
Siang hari Brandon sudah berangkat, tanpa membangunkan Adiknya yang tengah terlelap dalam kamarnya. Lebih dulu Ia menemui Olivia di kantornya untuk berpamitan.
Wanita cantik dengan setelan celana panjang juga blazer hijau tosca itu, menyambut menantunya hangat. Memang kerap kali Brandon memperhatikan lebih mertuanya semenjak kepergian Angel, hanya untuk memastikan kesehatannya baik baik saja.
" Maya, Aku akan pergi lebih lama kali ini. Jadi Aku minta padamu tolong jaga Alexa dan anak dalam kandungannya, juga jangan lupa memeriksakan kesehatanmu rutin tiap bulan " ucap lelaki sudah duduk di sofa ruangan mertuanya.
" Alexa hamil? " bahagia Olivia di angguki oleh Brandon.
" Tapi kenapa Anda malah pergi? apa Angel tahu hal ini? " tanya kembali Olivia.
" Aku akan menetap sementara di London dan jangan beritahu siapapun hal ini termasuk Angel. Aku akan kembali nanti saat Alexa melahirkan, jadi jaga Dia untukku " tulus Brandon sendu.
" Baiklah, akan Saya lakukan yang terbaik. Jaga kesehatan Anda di sana " tulus wanita yang duduk di samping menantunya.
" Aku pergi " pungkas Brandon berdiri dan memeluk mertuanya.
Olivia mengantarkan menantunya hingga depan kantor, dan menunggu hingga Tuan muda yang memutuskan pergi menenangkan diri itu, hingga mobilnya tak lagi terlihat.
Brandon tak mau tersiksa akan kenangan bersama istrinya, dan terlalu berat untuk tinggal di rumahnya. Terlebih melihat Alexa mengandung, semakin membuat memorinya akan istri juga kedua anaknya terbuka lebar. Terlalu menyakitkan mengingat semua tentang kedua anaknya yang telah tiada, di tengah kerinduan pada istrinya.
Tak langsung menuju bandara usai pergi ke kantor mertuanya, Brandon lebih dulu mendatangi makam kedua anaknya. Matanya tak henti menitikkan air mata melihat tanah yang tertutup rumput dengan rapi itu. Tangannya mengusap lembut nisan marmer hitam bertuliskan baby twins tersebut.
" Baby, Daddy datang. Kalian baik saja di sana? Daddy sangat merindukan kalian, kalau saja Kalian masih ada mungkin Daddy dan Mommy akan sangat bahagia sekarang. Maafkan Daddy tidak mampu menjaga kalian dengan baik, Daddy akan selalu mencintai kalian " lirih lelaki bersimpuh dengan air mata tersebut tulus.
Satu jam lamanya, seorang Tuan muda dengan banyaknya ruang hampa dalam batinnya itu duduk bersimpuh di dekat pusara kedua anaknya. Ingatan akan kedua anaknya, selalu membuat Tuan muda tersebut rapuh dan merasa sendiri. Tak ada kasih sayang juga cinta selain dari istrinya yang kini harus jauh.
__ADS_1
****
Berbulan bulan berlalu, tak henti Olivia dan Pieter mendampingi Alexa yang semakin manja karena kehamilannya. Ia hanya menginginkan masakan Olivia setiap hari, hingga membuat mertuanya tersebut rela datang demi untuk membuat makanan sebelum pergi ke kantor dan kembali sore hari untuk membuatkan makan malam menantunya.
" Maya, hubungi Kak Angel dan minta Dia datang untuk menemaniku melahirkan " rengek perempuan dengan kehamilan delapan bulan tersebut.
" Alexa, Angel tidak bisa datang sewaktu waktu untuk menurutimu " lembut Pieter duduk di hadapan istri yang manja di pangkuan Olivia.
" Yasudah, Aku tidak mau melahirkan sampai Kak Angel datang " jengkel Alexa, hanya di senyumi oleh mertuanya.
" Angel akan datang menemanimu, Aku sudah menghubunginya jadi jangan bicara tidak tidak lagi " lembut Olivia mengusap perut buncit menantunya.
" Benarkah? janji? " bahagia Alexa tersenyum lebar di berikan anggukan kepala oleh mertua yang kini makin dekat dengannya.
" Maya dengar kan? setiap hari Dia hanya mengomel saja, jangan ini jangan itu sampai telingaku hampir lepas " jengkel Alexa mengadu.
" Siapa suruh Kamu hamil malah memakai pakaian pendek? setiap hari mengusirku tidur di luar apa itu pantas? " jengkel Pieter tak terima.
" Bau tubuhmu yang menjijikan, apa lagi parfum mu itu ingin sekali Aku melemparnya " jengkel tak mau terima Alexa hanya di dengar dengan senyum mengembang oleh Olivia.
" Sudah Kamu buang, apa lagi yang mau Kamu lempar? suruh tidur di luar tapi tengah malam marah marah gara gara tidak di temani " gerutu kesal Pieter.
" Tuh kan Maya, dengar kan? mana ada suami mengeluh seperti itu? Aku sudah rela tubuhku seperti gajah, tapi Dia malah menggerutu saja " protes Alexa.
" Sudah tahu seperti gajah tiap hari minta gendong kemana mana " gerutu kembali lelaki tengah berpakaian santai tersebut.
__ADS_1
" Sudah, sudah anak kalian bisa mendengar " ucap Olivia menghentikan perdebatan calon orang tua tersebut.
Selama hamil memang Alexa tak pernah suka dengan bau suaminya dan selalu mual setiap hari. Pieter sendiri selalu serba salah menuruti istrinya, sampai sampai stres sendiri ketika harus menuruti namun tetap di salahkan.
Angel sendiri juga sering di ajak berdebat oleh Adik iparnya melalui sambungan telpon, dan sampai kualahan sendiri. Alexa tetap memaksa untuk bisa melahirkan bersama Kakak iparnya dan memintanya untuk bersama mengurus anak. Namun permintaan Alexa tersebut tak pernah diketahui oleh Brandon, karena takut akan amarahnya ketika Ia mengganggu pendidikan Angel di Jerman.
Brandon pun tak pernah menghubungi istrinya sama sekali, dan hanya menghubungi Adiknya untuk mencari tahu kondisi kehamilannya. Tuan muda tersebut tetap tak ingin kembali lebih dulu hingga Adiknya melahirkan, yang tak di ketahui jika istrinya juga akan datang.
Sementara di New york, Kenan yang tak henti berpindah negara mencari keberadaan Angel tak menemui sedikitpun titik terang, dan membuatnya frustasi sendiri. Tetap saja lelaki yang setia pada perasaannya itu tak bisa melupakan Angel.
" Apa belum ada kabar? " tanya Kenan pada sekretarisnya.
" Belum Tuan, semua universitas tidak ada catatan tentang Nona Angel " jelas Ricko sudah terus mencari dan berakhir dengan amarah Kenan.
" Apa Kamu sudah mencari di semua makam yang ada? " sendu Kenan namun tetap berharap gadis yang sudah sangat dicintai itu masih hidup.
" Tidak ada data meninggalnya Nona Angel Tuan " sahut kembali Ricko menundukkan wajah.
" Cari! " tegas lelaki frustasi tersebut berteriak.
Tanpa diketahui Kenan, jika Angel sudah mengganti nama dan menyamar selama Ia bersekolah di luar negri. Untung saja Angel sudah memikirkan hal itu sebelum berangkat, dan membuat dirinya aman tanpa gangguan dari keluarga suaminya juga Kenan yang tak henti mencari dirinya seperti buronan.
Baik Gaida ataupun Sasmita juga masih mencari keberadaan Angel, dan terus mengupayakan perjodohan Brandon yang selalu berakhir nihil dan amarah tegas.
Sedangkan Adiyaksa sudah mengetahui kehamilan putrinya, dan memberitahukan pada Gaida dan Sasmita. Namun keduanya tak terima akan kehamilan Alexa dari Pieter, tapi tak memiliki cara memisahkan keduanya yang akan membuat Alexa hancur bersama anaknya. Bagaimanapun juga Gaida dan Sasmita sangat menyayangi Alexa, dan tak ingin gadis satu satunya dalam keluarga itu mendapat nasib buruk.
__ADS_1