
Setengah enam pagi, Pieter dan Brandon masih mengenakan pakaian yang sama seperti ketika tidur semalam. Keduanya mulai keluar dari kamar tamu, dan melihat pemandangan seperti biasa dimana para pekerja sudah melakukan tugas mereka masing masing.
" Panggilkan Nyonya dan juga Adikku kemari " perintah Brandon pada seorang pelayan yang tengah membersihkan jam hias klasik Tuan yang tak menyukai adanya debu itu.
" Maaf Tuan, Nyonya dan Nona sudah pergi untuk lari pagi tadi setengah lima " sahut pelayan berpakaian hitam putih yang masih berdiri di depan jam ukir kayu jati tersebut.
" Baiklah, bawakan Kami teh ke depan " sahut Brandon berjalan ke teras tanpa menunggu jawaban pelayan lebih dulu.
Angel dan Alexa selalu rutin joging di pagi hari dan ke gym di malam hari setiap dua kali dalam seminggu, meski dirumah Brandon sudah tersedia banyak alat olahraga, namun keduanya lebih suka melakukannya di luar rumah bersama Brandon juga Pieter.
Kedua lelaki tinggi tampan tersebut memilih menunggu Alexa juga Angel di teras rumah bersama pitbull kesayangan Brandon. Hewan yang terlahir sebagai petarung dan setia pada majikannya itu, telah menjadi kesayangan Brandon dan Pieter yang hanya menuruti kata keduanya.
" Kenapa Kamu mengeluarkannya?! " teriak Angel sudah berjongkok dengan Alexa melihat kedua sahabat yang duduk di lantai teras mengusap lembut hewan berwarna coklat kekuningan itu.
" Kak cepat masukkan kembali! " teriak Alexa ketakutan karena hewan ganas tersebut.
Pieter dan Brandon hanya mengembangkan senyum melihat kedua gadis mereka sama sama berjongkok ketakutan. Tanpa mau memperdulikan, kedua sahabat tersebut malah asik sendiri dengan peliharaan yang sudah menemani mereka selama 8 tahun terakhir.
Dengan berjalan berjongkok, kedua gadis yang sama sama mengenakan hotpant pendek tersebut mencoba untuk menuju teras agar bisa masuk rumah. Melihat hewan yang mulai berdiri di hadapan kedua pria itu, Angel dan Alexa langsung berteriak kencang hingga hewan kuat itu mengeluarkan suara, dan semakin menakutkan kedua gadis yang kembali diam dan berjongkok.
" Lebih baik kalian diam jika tak ingin di serang olehnya " santai Brandon tersenyum sambil masih mengusap lembut kepala hewan di depannya.
" Oke Rex, Kita masuk sekarang " lembut Pieter membawa hewan peliharaan dengan rantai di leher tersebut kembali ke kandang.
" Sudah, masuklah kalian berdua " ucap Brandon ke arah keduanya ketika Pieter sudah berjalan menjauh menuju kandang di sudut taman.
Kedua gadis dengan handuk pink kecil di leher itu tak sanggup berdiri karena kaki mereka yang lemas. Keduanya malah duduk di teras bawah sama sama mengambil napas yang sempat tertahan karena suara menggelegar dari Rex.
Pieter sudah kembali dari memasukkan peliharaan yang tak segan menyerang demi melindungi majikannya itu, langsung menghampiri Brandon yang tengah berdiri di hadapan Alexa juga Angel.
__ADS_1
" Kenapa? apa kalian ingin tidur di sini? " tanya santai Brandon ke arah kedua orang yang masih terlihat lemas karena takut.
" Gendong " manja Alexa dan Angel bersamaan mengulurkan kedua tangan mereka.
Senyum mengembang melihat istri juga Adiknya begitu manja, membuat Brandon langsung menggendong istrinya dan masuk kedalam meninggalkan Alexa yang masih duduk di bawah.
" Kak, bagaimana denganku? " protes Alexa berteriak karena Brandon mulai menapaki tangga teras.
" Bukankah di depanmu ada orang? minta gendong Dia " santai Brandon membuat Alexa menelan ludah kasar.
" Apa Kamu sengaja? " goda Angel melingkarkan tangan pada tengkuk suaminya.
" Bukankah Kamu senang? " senyum Brandon langsung di cium oleh istri manja nya.
Angel selalu memohon pada suaminya agar membiarkan lelaki yang masih berdiri di depan Alexa itu untuk dekat dengan Adik iparnya, namun Brandon malah menguji lebih dulu sahabatnya sebelum membiarkan keduanya dekat. Meski Ia tahu jika ujian melalui Darell sudah gagal karena tak membuat Pieter tersiksa akan rasa cemburu seperti yang Ia harapakan, sebagai hukuman karena telah meniduri Adiknya.
" Dasar kejam " gerutu kesal Alexa melihat lelaki dengan celana pendek serta kaos santai itu berlalu pergi tanpa menolongnya.
Kaki lemas Alexa karena ketakutan coba Ia kuatkan dan berjalan masuk meski harus membungkuk memegang lutut. Sofa panjang berwarna putih dimana sudah ada Brandon dan Angel, menjadi tempat tujuan Alexa yang langsung merebahkan kepala di atas kedua paha Kakaknya.
" Minumlah " seru Brandon mengambilkan air untuk Adiknya dan membantunya minum.
" Luruskan Kaki mu " tambah Brandon membiarkan Alexa tidur di pangkuannya.
" Kakak, Aku lemas sekali " manja Alexa menaikkan kedua kaki nya lurus ke atas sandaran tangan sofa diiringi tatapan Pieter yang menahan senyum.
" Lepas jaket kalian biar keringat kalian kering setelah itu mandi " pinta lembut Brandon pada kedua gadis yang sama sama bersandar padanya.
Angel dan Alexa yang juga merasa gerah usai lari pagi mereka, menuruti ucapan lelaki yang pagi ini terlihat begitu lembut penuh kasih sayang, karena semalam sempat mendengar ucapan istrinya. Sepasang mata yang daritadi menatap ketiganya, langsung memalingkan wajah begitu kedua gadis yang hanya membalut tubuh mereka dengan tanktop itu membuka jaket.
__ADS_1
" Sayang, bolehkah Aku ijin tidak masuk hari ini? lagipula hari sabtu tidak ada les " manja Angel di samping suami yang melingkarkan tangan pada tubuhnya.
" Kenapa? apa Kamu tidak sehat? " tanya Brandon menatap istrinya.
" Tidak, Aku ingin Kita berempat pergi jalan jalan pagi ini naik motor. Kakak bisa menggunakan motorku, dan Kita pakai motormu " usul Angel terus mencoba mendekatkan Alexa dan Pieter.
" Tidak Angel, Kakak tidak bisa " sahut Pieter tak ingin naik motor dengan adanya Alexa di belakang.
" Kenapa? apa Kakak tidak ingin membuatku senang? " memelas Angel agar rencananya bisa berjalan mulus.
" Tidak, bukan begitu. Tapi Kakak harus mengerjakan beberapa hal untuk persiapan meeting suamimu hari senin " jelas Pieter memang ada banyak tugas menunggunya.
" Sudahlah, Aku akan mandi dan ke sekolah saja " kecewa Angel beranjak pergi dengan wajah tertekuk.
" Apa Kau tega melihatnya seperti itu?! apa salahnya menuruti keinginannya?! tugas itu bisa Kau kerjakan nanti! " tegas Brandon tak tega melihat istrinya begitu kecewa.
" Sudahlah Kak, Dia memang tidak memliki hati " ucap Alexa penuh penekanan dan berlalu pergi ke kamarnya yang ada di samping kamar Kakaknya.
Pieter juga tak tega melihat Angel begitu kecewa, namun lelaki yang terus memperhatikan tiap langkah Adiknya tadi tak bisa memenuhi keinginannya, karena tahu apa maksud dan tujuan Angel melakukan itu. Ia tak pernah ingin mengingkari janji yang telah dibuatnya untuk tak menyentuh atau membiarkan Alexa menyentuhnya.
" Aku pulang dulu, sampaikan maafku pada Angel " pamit Pieter tetap pada pendiriannya.
" Sampaikan sendiri! " jengkel Brandon menyusul istrinya ke kamar.
Melihat Brandon jengkel dan berlalu pergi, Pieter membuang napasnya kasar.
" Maafkan Kakak Angel, untuk saat ini Kakak tidak bisa memenuhi keinginanmu " batin Pieter dalam hati, dan menghubungi sopir rumahnya untuk segera menjemput karena kemarin Ia berangkat bersama sahabatnya.
Keputusan juga janji pada dirinya serta Olivia, tak membuat Pieter sedikitpun ingin merubahnya. Meski Ia tahu jika penolakannya akan mengecewakan Adik juga sahabatnya. Dengan rasa bersalah pada Adiknya, Pieter memilih untuk membersihkan diri dan secepatnya pergi dari rumah Brandon, sebelum hatinya luluh melihat wajah Adiknya nanti dan mengubah pendiriannya.
__ADS_1