nya.


" Aku akan meracuni mu kali ini " seru Angel jengkel dan beranjak ke arah dapur diiringi tatapan tak percaya Pieter yang lagi lagi mendengar Angel berani mengumpat ke arah Brandon.


Dengan masih marah marah dan menggerutu kesal, Angel memulai untuk membuatkan Brandon nasi goreng di dapur.

__ADS_1


__ADS_2