
" Apa Kamu memikirkan sesuatu? " tanya Angel ketika mereka sudah membersihkan diri bersama dan mengganti pakaian.
" Tidak, kenapa? " kilah Brandon yang memang tengah berpikir cara menghadapi keluarganya juga keluarga Sonya tanpa harus melibatkan istri dan calon anaknya.
" Memang wajahmu sudah seperti itu dari lahir ya " seru Angel tertawa melihat wajah dingin dan diam suaminya dari kaca tempatnya mengeringkan rambut.
" Apa Kamu bilang? " sahut Brandon berhenti mengancing kemeja dan menyusupkan wajah ke leher samping Angel lalu menciuminya hingga Angel merasa geli.
" Sepertinya hukumanku belum cukup " tambah Brandon terus menggoda Angel yang menaikkan pundak karena geli.
" Hentikan, Kita akan terlambat ke Dokter nanti " seru Angel sudah tak mampu menahan geli hingga merinding akan tingkah suaminya.
Brandon tersenyum lalu mengangkat wajahnya dari leher istrinya kembali mengancing kemeja hitam yang Ia kenakan. Usai bersiap mereka pergi bersama menuruni anak tangga untuk bergegas ke rumah sakit menemui dokter kandungan bersama Yudha atas permintaan Angel yang tak mau menggunakan mobil suaminya karena kecepatan mobil sport tersebut selalu membuat dirinya takut ketika Brandon mulai mengemudi dengan cepat.
Dalam perjalanan Brandon terus saja memeluk tubuh Angel yang Ia sandarkan pada dada bidang miliknya seraya tangan mengusap lembut perut yang masih rata itu.
" Menurutmu Dia laki laki atau perempuan? " tanya Brandon mengusap lembut hasil cinta mereka di dalam perut gadis yang mengenakan dress tosca tersebut.
" Apa saja yang terpenting tidak memilik sifat sepertimu " sahut Angel datar.
Lelaki dengan balutan kemeja hitam lengan pendek serta celana krem tersebut membulatkan mata meraih kepala istrinya dan mencium lembut bibir yang terus mengatainya dari tadi.
" Jangan pakai ini " protes Brandon mengusap bibirnya yang terkena lipgloss dari atas bibir merah alami istrinya.
Tangannya langsung meraih tisu untuk membersihkan bibirnya dan bibir istrinya dari sapuan lipgloss karena merasa tak nyaman setiap kali mencium Angel dengan adanya lipstik atau lipgloss menghiasi bibir lembut istrinya. Dengan menatap jengah, Angel membiarkan suami yang terus menggerutu itu menghapus semua pulasan di atas bibirnya.
Sekitar tiga puluh menit, Yudha telah memasuki area rumah sakit yang bahkan lebih mirip apartemen karena desain mewahnya. Yudha membantu majikannya untuk turun yang dengan angkuh Brandon menuntun tangan Angel memasuki rumah sakit. Pegawai rumah sakit yang menyambut Brandon dan Angel membuat gadis berkulit putih susu tersebut merasa aneh dan segan karena tingkah sopan serta hormat seluruh pegawai rumah sakit yang dengan sengaja diperintahkan menyambut kehadiran Brandon siang ini.
__ADS_1
" Apa ini milikmu? " bisik Angel lirih menarik telinga suaminya mendekat ketika mereka berjalan mengikuti seorang perawat yang mengantarkan ke ruang pemeriksaan kandungan.
" Bukan, Aku hanya memiliki saham di sini " sahut Brandon santai dengan mengirim pesan pada Pieter menggunakan ponsel hitam ditangan nya.
" Oh " sahut Angel menganggukkan kepala berulang sembari mata mata terus mengamati setiap sudut rumah sakit bertaraf internasional yang belum pernah Ia masuki sebelumnya.
Seorang perawat yang tengah mengantar mereka menghentikan langkah kaki tepat di sebuah ruangan dengan pintu sudah terbuka lebar dan seorang dokter perempuan tinggi dan cantik menyambut kehadiran mereka berdua yang telah lebih dulu Brandon meminta kepala rumah sakit menyiapkan Dokter spesialis kandungan terbaik untuk menangani istri dan calon anaknya yang tak lupa Ia meminta agar perempuan karena tak ingi ada pria lain menyentuh bagian tubuh Angel.
Dr. Sandra Aurora itulah nama dari Dokter cantik yang terus menyunggingkan senyum manis ke arah Brandon dan Angel. Ia adalah salah satu dokter ahli kandungan terbaik di seluruh Kota. Wanita cantik dengan balutan jas putih tersebut mulai menimbang berat badan Angel lalu meminta gadis dengan malu malu tersebut naik ke atas ranjang untuk melakukan pemeriksaan bersama suami yang setia menemaninya. Beberapa pemeriksaan Ia lakukan dari tekanan darah hingga USG yang membuat jantung kedua insan yang saling menatap tersebut tersenyum bahagia.
Usai pemeriksaan Dokter menjelaskan jika Angel juga janinnya dalam kondisi sehat dan boleh melakukan perjalanan dengan syarat tidak terlalu lelah serta rutin mengkonsumsi vitamin yang di resep kan dan dengan cepat seorang perawat membawakan obat tersebut untuk penguasa kerajaan bisnis yang duduk dengan gagah di depan Dokter seraya menggenggam tangan Angel.
Setelah melakukan semuanya, mereka keluar bersama perawat dan Dokter mengantar hingga depan yang sudah di tunggu Yudha tepat di depan rumah sakit.
" Apa Aku boleh mengajak Mama untuk liburan? " tanya Angel polos pada Brandon begitu mereka sudah berada di dalam mobil.
" Tapi Mama pasti merasa bahagia kalau ikut bersama Kita " seru Angel sedih mengingat jika dirinya dan Olivia sama sekali tak pernah melakukan perjalanan liburan karena kondisi ekonomi mereka yang sulit.
" Baiklah lain kali Kita akan berlibur bersama " sahut Brandon mengelus ujung kepala Angel ketika istrinya mulai memasang wajah sedih.
" Benarkah? terimakasih banyak " sahut Angel bahagia memeluk suami yang tersenyum di sampingnya.
Yudha mengantar mereka langsung ke bandara karena Pieter sudah menunggu mereka di sana. Ia sengaja mengatur perjalanan dengan jet pribadi Brandon demi kenyamanan yang sudah Ia sertakan beberapa bodyguard untuk menemani dan menjaga keselamatan mereka.
Pieter terus memantau rencana Sasmita akan pernikahan Brandon dengan mata matanya, bahkan menginformasikan semua pergerakan Sasmita bersama Sonya dan kedua orangtuanya pada Brandon melalui pesan chat agar tak sampai di ketahui oleh Angel. Semua siasat sudah di persiapkan oleh Brandon dan juga Pieter atas bantuan Santos ketika semua sudah tiba di kediaman Brandon yang diperkirakan tiba esok malam.
Angel dan Brandon sudah tiba di bandara dengan Pieter menyambut mereka dengan senyum lebar ketika mendapati Angel dengan wajah cantik memancarkan aura kebahagiaan sembari melingkarkan tangan di lengan suami yang berjalan dengan angkuh dari kejauhan.
__ADS_1
" Kakak " seru Angel seraya berteriak berlari menghampiri Pieter meninggalkan Brandon dengan tatapan tak percaya.
" Hey kenapa lari lari, ingat Kamu sedang hamil " seru Pieter dengan nada khawatir kearah Angel yang tertawa di depannya.
" Aku bahagia, sangat bahagia " sahut Angel dengan tawanya yang polos.
" Dasar anak kecil " ucap Pieter hendak memeluk Angel dan dengan cepat Brandon berdiri menghadang di antara mereka memasang tatapan sinis sambil melipat kedua tangan di depan dada.
" Apa? " tegas Brandon sinis ke arah Pieter yang terkejut.
" Tuan muda angkuh " gerutu Angel yang sudah di geser tubuhnya oleh Brandon untuk menggantikan posisinya.
Angel menghampiri Pieter kembali lalu memeluk kakak yang memasang mata heran dengan tawa menghias melihat tingkah Brandon.
" Terimakasih Kak " seru Angel memeluk tubuh Pieter dari samping.
" Apa Kamu hilang akal? Aku yang mengeluarkan uang dan Kamu berterimakasih padanya? " ucap Brandon menarik keras tubuh Angel melepaskan pelukannya dari Pieter.
" Kalau bukan Kakak yang mengatur mana mungkin Kamu mengajakku berlibur " jengah Angel membuat Pieter tersenyum.
" Tetap saja ini uangku " tegas Brandon penuh penekanan.
" Kemari " tambah Brandon menarik Angel ke samping tubuh untuk Ia rangkul pundaknya.
" Kamu harus menurut padanya, kalau tidak Kamu akan di lempar ke laut nanti " pesan Pieter menggoda Brandon sambil menepuk halus kepala gadis yang tersenyum dalam rangkulan Brandon.
" Kau yang Aku lempar! " tegas Brandon ke arah Pieter.
__ADS_1
Dengan menggelengkan kepala karena tingkah Brandon, Ia mengajak kedua orang tersebut menuju ke jet pribadi yang sudah siap mengantar mereka dengan diikuti oleh beberapa bodyguard Brandon yang siap mempertaruhkan nyawa mereka demi melindungi kedua insan yang tengah di mabuk cinta tersebut.