Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
Cinta dalam Kebencian 2


__ADS_3


Ada di aplikasi GN, buat yang mau baca saja. Info novel bisa ke IG: *phi_cute94*/085903135496 Terima kasih banyak.


Cerita tentang anak-anak Brandon, juga kelanjutan dari novel sebelumnya yang belum tuntas dibahas. Tentang bagaimana hubungan Pieter, Alexa, Brandon? bagaimana kelanjutan setelah pertengkaran hari itu?


Kolom pencarian ketik aja Cinta dalam Kebencian 2.


⬇️⬇️⬇️


Keluar dari lift dengan kedua mata tertuju pada ponsel, Nicholas terhenti tatkala ia mantap ada sepasang kaki yang menghentikan langkahnya. "Oh, Tuhan!" terkejut lelaki berparas tampan tersebut, ponselnya jatuh ke lantai begitu ia tahu siapa yang menghadang langkahnya.


"Da—daddy?! Apa yang …" ucap Nicholas menggantung, telinga sudah di jewer lebih dulu oleh sang ayah dan menyeretnya kembali masuk ke dalam lift.


"Ah, Daddy! Lepaskan telingaku, ini sakit! Aku bukan anak kecil lagi!" protes Nicholas memegangi tangan Brandon.


"Benarkah? Tunjukkan kalau kamu bukan anak kecil!" tegas Brandon, semakin menekan kuat telinga putranya.

__ADS_1


"Aaaaa! Sakit!" protes Nicholas sampai berjinjit akibat telinga yang dipelintir.


Brandon melepaskan telinga putranya, membuang napas kasar dan mengantongi kedua tangan di saku celana yang ia kenakan. Menatap ke arah lelaki yang mengusap telinga merahnya seraya memajukan bibir, Brandon menggigit bibir bawah dengan tatapan malas.


"Tunjukkan kalau kamu bukan anak kecil!" tegas Brandon.


"Apa? Daddy mau aku melakukan apa? Aku sudah menjadi pemimpin perusahaan, apa itu belum cukup?" jawab Nicholas memberikan rentetan pertanyaan tanpa mengubah bibir majunya.


"Buat istrimu hamil! Dengan begitu, Daddy akan percaya kalau kamu sudah besar!" kata Brandon, terbelalak putranya seketika.


"A—apa?!" terkejut Nicholas.


"Benarkah?! Baiklah! Kamu bisa menghamili perempuan yang kamu sukai dan memberiku cucu, tapi lakukan hal itu di tengah kota, di hadapan semua orang dan harus disebarkan ke seluruh dunia!" kata Brandon memasang wajah santai.


"Ha?!" lebar mulut Nicholas.


"Apa Daddy berpikir, kalau aku laba-laba yang bisa melakukan hal itu di jalanan? Lagi pula, itu akan membuat Daddy malu. Yang tidak-tidak saja," timpal Nicholas.

__ADS_1


"Bukankah harusnya kucing? Kenapa kamu menggunakan laba-laba?" tanya Brandon menoleh.


"Aku tidak suka kucing, aku alergi dengan bulunya. Laba-laba juga melakukan hal itu sampai bertelur seribu," sahut Nicholas memalingkan wajah.


"Laba-laba bertelur? Bukankah melahirkan?" tanya Brandon mengernyitkan kedua alis.


"Hahaha, mana ada?" tawa lebar Nicholas.


"Dasar tidak berguna! Apa kamu sedang berusaha mengalihkan pembicaraan?!" berubah tinggi nada bicara Brandon, seketika terbungkam mulut putranya.


Lift sudah terbuka sedari tadi, bodyguard yang sudah menunggu di luar lift sengaja menahan pintu sampai kedua orang di dalam menghentikan percakapan. Brandon hanya meladeni putranya, ia tahu jika Nicholas sedang berusaha mengalihkan pembicaraan.


Menjewer kembali telinga putranya dan menyeret ke kamar yang seharusnya ditempati, Brandon tak hentinya menggerutu kesal akan kelakuan dari Nicholas. 


Tak ia dengarkan rengekan serta protes dari sang anak, Brandon berdiri di depan pintu kamar dan mengetuk. 


Angel sudah ada di dalam kamar, ia masuk lebih dulu setelah mendapat kabar dari suaminya jika Nicholas berusaha kabur. Tentu ada pengawal yang mengintai, namun tetap tak akan ada yang secerdik Brandon hingga berhasil mengelabui. 

__ADS_1


Nicholas pun tak tahu kalau ada mata terpasang mengawasi dirinya, siap melaporkan tanpa menunggu hitungan detik pada orang tuanya. 


Telinga masih di jewer olehnya, pria tetap terlihat tampan di usia tak lagi muda itu melempar putranya ke atas ranjang. Terkejut sang menantu yang tengah duduk, seketika berdiri dan menatap bergantian kedua orang baru saja memasuki kamar.


__ADS_2