Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 103


__ADS_3

Pieter mematikan Tv yang tak pernah Ia tonton karena adanya Alexa dan menggendong tubuh gadis tersebut ke kamarnya di atas, tak ingin jika Alexa mengganggu tidur lelap Angel yang sudah sangat lelap di kamarnya.


" Mau kemana? " polos Alexa ketika Pieter mulai menapaki setiap anak tangga menuju kamarnya.


" Tidur " singkat Pieter terus menggendong tubuh Alexa tanpa meminta oersetujuan lebih dulu.


Dengan bantuan tangan Alexa yang di minta Pieter membuka pintu kamar dan menutupnya kembali, perlahan Ia merebahkan tubuh gadis dengan wajah merah padam itu ke atas tempat tidur besar berlapis sprei warna hitam lalu menyelimuti tubuhnya.


" Tidurlah, kalau besok Kamu telat Kakakmu pasti marah marah " ucap Pieter menarik selimut hingga menutupi dada Alexa yang tak ingin Ia lihat.


Pieter memutar langkahnya dan ikut merebahkan diri di samping Alexa dengan memberikan batas dua guling di antara mereka berdua karena tak ingin tergoda dan melakukan apa yang di harapkan oleh gadis yang kini Ia cintai.


" Kak " lirih Alexa melirik ke arah Pieter.


" Apa? tidurlah Aku tidak akan menyentuhmu " sahut Pieter meletakkan tangan di atas keningnya dan mulai memejamkan mata.


" Aku takut guling, bisakah ini di buang dulu? " pinta Alexa yang selalu ditakuti oleh Maminya sejak kecil jika Ia tak segera tidur dan memberitahu jika guling akan memakan dirinya.


" Baiklah " singkat Pieter mengambil kedua guling dan menghempaskannya ke lantai.


" Kenapa Kamu turunkan selimutmu? " tanya Pieter melirik ke arah Alexa.


" Sesak, Aku tidak biasa pakai selimut sampai tinggi " seru Alexa yang hampir tak pernah mengenakan selimut kecuali cuaca dingin di tempatnya tinggal.


" Alexa... " seru Pieter menggigit bibir bawahnya dan membuang napas kasar.


Alexa mendekatkan dirinya pelan dan memeluk punggung Pieter yang lebih dulu memunggungi dirinya karena tak ingin mulai tergoda oleh Adik sahabatnya. Dada yang menempel di punggungnya dengan tangan melingkar pada dada bidangnya terus membuat Pieter memejamkan mata sambil membuang napasnya kasar.


" Alexa, Aku laki laki normal. Aku juga punya nafsu jangan seperti ini " seru Pieter frustasi.

__ADS_1


" Aku cuma mau peluk Kamu, besok Aku sudah pergi dan tidak tahu kapan kembali dan bisa ketemu Kamu lagi " sahut Alexa melepas pelukannya dan menjauhkan tubuh dari Pieter.


" Kemari " singkat Pieter meluruskan tangan agar dijadikan sandaran oleh Alexa.


Melihat gadis yang kini menjadi kekasihnya begitu ragu, Pieter menarik pelan pergelangan Alexa dan meletakkan kepala gadis tersebut di lengan lalu mendekapnya dengan erat tanpa adanya jarak di antara medeka berdua. Meski harus menahan rasa ingin karena dada begitu lekat menempel, Ia tak ingin membuat Alexa bersedih dengan penolakan tak ingin tidur berdekatan dengan cinta pertamanya.


" Apa Kamu tidak takut Aku melakukannya? " tanya Pieter mencoba menekan hasrat pada Adik sahabatnya yang memiliki tubuh begitu menggoda.


" Tidak tahu " singkat Alexa ragu.


" Kita tidur sekarang " ucap Pieter mengusap lembut kepala Alexa yang begitu nyaman menyandar di dadanya.


Mata dengan binar kebahagiaan karena cinta nya selama bertahun tahun akhirnya terbalaskan mulai di pejamkan oleh Alexa dalam dekapan hangat lelaki yang sangat Ia cintai. Mimpi indah yang menjadi kenyataan membuatnya begitu nyaman dalam dada bidang dengan aroma parfum maskulin itu.


****


Pukul 05.30 Pieter sudah mulai terbangun dengan masih memeluk Alexa. Senyum lebar Ia kembangkan melihat lelapnya gadis yang mampu meluluhkan hatinya dengan kegigihan selama bertahun tahun. Ia tak ingin hubungannya di ketahui oleh Brandon juga lainnya hingga terpaksa harus membangun tidur lelap Alexa sebelum Brandon tiba yang mungkin akan langsung membunuhnya jika tahu semalam Ia tidur beesama dengan Adiknya bahkan telah mencium Adiknya berulang kali. Perasaan ngeri membayangkan amarah Brandon langsung memperanjatkan dirinya dan duduk di samping tempat tidur untuk membangunkan Alexa.


" Bangunlah dan cepat turun atau Kita akan di bunuh oleh Kakakmu" tambah Pieter langsung membuat Alexa terperanjat dan bergegas pergi dari kamar Pieter.


" Lupa " seru Alexa kembali menghampiri lelaki yang meregangkan otot tubuhnya sambil berdiri lalu memeluk erat lelaki tersebut.


" Cinta Kamu " seru Alexa mengembangkan senyum Pieter.


" Aku juga cinta Kamu " sahut lelaki yang sudah ikut mendekap erat tubuh di hadapannya.


" Bye " pungkas Alexa mencium kilas bibir Pieter sambil berjinjit dan berlari keluar dengan buru buru.


" Gadis aneh " gumam Pieter senyum senyum sendiri seraya menggigit bibir bawahnya melihat Alexa begitu cepat meninggalkan dirinya.

__ADS_1


Alexa segera bersiap di kamar Angel yang masih terlelap dan membuatnya amat lega. Secepat mungkin Ia mandi dan berganti pakaian sebelum Kakak galanya tiba dan mulai memarahi dirinya karena belum siap untuk berangkat ke bandara.


Tepat pukul enam kurang sepuluh menit, Brandon sudah masuk ke dalam rumah Olivia di sambut oleh Pieter masih mengenakan pakaian sama seperri semalam.


"Dimana Alexa? " tanya lelaki dalam balutan jas hitam menghampiri sahabatnya yang asik bermain ponsel dengan meminum kopi di ruang tamu.


Sebelum Pieter menjawab, Alexa sudah bergegas menghampiri Kakaknya dengan mengenakan jaket tebal milik Angel dan berpura pura lemas.


" Kenapa?!" tegas Brandon melihat Adiknya yang langsung duduk lemas di sofa diiringi tatapan heran Pieter.


" Kakak, Aku sakit " lirih Alexa sudah membuat wajahnya terlihat pucat dengan menggunakan bedak dia atas bibirnya sambil wajah Ia pasang ekspresi lemah mengejutkan Pieter karena gadis yang tidur bersamanya tadi masih baik baik saja.


" Lihat! " tegas Brandon mengarahkan telapak tangan ke arah kening Alexa.


" Jangan disentuh! nanti Kakak tertular dan tidak bisa dekat dekat Kak Angel " ucap Alexa cepat dan cepat pula Brandon menarik tangannya sambil bergidik.


Lelaki yang masih memegang ponsel ditangannya itu menatap ke arah Alexa yang terus membuat dirinya terlihat begitu lemah dan cepat di sadari Pieter jika kini gadisnya sedang berpura pura karena tak ingin kembali. Senyum mulai mengembang sambil menggelengkan kepala menatap Alexa bersandiwara tanpa henti di depan Kakak yang masih berdiri di hadapannya.


" Ke Dokter sana! jangan mendekati istriku! " tegas Brandon.


" Tidak mau, Aku mau tidur " sahut Alexa tidur meringkuk di atas sofa tanpa menyadari jika lelaki di hadapannya terus menatapnya dengan senyum.


" Tidur sana di kamar tamu! " tegas Brandon kembali mengembangkan senyum Alexa.


" Aku tidak jadi pulang Kak? boleh? " tanya Alexa dengan mata berbinar dan duduk di atas sofa lupa jika dirinya tengah berpura pura sakit.


" Kamu bohong kan?! Kamu tidak sakit! " seru Brandon terkejut melihat Adiknya langsung tak terlihat lemah malah beranjak begitu cepat dan menyadarkan Alexa untyk kembali berpura pura.


" Ah Aku lupa kalau Aku sedang sakit " ucap Alexa bernada lemah kembali tidur meringkuk memunggungi Kakaknya.

__ADS_1


Rak henti Pieter terus mengembangkan senyum melihat kelakuan nakal dari Alexa yang begitu menggemaskan ketika harus berpura pura hanya demi bisa tetap tinggal berasama dengan dirinya.


__ADS_2