Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 126


__ADS_3

CCTV yang sengaja di pasang Brandon untuk melengkapi kemanan rumah mertuanya, mampu menangkap apapun yang dilakukan Alexa dan juga Pieter. Mungkin adanya CCTV yang siap mengintai mereka 24 jam sudah dilupakan oleh kedua orang yang baru memulai perasaan mereka berdua, hingga Brandon bisa menyaksikan dengan kedua matanya sendiri apa yang telah dilakukan sahabat juga Adiknya di balkon juga ruang TV begitu jelas.


Kamera pengintai selalu di periksa Brandon setiap hari untuk sekedar memastikan jika tak ada yang membahayakan nyawa mertuanya. Feeling kuat yang kembali menjadi sebuah kebenaran, membuat Brandon sengaja memasang alat penyadap suara di dalam kamar villa yang di tempati Alexa.


Ia meyakini jika sahabat dan Adiknya akan lebih sering bertemu diam diam di kamar. Untuk itu, sebelum berangkat ke villa Ia sudah lebih dulu mengirim seseorang memasang alat tersebut di meja samping tempat tidur, dan bisa Ia dengarkan melalui sebuah earphone yang sudah lebih dulu di setting agar dapat selalu di dengar meski dalam jarak jauh.


Bahkan semua pembicaraan sahabatnya ketika terus menolak hubungan tubuh dengan Alexa mampu Ia dengar dengan baik, hingga malam ketika Pieter harus melakukan hal tersebut dalam keadaan emosi juga bisa begitu jelas Ia dengar melalui earphone yang tak pernah lepas dari telinganya. Kejadian ketika listrik padam pun Ia ketahui dengan baik, namun tetap berpura pura tak tahu apapun untuk melihat seberapa jauh keduanya akan berusaha berbohong dan menjalin hubungan sembunyi sembunyi.


Untungnya semalam Angel sudah berhasil mencegah suaminya yang sudah begitu emosi untuk langsung mendobrak kamar Alexa ketika telinganya mulai mendengar adanya suara Pieter juga Alexa dalam sebuah kenikmatan. Kalau saja Angel tak meraih earphone di telinga suami nya dengan paksa, mungkin Ia tak bisa mengendalikan apa yang akan terjadi diantara suami juga Kakaknya.


Walau begitu marah dan sangat ingin membunuh sahabat yang telah merenggut kesucian Adiknya, Brandon masih menahan diri karena permintaan Angel, juga menyadari jika memang sahabatnya melakukan hal itu dalam keadaan emosi dan Dia pahami jika emosinya tak mampu dikendalikan. Namun perasaan marah juga kecewa tak mampu Ia buang dari dalam hatinya.


Untuk itu pada malam sebelum Angel keguguran dengan tegas suami dari seorang istri yang terus membela Adik ipar serta Kakaknya itu, memperingatkan begitu tegas agar sahabatnya tak menyentuh Alexa.


***


Setelah satu jam Alexa dan Pieter membeli nasi goreng untuk Angel, mereka langsung memasuki kembali bangunan berwarna putih kombinasi hijau muda itu. Langkah di percepat oleh Pieter begitu melihat seorang lelaki duduk membungkuk sembari menundukkan wajah, meletakkan kedua telapak tangan di kedua sisi kepala.


" Ada apa? kenapa Kau diluar? kenapa Kau seperti ini? dimana Angel? "cemas Pieter melihat Brandon kembali menunjukkan wajah sedih tak berdaya.


" Aku tidak sanggup lagi melihatnya menahan air mata dengan tersenyum, biarkan Dia meluapkan semuanya di dalam " lirih Brandon terus melihat mata istrinya berkaca kaca meski selalu mengembangkan senyum dan berbicara manja.

__ADS_1


Suara tangis Angel mampu di dengar oleh Kakak yang sangat mencemaskan Adiknya di balik pintu tertutup itu. Hatinya begitu terasa sakit sama halnya dengan Brandon, mendengar suara tangis Angel begitu menderita. Tanpa sengaja Ia menitikkan air mata yang dengan cepat di usap.


Kantung plastik putih berisi nasi goreng masih di bawah oleh lelaki yang mulai duduk di samping sahabatnya, di susul oleh Alexa di dekatnya. Kedua sahabat yang sudah menyandarkan kepala di dinding belakang mereka, seakan mampu merasakan kepedihan juga rasa sakit yang di alami gadis dengan terbaring memegang perut tanpa janinnya lagi.


Brandon dengan sengaja meminta ijin istrinya untuk keluar membeli minum, karena Ia tahu Angel takkan pernah mengungkapkan apa yang dirasakannya bahkan menunjukkan kesedihan di hadapan siapapun. Untuk itu, lelaki dengan perasaan begitu hancur itu sengaja membiarkan istrinya meluapkan segala kesedihan sendiri, dan berharap jika ini adalah terakhir istrinya menangis dalam hidupnya.


Titik terlemah dalam hidupnya harus dirasakan kembali oleh Brandon, usai beberapa tahun silam Ia merasakan hal yang sama ketika saudara kembarnya meninggal. Dan kini Ia harus kehilangan kedua calon anaknya, serta kesedihan istri yang tak mampu Ia hibur. Perasaan tidak berdaya begitu kuat mendera batin lelaki yang juga ikut mengurai air mata sambil terus mengatur napasnya sendiri, menahan isakan dalam dada.


Dua jam berlalu, dan mereka tak lagi mendengar suara tangis Angel. Kedua telapak tangan mengusap lembut wajah tampannya sebelum kembali memasuki ruangan. Perlahan Ia membuka pintu, dan di lihat istrinya tak ada di atas tempat tidur.


" Sayang, apa Kamu di dalam? " tanya Brandon mengetuk pintu kamar mandi, di susul Pieter juga Alexa di belakangnya.


Pieter menyiapkan meja dorong untuk Adiknya makan, yang sudah Ia tata bungkusan foam berwarna putih di atas meja yang sudah Ia arahkan tepat di atas ranjang. Sementara Brandon masih setia menunggu istrinya di luar pintu kamar mandi.


Diraihnya tubuh Angel seketika, begitu gadis bermata sembab itu keluar dengan hati hati dari kamar mandi. Tanpa ingin menanyakan apapun, Brandon masih tetap mendekap Angel meski dadanya begitu sesak melihat wajah istrinya dengan mata merah juga sembab.


" Kamu kenapa? " lirih Angel bernada khas orang usai menangis.


" Aku takut Kamu kenapa kenapa di dalam " kilah Brandon menatap wajah istrinya setelah melepaskan pelukan.


" Makanlah, Kakakmu sudah membelikan nasi goreng untukmu " tambah lelaki begitu pelan menuntun langkah istri yang tertatih di sampingnya.

__ADS_1


" Aku mau makan di sini " lirih Angel menghentikan langkah di sofa bed, dimana Alexa sudah duduk di sana.


" Baiklah " singkat Brandon tersenyum membantu Angel duduk dengan perlahan.


Pieter membawa kembali makanan yang sudah Ia tata untuk di berikan pada Angel. Senyum dikembangkan Angel pada Kakaknya yang sudah duduk di atas meja di hadapannya. Foam berisi nasi goreng dibuka oleh Pieter dan mulai menyuapi Adiknya perlahan.


" Ini terlalu pedas Kak " kilah Angel ketika matanya kembali berkaca kaca.


" Baiklah, Kakak belikan yang baru untukmu " sahut Pieter tahu kebohongan Angel karena nasi goreng yang Ia bawa sama sekali tak pedas.


" Tidak Kak, Akan memakan telur nya saja " senyum Angel usai mengusap air mata yang tak sanggup Ia tahan lagi dari kedua matanya.


" Apa belum cukup air matamu keluar sampai kini juga Kamu masih menangis? jangan seperti ini, itu benar benar menyakitkan" batin Brandon melihat kebohongan dari mata istrinya.


Penuh kasih sayang, Pieter menyuapi Angel telur mata sapi hingga habis diiringi tatapan Alexa penuh tanya tentang hubungan sebenarnya Pieter juga Kakak iparnya. Kecurigaan Alexa mulai timbul begitu melihat lelaki dingin yang duduk di atas meja itu bersikap lembut dan hangat, bahkan tak pernah Ia rasakan perasaan seperti itu darinya.


Bahkan perasaannya begitu penuh Ia isi dengan rasa cemburu juga iri. Pikiran bodoh karena curiga mengembang begitu cepat dari Alexa hingga berpikir jika Angel juga Pieter menjalin hubungan lebih dari apa yang Ia lihat. Bahkan Ia mencurigai jika kedua janin yang telah tiada adalah anak dari lelaki yang menolaknya dengan keras tadi.


Terlebih ketika Ia melihat emosi Pieter saat menolaknya, bahkan air mata tak jarang menetes dari lelaki yang di anggapnya tak memiliki perasaan karena selalu menolak dirinya. Tak ada hubungan darah atau kekerabatan di antara kedua orang yang saling menyayangi sebagai Kakak Adik itu, membuat Alexa ingin mengetahui lebih tentang mereka yang menurutnya tak masuk akal bagi orang baru mengenal bisa terikat emosi begitu kuat.


Sementara Brandon tak pernah mempermasalahkan kedekatan istri juga sahabatnya, karena memang Ia tahu semua dari awal bagaimana Pieter menatap Angel seakan menatap Adik kandungnya sendiri. Bahkan berulang kali sahabatnya meminta dirinya untuk meninggalkan Angel, dan berhenti mempermainkan gadis yang usianya mungkin sama dengan Adik kandungnya.

__ADS_1


__ADS_2