
Pukul 14.00 usai meeting, sengaja Brandon tak langsung kembali ke kantor dan pergi menemui Kenan di rumahnya. Walau sudah menjadi musuh bebuyutan bertahun tahun, namun Ia tak melupakan jika Kenan pernah menjadi teman terbaiknya ketika masa sekolah dulu bersama Pieter.
Permusuhan keduanya dimulai karena seorang gadis yang sangat di sukai Kenan, namun ternyata gadis tersebut malah menyukai Brandon. Meskipun saat itu Brandon tak pernah merespon gadis yang di sukai Kenan, namun tetap saja itu menjadi sebuah dendam pribadi Kenan pada Brandon.
Dari dulu Tuan muda tampan itu tak pernah tertarik pada suatu hubungan asmara, dan baru ingin menjalani ketika Ia bertemu dengan Angel. Dia hanya menjadi seorang player bersama Pieter dari mereka berusia 18 tahun.
Semenjak hari itu, Kenan terus saja berusaha menjadi pesaing Brandon dalam segala hal. Tapi sekeras apapun berusaha, Kenan selalu menjadi nomor dua usai Brandon. Sebab itu, Tuan muda kaya raya tersebut tak pernah ingin membuka status Angel pada siapapun, karena jelas sudah kalau Kenan akan semakin gencar mengejar jika tahu kalau Angel adalah istri Brandon. Apalagi saat Ia tahu jika laki laki berparas menawan tersebut amat mencintai istrinya.
Brandon tak ingin jika Kenan harus merebut Angel darinya hanya karena sebuah pembalasan dendam. Namun ternyata, diam diam Kenan sudah benar benar jatuh cinta pada Angel tanpa tahu siapa gadis yang selalu ingin Ia dapatkan itu.
Sampainya di rumah Kenan, sudah berjajar anak buah Brandon menyambut Tuan mereka. Sengaja Brandon memerintahkan pengawal menjaga tempat tinggal Kenan, karena seluruh pengawal rumah itu telah di hajar nya tanpa ampun. Bahkan satu saja tak di sisakan oleh amarah Brandon waktu itu.
" Kupikir Kau sudah di dalam tanah " santai Brandon berjalan mengantongi kedua tangan dalam saku celana menghampiri Kenan di dalam kamar.
" Sayangnya Aku mengecewakanmu " sahut laki laki yang terbaring masih dengan wajah memar.
" Tak terlalu buruk " santai kembali Brandon mengangkat dua bahu bersamaan sambil tersenyum sinis.
" Sebenarnya apa yang telah Aku lakukan sampai Kau menghancurkan wajahku? " tanya Kenan masih tak mengerti akan tindakan sadis Tuan muda angkuh tersebut.
Senyum tipis di kembangkan Brandon dan duduk di sebuah kursi samping ranjang yang sudah di sediakan oleh pengawalnya.
" Sedikit melatih otot. Kau tahu kan Aku suka melakukan hal itu? " kilah Brandon tersenyum sambil menunjukkan kepalan tangan, di balas senyum sinis Kenan.
" Kau sudah menikah?! " terkejut Kenan melihat cincin di jari manis musuh berhati dinginnya.
" Oh ayolah, kalau Aku menikah pasti sudah membuat heboh dunia ini dan bahkan membuat para wanita bunuh diri termasuk Clara " bangga Brandon menekankan kata Clara dengan senyum sinis, langsung membuat hati Kenan begitu kesal.
" Apa Kau bahkan sudah bertemu dengannya?!" tanya Kenan sinis.
__ADS_1
" Tentu, Dia terlihat lebih menggoda daripada dulu " sengaja laki laki yang memang pernah sekali bertemu dengan gadis yang telah menghancurkan hubungannya dengan Kenan.
" Ambillah, karena Aku sudah memiliki gadis lain yang Aku cintai dan akan segera memilikinya " seru percaya diri laki laki berwajah memar tersebut, seketika mengepalkan tangan Brandon karena tahu siapa yang Ia maksud.
" Apa Kau tak ingin tahu siapa? Dia adalah gadis seksi yang bersamamu di puncak " tambah kembali Kenan, makin membuat geram Brandon namun tetap berusaha tenang.
" Bagaimana Kau tahu jika Dia seksi? bahkan Kau tak pernah melihat tubuhnya " coba Brandon memancing karena sangat ingin tahu bagaimana cara Kenan melecehkan istrinya, dan menjadi satu alasan Ia mendatangi Kenan saat ini.
" Kau tahu takkan ada satu perempuan pun berani menolak ku, bahkan Aku sudah menikmati tubuh mulus juga dada menggodanya " kilah Kenan, membuat darah Brandon seketika mendidih.
" Cepat mati " pungkas Brandon berlalu pergi memasang senyum dan berjalan begitu angkuh seperti biasa, meski rasa amarah begitu kuat menguasai.
" Dia memang berbeda, orang pasti mengatakan cepat sembuh tapi Dia malah mengatakan cepat mati " senyum Kenan menggelengkan kepala menatap kepergian Brandon.
Rasa penasaran masih membuatnya tak pernah benar benar tenang, walau sudah menghajar Kenan. Ia berusaha mencari tahu bagaimana cara Kenan menyentuh istrinya.
Meski Kenan mengatakan jika telah menikmati tubuh Angel, namun laki laki yang kini sudah mengemudi dengan kecepatan penuh itu yakin jika istrinya tak melakukan hubungan lebih. Karena saat kejadian itu, Angel tengah datang bulan.
CCTV yang berada di parkiran tersebut, jelas menunjukkan jika Kenan mengikuti Angel ke kamar mandi yang berada tak jauh dari tempat parkir.
Sementara Angel yang tengah bermain bersama Dio, langsung menghampiri mobil sport yang sudah memasuki halaman rumah Mamanya.
" Bukankah Kamu akan pulang sore? " tanya Angel begitu suaminya turun dari mobil.
Viena, Dio juga Olivia menyapa Brandon dan memaksa Tuan muda penuh sesak dalam dada itu tersenyum, lalu membawa istrinya ke kamar. Tak ingin membuat mertuanya curiga, Brandon sengaja menyembunyikan perasaan sesungguhnya.
Sampainya di kamar tanpa satu patah katapun terucap, Brandon langsung menyandarkan tubuh Angel ke dinding lalu mencoba mencari tahu apa saja yang telah terjamah oleh Kenan, hingga membuatnya begitu bangga penuh keyakinan.
" Sayang, Aku masih datang bulan " lirih Angel mengingatkan ketikan tangan tak henti menyentuh.
__ADS_1
" Aku hanya merindukanmu " kilah Brandon perlahan melepas kancing jumpsuit istrinya dengan bibir tanpa henti mencium leher hingga turun ke dada.
Merasakan hal itu membelalakkan mata Angel yang teringat akan apa yang terjadi di kamar mandi sekolah.
" Hentikan tolong " sendu Angel terpejam kedua matanya beriringan dengan bulir air mata mengalir.
Napasnya begitu terengah bercampur memori yang kembali menghampiri. Sebuah kejadian yang masih membuatnya merasa takut hingga saat ini. Kejadian itu juga membuatnya merasa bersalah pada suaminya. Tanpa Ia sadari kejadian hari itu menyisakan trauma pada dirinya, hingga langsung histeris mendorong tubuh yang tak disadari jika itu suaminya.
" Angel " sendu Brandon menatap istrinya yang menangis dengan tubuh terduduk di lantai.
Tangisnya tak berhenti sembari menekan kedua baju yang Ia satukan dengan tangan. Melihat istrinya seperti itu, Brandon tak kuasa menahan perasaan sakit dan teriris dalam hatinya.
" Benar benar terkutuk Kau Kenan! "batin Brandon geram.
Kedua lutut mulai Ia tekuk di atas lantai tepat di hadapan istrinya yang masih menangis tanpa sedikitpun membuka mata.
" Sayang tenanglah, ini Aku. Buka matamu dan lihat ini Aku " coba Brandon membuat tenang istrinya dengan memegang kedua sisi wajah gadis dengan mata terpejam kuat dalam isakan tangis tersebut.
Mendengar suara begitu dikenal langsung menyadarkan Angel dan memeluk erat laki laki di hadapannya.
" Maaf, maafkan Aku sudah mengkhianatimu " tangis Angel menyesal, dan terus coba di tenangkan Brandon.
" Tidak, jangan katakan itu. Kamu tidak melakukan apapun, Kamu tidak mengkhianati ku " tulus lirih Brandon mengusap punggung istrinya.
" Kenan.. " seru Angel terpotong oleh ucapan Brandon yang tak ingin mendengar karena sudah tahu sendiri apa yang terjadi.
" Sudah, Aku sudah tahu semuanya dan Aku juga sudah memberinya pelajaran. Maafkan Aku tidak bisa melindungi mu, Aku janji takkan ada yang bisa menyentuh atau menyakitimu lagi " panjang lebar Brandon tulus, mengejutkan Angel dan semakin terisak.
Laki laki dengan hati terluka melihat keadaan istrinya itu mengetahui betul, jika istrinya sudah mencoba menolak Kenan melalui CCTV yang Ia cermati berulang kali.
__ADS_1
Angel yang tak tahu jika Kenan akan mengikutinya, sengaja berlari ke kamar mandi untuk menghindar dan mengunci rapat pintu. Namun ternyata kecepatan Kenan yang berbalut amarah mamou mencegah pintu yang hampir terkunci, dan mendorongnya kuat hingga terjadi sebuah hal yang membuat Angel merasa takut ketika teringat.