Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
Bab 245


__ADS_3

Kebersamaan yang terjalin dalam ruangan besar itu sementara terhenti akan kehadiran pelayan yang memberitahukan jika pengacara telah tiba. Brandon segera turun, meminta lainnya tetap tinggal bersama kedua putranya.


"Mau apa dia?" tanya Angel dalam hati, tak kalah bingung bersama kedua orang menggendong di atas ranjang.


Mengamati setiap langkah suaminya, tanya hinggap pada benak juga hati Angel akan apa yang direncanakan suaminya hingga memanggil pengacara. Akan tetapi ia tak bisa ikut karena perintah tinggal dan menjaga putranya, lagipula sedari tadi kedua anaknya hanya minum sedikit dan tak mungkin meninggalkan karena takut menangis dan merepotkan.


Di bawah, Brandon berjabat tangan bersama pengacara. Tanpa duduk, ia mengambil surat ditangan pengacara yang telah diminta, lalu pergi ke kamar dimana Mommy nya berada usai memperailahkan duduk. Tanpa mengetuk pintu, Brandon langsung masuk dan melemparkan surat surat ownting ke atas ranjang dimana Sasmita duduk dalam gelisah.


"Tandatangani itu!" tegas Brandon melemparkan surat surat ke atas ranjang.


"Apa ini surat cerai?" tanya Sasmita mengejutkan Brandon.


"Ha?" tanya lelaki sudah melepas jas juga dasi, menggulung lengan kemeja sampai siku sedari tadi.


Sasmita gemetar meraih suamrat di atas ranjang, takut jika itu adalah surat perceraian tadi dimaksud suaminya. Matanya semakin membukat hebat saat mengetahui apa isinya, lalu menatap ke arah putranya.


"Pemindahan kekayaan?" tanya Sasmita.


"Ya! ambil semua hartaku dan jangan usik hidup kami lagi! pergilah dan lupakan jika dirimu pernah memiliki anak!" tegas Brandon.


"Kamu pikir aku hanya menginginkan semua ini?!" teriak Sasmita kuat, melemparkan semua ke atas lantai.


"Kenapa kalian semua ingin meninggalkanku?! aku memang menyukai kekayaan, tapi aku tidak ingin hari tuaku tanpa siapapun!" teriak kembali Sasmita.


Apa yang diberikan Brandon semakin membuatnya gila usai perceraian diucapkan tadi. Sasmita seperti ingin meledak saat inj mwngetahui jika dirinya akan tinggal seorang diri dalam kekayaan dimiliki putranya.


"Tidak akan pernah aku menandatangi semua itu!" teriak Sasmita pada putra tampak santai mengantongi dua tangan di sisi saku celana.


"Lalu apa yang kau inginkan Nyonya Sasmita yang terhormat?" tanya Brandon menekankan kata.

__ADS_1


Sasmita terdiam dalam air mata, ia terkulai di atas lantai duduk bersimpuh. Semua tak mungkin di ambil olehnya meski memnag sangat menyukai harta. Sikap seperti menyia-nyiakan anak dan suami selama ini, kini di sesali ketika semua akan hilang dalam hidupnya. Dalam lubuk hati terdalam, ia memiliki sebuah ketakutan jika harus menghabiskan masa tua seorang diri.


"Bangun dan tandatangani, lalu aku akan keluar dari rumah ini selamanya!" tegas Brandon.


"Jika ada yang harus pergi, itu adalah aku. Bahagialah dengan hidupmu," kata Sasmita pasrah, menyadari kebodohannya.


Bangun dari posisinya, Sasmita merapihkan pakaian membalut tubuh lalu berjalan hendak keluar.


"Kau tidak menyesal?" tanya santai Brandon, tidak mendapat jawaban.


Sasmita tetap keluar dengan langkah gontai, menyadari jika dirinya tak mungkin meminta sebuah pwngampunan atas apa telah dilakukan. Bayangan setiap kesalahan dulu terlukis nyata dalam benaknya, merasa tak berguna lagi dirinya hidup.


Terdwngar suara keributan di luar, Brandon segera keluar setelah terdiam sejenak di kamar. Langkanhnya cepat begitu melihat senapan menempel pada kepala wanita telah melahirkan dirinya.


"Jangan gila! apa yang Mommy lakukan sekarang?!" bentak Brandon menggelegar.


"Kamu membeciku bukan? Daddy mu juga akan menceraikanku, lalu apa lagi yang akan aku lakukan?" kata Sasmita menunjukkan wajah tanpa harapan.


Menarik pelatuk seraya memejamkan mata, Sasmita siap mengakhiri hidup. Tapi seseorang datang mengambil senapan dari belakang ketika gendak ditembakkan, Angel meraih cepat dan mengeluarkan peluru membanting di atas lantai.


"Kenapa kau menghalangiku?!" teriak Sasmita.


"Aku tidak ingin melihat kematian dirumah yang memiliki banyak kenangan untukku," santai Angel.


"Jika anda mau mengakhiri hidup, silahkan lakukan diluar rumah ini." Angel menambahkan kembali.


Sasmita menangis seorang diri, diperhatikan semua pelayan tadi sempat histeris saat dirinya meraih paksa pistol dalam tubuh pengawal dalam rumah dan memancing Brandon keluar. Angel berlari cepat ketika mendengar keributan, menitipkan putranya pada pelayan. Gaida dan Adiyaksa pun ikut turun untuk mengetahui apa yang terjadi.


"Untuk apa lagi aku hidup kalau suami dan anakku ingin meninggalkanku?' kata Sasmita terisak tangis.

__ADS_1


"Kau memiliki cucu yang bisa kau rawat!" marah Gaida.


"Mommy, aku mohon jangan seperti ini. Kita bisa memulai semua hubungan ini dari nol, tapi jangan pernah berpikir untuk mengakhiri hidup." Angel berlutut memegang pundah wanita terisak di sampingnya.


"Aku tidak tahu harus mengatakan apa, tapi kematian bukanlah jalan terbaik untukmu mengakhiri masalah. Hadapi semua bukan berlari seperti pecundang," timpal Adiyaksa.


Piter dan Alexa baru tiba dan melihat kedalam rumah, mereka melangkah cepat tanpa putri yang masih tidak mempan di ujuk pulang. Alexa duduk dilantai melihat Mommy nya dan menatap ke arah semua orang seakan mengisyaratkan pertanyaan. Sasmita masih menangis tanpa berucap sepatah katapun, diraih tubuhnya oleh Alexa untuk ditenangkan.


Brandon memang sengaja mempersiapkan surat surat pemindahan kekayaan atas nama sang Ibunda tercinta, karena kekerasan serta perlawanan takkan mampu membuatnya sadar dan semakin menggila. Brandon menghapal betul bagaimana sisi lain dari seorang Sasmita, menggunakan itu sebaik baiknya.


Sekeras kerasnya seseorang, pasti memiliki sisi lain yang tak pernah ditunjukkan dan harus dengan cara gila untuk membuatnya terlihat. Hal itulah yang coba dilakukan Brandon dalam menghadapi Mommy nya sendiri, karwna sikap keras ataupun lembut takkan sanggup membuatnya mengerti.


Gengsi akan tetap ada pada diri Sasmita, tapi air mata menunjukkan sebuah penyesalan dapat terlihat jelas dalam raut wajahnya saat ini. Itu dapat ditangkap oleh semua keluarga, meski tanpa ucapan terlontar. Namun melihatnya meraih tubuh Angel untuk dipeluk dan mencium bergantian menantu serta putrinya, dapat dipahami jika ia memberikan restu selama ini diharapkan.


"Mommy.." seru Angel dan Alexa.


Brandon tersenyum tipis, menatap ke arah Daddy juga teraenyum padanya. Adiyaksa tak bertanya apa tujuan putranya memanggil pengacara, tapi sebuah keyakinan dipegangnya teguh untuk tetap mempercayai langkah diambil putranya dan tahu jika semua takkan pernah berakhir buruk.


Pieter pun tersnyum melihat apa yang ada sekarang meski sempat ragu, ia berjalan ke arah Gaida karena tangan mengisyaratkan panggilan. Dikecupnya kening Pieter dan memberikan sebuah pukulan di perut sangat keras hingga Ayah satu anak itu membungkuk kesakitan, menoleh semua orang ke arahnya.


"Oma.." seru Alexa dan Angel.


"Lebih keras," timpal Brandon.


Adiyaksa dan Sasmita melebarkan senyum, kini semuanya tampak baik baik saja dan berharap jika akan tetap seperti itu di kemudian hari. Semoga semua kebahagiaan serta kebaikan dilimpahkan tanpa henti untuk keluarga Haidar, tanpa pernah lagi ada keributan akan perbedaan pendapat. Itulah yang ada dalam batin Angel juga lainnya sekarang.


__________________END__________________


Maksih banyak mba udah setia nungguin novel engga jelas ini. Love you mba, selalu sehat dan bahagia. Maaf kalau selama menulis banyak kekurangan juga salah, pastinya sama kalian juga. Maaf sebesar besarnya ya mba, tolong dimaafin. Bubay.....😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


Kapan2 bisa di cek profil biar tau karya yang lain# ngarep banget ane mah😂😂


__ADS_2