
Alasan sebenarnya Gaida datang selain merindukan Alexa, adalah untuk mengurus sendiri masalah pernikahan Brandon. Gaida sengaja membawakan calon istri untuk cucu keduanya, karena kabar tentang pembatalan pernikahan Brandon dengan Sonya cukup membuatnya geram.
Sasmita yang sengaja menggunakan Gaida sebagai senjata untuk membalaskan dendam pribadinya pada Angel. Seorang Ibu yang merasa telah diperlakukan hina itu, mengarang banyak cerita dan melebih lebihkan tentang Angel.
Sebuah motor sport milik Angel sudah memasuki halaman, dan berhenti tepat di depan teras rumah Brandon. Dimana Santos juga Gaida sudah menunggu di sana. Bergegas Alexa turun dan berlari memeluk wanita tua dengan rambut pendek sampai tengkuk itu.
" Oma.... " seru manja Alexa berlari memeluk wanita dengan celana kulot panjang warna hitam juga blouse pendek krem.
" Kesayangan Oma, Kamu sudah begitu besar " senyum Gaida tak pernah bertemu dengan Alexa sudah lima tahun lamanya.
Setelah melepas helm yang diletakkan di atas tangki motor juga jaket, santai Brandon melangkahkan kaki menghampiri Oma juga Adiknya yang masih berdiri di depan pintu bersama Santos.
" Oma, bukankah usia Oma sudah terlalu tua? kenapa Oma masih melakukan perjalanan jauh? " santai lelaki yang tengah berusaha melepas sarung tangan kulit miliknya.
Langsung saja Gaida melepas pelukan dari cucu kesayangannya dan meraih telinga kiri Brandon. Menariknya seraya menyeret lelaki tinggi itu hingga membungkuk kesakitan ke dalam rumah. Alexa dan Santos hanya bisa tersenyum melihat lelaki angkuh tersebut berjalan mengiringi langkah cepat Gaida seraya membungkuk.
" Oma! berhenti menjewer telingaku! Aku sudah besar! " protes jengkel Brandon mengusap telinga yang merah.
" Jika sudah besar maka berhenti berulah dan menikah! berikan cicit pada Oma! " ucap Gaida dengan nada tegas.
" Apa Oma pikir memiliki anak itu mudah? Aku tidak mau memiliki menikah dan memiliki anak! " seru Brandon langsung mendapat tendangan di kaki oleh wanita yang masih berdiri di hadapannya.
" Sakit! " jengkel kembali Brandon memegang kakinya.
" Siapa suruh Kamu membatalkan pernikahan dan malah berkencan dengan gadis yang layak menjadi anak mu? kali ini Oma pastikan tidak ada penolakan, dan Oma akan tinggal di sini sampai Kamu menikah! " tegas Gaida mengejutkan Alexa.
" Siapa? " wajah bodoh di tunjukkan Brandon.
" Sasmita sudah menceritakan semua tentang anak kecil yang Kamu bawa ke Bali, ayolah jangan seperti anak kecil yang hanya bisa bermain. Sudah cukup Oma membiarkanmu berulah selama ini bersama Pieter, jadi hentikan sekarang " panjang lebar Gaida.
__ADS_1
" Besok tidak ada acara untuk Kalian, Kita ada makan malam bersama calon istrimu " tambah kembali Gaida.
" Terserah! Aku lelah mau tidur" pungkas Brandon berlalu pergi.
" Jangan berniat untuk kabur! " teriak Gaida menatap ke arah cucunya yang sudah berjalan menapaki anak tangga.
Tak ingin kejadian di Bali terulang lagi pada istrinya, Brandon menerima saja apa yang di putuskan Ibu dari Daddy nya. Adiyaksa sendiri sudah memperingatkan kedua anaknya untuk tak menceritakan tentang pernikahan mereka pada Gaida, karena mungkin akan membuat masalah bagi keduanya.
Adiyaksa tetap menginginkan kedua anaknya merahasiakan pernikahan mereka, sampai waktu yang tepat untuk mengungkapkan. Akan lebih baik bagi keduanya tetap merahasiakan dulu segalanya.
Dari awal pernikahannya dengan Angel, sudah lebih dulu di sampaikan oleh Pieter juga Brandon pada Olivia dan Angel. Jika Brandon tak memiliki hak untuk memilih istri sendiri, tak seperti Alexa yang diberi kebebasan menikah dengan siapapun yang Ia cintai.
Sebagai seorang pemimpin perusahaan besar, Gaida tak ingin sembarangan memilih istri untuk cucu keduanya. Masalah jodoh juga sudah di bicarakan dari awal pada Tuan muda angkuh tersebut, jika dirinya hanya bisa menuruti siapapun yang dipilih keluarga untuknya.
Selepas kepergian Brandon, Alexa juga meminta ijin ke kamar dan menghubungi suaminya mengatakan segala yang terjadi. Namun hal itu tak mengejutkan lelaki yang kini sudah sibuk dengan laptop dan pekerjaannya di dalam kamar.
Pieter sudah bisa mengerti akan apa alasan Gaida datang, dan membahasnya bersama Olivia juga Angel. Tak lupa Ia meminta Adik serta Mamanya untuk tetap mempercayai Brandon sepenuhnya.
Pagi hari Pieter sudah datang ke rumah Brandon dengan banyak dokumen yang Ia bawa. Sengaja lelaki dengan setelan kerja berwarna navy tersebut datang, karena ingin membicarakan apa yang telah di sampaikan istrinya kemarin malam.
Begitu sampai, Pieter langsung diminta Gaida untuk ke kamar Brandon, karena wanita tua tersebut tak ingin pekerjaan cucunya juga terbengkalai walau tak mengijinkannya keluar.
" Sehat? " tegur Pieter pada sahabatnya yang masih di atas tempat tidur.
Tanpa menjawab, Brandon langsung meraih dokumen yang di bawa sahabatnya dan mempelajari dengan seksama sebelum memberikan tanda tangan.
" Apa Kau akan menikahi pilihan Oma? " tanya Pieter penasaran.
" Paling tidak Aku bisa melindungi istriku sendiri, lagipula Kenan juga sudah curiga dan pasti akan cepat mencari tahu" santai Brandon tetap menujukan pandangan pada dokumen di tangannya.
__ADS_1
" Apa Kau tidak ingin menemui Angel dan mengatakannya sendiri? paling tidak akan lebih baik jika Dia tahu darimu " ucap laki laki yang sudah duduk di tepi ranjang tersebut.
" Aku tidak bisa melakukannya, Aku tahu Dia pasti terluka. Kau saja yang mengatakan semuanya, Aku tidak ingin menemuinya dan melihatnya bersedih " santai kembali lelaki yang masih mengamati dokumen tersebut.
Terdengar ketukan pintu dari arah luar kamar Brandon, dan langsung dibuka oleh Alexa yang mengetahui jika suaminya datang pagi ini. Langsung saja Pieter menghampiri istrinya, dan memeluk tubuh masih dengan piyama tersebut dengan sejenak menikmati bibir istrinya.
" Apa Kamu baru bangun? suamimu saja sudah bekerja dan Kamu malah belum mandi " ucap Pieter masih memegang pinggang istri yang melingkarkan tangan di tengkuknya.
" Aku tidak keluar rumah, jadi Aku tidak ingin mandi. Lagipula Kamu juga tidak di sini " manja Alexa di cubit hidungnya oleh Pieter.
Keduanya berjalan ke arah tempat tidur dan menghampiri Brandon, dengan Alexa yang duduk di pangkuan suaminya tetap melingkarkan satu tangan pada tengkuk lelaki tersebut.
" Jorok " gerutu lirih Brandon melirik Adiknya yang hanya tersenyum.
" Kak, apa Kakak yakin jika Kak Angel akan mengerti hal ini? Aku takut Dia akan meninggalkanmu " ucap Alexa masih di pangkuan suaminya.
" Angel sudah tahu hal ini dari awal, dan Aku sudah memberitahunya setelah Kamu menghubungi semalam. Lagipula pernikahan ini juga untuk menyelamatkan dirinya dari musuh Kakakmu " jelas Pieter panjang lebar, karena tahu Brandon takkan menjawab apapun.
" Apa Dia menangis? apa Dia menerimanya? " penasaran Alexa.
" Angel tidak akan menunjukkan kesedihannya di depan orang lain " sendu Brandon menghapal sikap istrinya.
" Ya, Kakakmu benar. Dia malah tersenyum dan pagi ini juga melakukan semuanya seperti tidak terjadi apapun walau matanya sembab " jelas Pieter, seketika menghentikan tangan Brandon yang hendak menandatangani dokumen.
" Aku tidak mengerti dengan Kak Angel, bagaimana bisa Dia bersikap seperti itu padahal Dia tahu suaminya akan menikahi orang lain. Kalau Aku jadi Kak Angel sudah pasti akan marah dan menceraikan Kakak begitu saja, lalu menghilang sejauh mungkin " panjang lebar Alexa.
" Pergi ke kamarmu sendiri! jangan mengganggu konsentrasi ku atau Aku akan bangkrut!" tegas Brandon tak ingin mendengar apapun lagi, dalam situasi yang membuatnya tak berdaya.
Semenjak kepulangannya kemarin, memang tak sekalipun Brandon menghubungi istrinya dan hanya mengirim pesan pada sahabatnya untuk menjelaskan pada Angel juga Olivia.
__ADS_1
Pieter mengajak istrinya pergi meninggalkan Brandon dan beralih ke kamar mereka sendiri, memberikan ruang pada Tuan muda tersebut mengatur sendiri perasaannya. Pieter sendiri memahami jika saat ini baik Angel ataupun Brandon sama sama tengah mencoba menguatkan diri mereka. Bagaimanapun juga Brandon takkan bisa menolah keinginan Gaida, yang sudah di sepakati dari awal sebelum Brandon pindah ke Indonesia bersama Pieter.