
" Tidurlah, Aku akan buatkan makanan untukmu " ucap Angel dengan nada lembut menatap mata sayu yang berusaha untuk terbuka karena kehadirannya.
Brandon menggelengkan kepalanya lembut karena tak ingin Angel meninggalkan dirinya kembali.
" Saat Aku tidur, Kamu akan pergi dan semua akan kembali berakhir " seru Brandon sendu.
" Aku akan disini bersamamu, Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi asal Kamu berjanji akan berubah lebih baik " lanjut Angel beranjak dan memegang kedua sisi wajah suaminya yang terlihat begitu menyedihkan dengan ukiran penyesalan dan rasa khawatir akan kehilangan istrinya lagi.
" Aku janji Angel, Aku tidak akan melakukan apapun yang tidak Kamu suka dan berubah lebih baik lagi " seru Brandon masih dalam nada sendunya.
" Sekarang pakai pakaianmu dan tidurlah " ucap Angel lalu mencium kening lelaki yang hanya melilitkan handuk di perut itu lembut dan lama.
" Aku mencintaimu " tambah Angel tersenyum ke arah suaminya.
Brandon menatap lekat ke dalam mata istrinya yang terpancar cinta dan ketulusan seperti saat dulu cinta mereka mulai bersemi. Ia beranjak memasuki ruang ganti untuk mengenakan kaos serta celana pendek rumahan lalu melangkah ke arah tempat tidur merebahkan diri di sana.
" Kemari lah " seru Brandon menepuk lembut ranjang di hadapan tubuhnya yang miring menatap Angel duduk di atas sofa.
Angel menghampiri suaminya yang sudah menutupi tubuh dengan selimut lalu tidur menghadap lelaki dengan mata sayu menatapnya tanpa henti itu. Brandon mengangkat selimut dan menyelimuti tubuh Angel bersama dengan dirinya. Tangan kokoh yang lama merindukan tubuh sintal di hadapannya mulai melingkar di pinggang gadis yang teramat Ia cintai. Senyum yang di kembangkan Brandon menandakan kebahagiaan hati karena mampu mendekap kembali istri dengan buah cinta mereka di rahimnya.
__ADS_1
Mata sayu yang selalu coba Ia buka, mulai meredup mengantarkan lelaki dengan debaran jantung kuat tersebut untuk terlelap. Telapak tangan lembut Angel menyentuh lembut pipi suami yang tak pernah henti membuktikan cinta dan penyesalannya. Seorang lelaki penguasa yang mampu membuat siapapun tunduk di bawah telapak kakinya, bahkan rela untuk memohon hanya untuk mempertahankan cinta pertama dan akan menjadi cinta terakhir dalam hidupnya kembali. Akalnya seakan hilang dengan terus mengejar tanpa henti untuk membuktikan kebesaran cinta dalam hatinya.
Ketika Brandon sudah terlelap, Angel dengan perlahan membuka selimut dan turun dari ranjang berniat membuatkan makan untuk suaminya yang tak mau mengisi perutnya dengan nasi dan hanya alkohol. Ia meraih ponsel dalam tasnya di atas sofa lalu menghubungi Pieter sebelum beranjak keluar kamar.
" Kak, maafkan Aku karena tak bisa kembali ke rumah Kakak. Aku tak bisa meninggalkan Dia dalam keadaan seperti ini " ucap Angel pada Pieter ketika sambungan telpon mereka berlangsung.
" Baiklah, Kakak akan ke sana dan menjelaskan semua pada Brandon agar tak terjadi salah paham " sahut Pieter yang ingin jujur kepada Brandon agar sahabatnya tersebut tak mengetahui dari orang lain jika selama ini Angel tinggal bersamanya.
" Iya Kak, Aku akan menunggumu" pungkas Angel dan mengakhiri sambungan telponnya.
Usai menghubungi Pieter, Angel keluar menemui Viena yang masih setia menunggu di depan pintu kamar. Ia meminta pengawal pribadinya untuk turun bersama menunggu Pieter.
" Nyonya, Anda mau apa? dimana Tuan? " tegus Santos melihat Angel membuka pintu lemari es mencari bahan makanan.
" Dia sedang tidur, Aku akan memasak untuknya " sahut Angel tersenyum ke arah Santos yang membalasnya dengan senyum bahagia.
" Baiklah kalau begitu Saya permisi dulu, jika Anda membutuhkan sesuatu panggil Saya " seru Santos tersenyum dan berlalu membiarkan Nyonya rumah yang mampu menenangkan Tuannya tersebut memulai untuk memasak.
Lama Santos tak melihat ketenangan di rumah mewah yang selalu terdengar teriakan amarah dan pecahan barang barang dengan sengaja di hancurkan Tuannya untuk melampiaskan emosi ketika minumannya habis dan meminta di sediakan kembali. Brandon yang selalu mabuk setiap hari akan kembali membuat dirinya mabuk ketika sudah tersadar tanpa henti. Kehadiran Angel membuat Santos merasa tenang karena hanya dirinya yang mampu mengendalikan amarah dan perbuatan Tuannya dengan cinta serta ketulusan hatinya.
__ADS_1
Sore hari Brandon yang mulai terbangun dari tidur lelapnya, kembali berteriak untuk meminta minum melihat Angel tak ada di samping tubuhnya membuat Brandon menganggap jika kehadiran istrinya tadi hanyalah sebuah mimpi. Botol kosong yang Ia lempar ke arah pintu serta teriakan kencang sepeti biasanya mengejutkan Angel yang sedang duduk bersama Pieter dan Viena di ruang tamu. Santos menghampiri Angel dan meminta Nyonya nya untuk menenangkan Brandon yang masih terus berteriak sambil melemparkan barang.
Angel merasa khawatir bersama Pieter mulai beranjak dari duduknya untuk menghampiri suami yang tengah kalap di kamar atas. Pieter hapal betul bagaimana sahabatnya ketika emosi berusaha mencegah Angel mendekat karena tak ingin menjadi pelampiasan emosi Brandon. Namun gadis yang sudah beranjak dari duduknya tersebut melepas lembut tangan Pieter yang menahannya pergi seraya meyakinkan lelaki yang Ia anggap Kakak itu untuk tidak mencemaskan nya.
Langkah kaki yang Ia percepat mengantarnya ke depan pintu kamar Brandon dengan suara lemparan benda di baliknya. Dengan pelan pintu itu Ia buka dan mengintip kedalam dan berlari ke arah suaminya yang duduk di pinggir tempat tidur hendak melempar botol ke arah pintu.
" Tenanglah, Aku di sini " ucap Angel memeluk erat tubuh suami yang membulatkan matanya.
Tangan Angel meraih botol kosong di tangan Brandon dan meletakkannya pelan di lantai.
" Ada apa? apa Kamu mau minum? Aku akan menemani Kamu untuk minum " seru Angel memegang kedua sisi wajah Brandon dengan menatap matanya lekat.
Sikap Brandon yang seperti Olivia ketika kecanduan alkohol, membuat Angel takut dan khawatir terhadap suaminya. Angel yang dulu sering dipaksa menemani mamanya minum, bersedia jika harus kembali menemani minum untuk suaminya.
Lelaki yang masih duduk di tepi tempat tidur itu meraih pinggang Angel dan memeluknya erat, menenggelamkan kepalanya di perut istri yang masih berdiri dihadapannya. Angel memeluk kepala Brandon sambil air mata terurai tak sanggup melihat kondisi suami yang sudah kecanduan alkohol layaknya Olivia. Ia takut jika Brandon akan mengalami keadaan seperti mamanya dan berakhir di rumah sakit.
" Aku pikir semuanya tidak nyata dan hanya mimpi" seru Brandon memeluk erat pinggang Angel.
" Aku di sini, Aku tidak akan meninggalkanmu lagi " ucap Angel dalam air mata masih terurai mencium ujung kepala suaminya serta membelai halus rambutnya.
__ADS_1
Angel tak kuasa menahan air mata dan membiarkannya terurai karena melihat kondisi suaminya yang terlihat begitu tak berdaya dan memprihatinkan. Ia merasa sangat bersalah telah memutuskan untuk meninggalkan lelaki yang masih memeluk tubuhnya erat seakan tak ingin melepas sedikitpun.