Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 174


__ADS_3

Tiba saat dimana Alexa melahirkan, di dalam ruang bersalin Alexa tak henti menangis merasakan sakit dengan di dampingi Olivia juga Pieter. Angel sudah tiba dua hari sebelum Adik iparnya melahirkan, juga ada dalam ruangan tersebut.


" Diam jangan seperti ini " protes Pieter melihat istrinya tak tenang terus merengek dengan berjalan di dampingi Olivia juga Angel.


" Kak, ini menyakitkan jadi jangan bicara seperti itu " protes Angel melihat ke arah Kakaknya.


" Kakak, sudah mau jatuh! ini sudah mau jatuh!" teriak Alexa dalam kesakitan, langsung di hampiri oleh Dokter.


Pieter dan Angel mendampingi Alexa untuk berjuang melahirkan anak pertamanya. Lelaki yang sudah terbiasa melihat seseorang kesakitan itu, bersikap sangat tenang sambil tetap memegang kuat tangan istrinya. Angel berbisik menguatkan disela ucapan Dokter yang memberi aba aba pada Alexa.


Diluar, Olivia sudah menunggu dengan cemas tak henti melangkahkan kaki di dampingi Viena. Sedangkan Darell menjaga Dio di rumah Olivia, karena tak di ijinkan Pieter untuk ikut datang ke rumah sakit, melalui pembicaraannya bersama Olivia di telpon.


Brandon belum juga datang, walau sudah mendengar kabar Adiknya akan melahirkan hari ini. Satu minggu sebelum hari melahirkan, Alexa memang sudah meminta Kakak juga Kakak iparnya datang agar bisa mendampingi dirinya.


Lama proses melahirkan normal, akhirnya terdengar tangis bayi melegakan Olivia langsung duduk bernapas lega. Angel dan Pieter tersenyum sama sama mencium wajah lelah Alexa.


" Aku tidak mau punya anak lagi " lirih Alexa terengah. melebarkan senyum Pieter juga Angel masih memegang telapak tangannya.


Dokter menghampiri Alexa dan memberitahukan jika anaknya perempuan. Tapi tak terlalu mengejutkan Ibu baru tersebut, karena rasa penasarannya sudah membuatnya mencari tahu lebih dulu jenis kelamin bayi yang akan Ia lahirkan.


***


Tiga jam berlalu, Alexa sudah dipindahkan ke ruang perawatan dan di dampingi Angel juga Pieter. Olivia dan Viena harus mengurus beberapa urusan rumah sakit lebih dulu, karena Alexa tak ingin ditinggalkan suami juga Kakak iparnya.


" Aku lelah " lirih Alexa manja pada suaminya.


" Tidurlah, Aku akan tetap disini bersama Angel " lembut lelaki berdiri di dekat ranjang itu mengusap kening istrinya.


" Aku baru bangun masa di suruh tidur lagi? Aku lapar " ucap Alexa mengembangkan senyum Pieter juga Angel.


" Aku carikan makan untukmu ya " lembut Angel memegang sisi paha Adik iparnya.


" Hati hati Angel, beli di sekitar sini saja " ucap Pieter khawatir.


" Iya Kak " senyum Angel dan beranjak pergi.


Masih tetap dengan penyamaran yang tak di buka, Angel keluar dan tanpa sengaja berpapasan dengan suami yang tak mengenali dirinya. Matanya kilas melihat ke arah lelaki dalam balutan kemeja pendek hitam yang tak menatapnya itu.


Brandon cepat masuk dan melihat kondisi Adiknya, dan langsung memeluk tubuh lemah di atas ranjang tersebut penuh kasih sayang.


" Kakak, Aku sakit " manja Alexa di peluk Kakaknya.


" Kalau sakit kenapa tidak mati saja? " goda tersenyum lelaki yang langsung menghampiri begitu sampai bandara.


" Tadi lelah, terus lapar, sekarang sakit. Sebentar lagi berubah apa lagi? " goda Pieter menambahkan dengan tersenyum hanya diberi tatapan sinis istrinya.

__ADS_1


" Dimana anak kalian? " tanya Brandon ingin tahu.


" Di ruang bayi, nanti akan di bawa kemari. Apa Kau... " ucap Pieter terputus akan cubitan istrinya.


" Diam jangan mengatakan apapun " seru Alexa melotot, mengembangkan tanya dalam benak Brandon.


" Why? " penasaran Brandon menatap keduanya bergantian.


" Apa Kau baru tiba? " kilah Pieter.


" Basa basi mu menyebalkan " singkat Brandon masih berdiri di dekat ranjang Adiknya.


Tak terlalu lama, Angel sudah kembali membawa makanan untuk Alexa karena Ia membeli di kantin rumah sakit. Tetap tak mau melihat, Brandon sudah duduk bersama Pieter menyilangkan kaki seraya melipat tangan di depan dada.


" Apa Dia pengasuh anakmu? tidak bisakah Kau mencari sedikit cantik dari itu? " bisik Brandon melihat kilas gadis berambut bob dengan kacamata tebal menyuapi Adiknya, hanya di balas senyuman menahan tawa oleh Pieter.


" Pecat saja, biar Aku carikan yang cantik. Paling tidak Kita bisa melihatnya saat di rumah " bisik kembali Brandon, memecahkan tawa Pieter langsung dipukul keras punggungnya.


" Kakak, apa Kamu mau membunuh suamiku?!" jengkel Alexa mendengar suara pukulan keras, dan cepat Angel menoleh.


" Dia bilang Kita harus mencari pengasuh cantik biar bisa dilihatnya saat dirumah " tawa Pieter sengaja mengatakan keras.


" Apa salahnya? istri juga tidak ada " santai lelaki di samping Pieter tersebut menaikkan kedua bahu.


" Tuan, Anda mencari pengasuh untuk keponakan Anda atau untuk mengasuh dan menemani Anda tidur?!" geram Angel mengeratkan rahang ke arah suaminya, di senyumi oleh Alexa dan Pieter namun membuat Brandon tersentak kaget akan suara familiar tersebut.


" Si jelek ini bagaimana bisa Dia punya suara mirip Angel? " gumam lirih Brandon, kembali ditertawakan Pieter yang mendengar.


" Dasar gila! " protes kesal Brandon terus di tertawakan oleh sahabatnya.


Brandon masih saja tak mengenali istrinya sendiri, karena rok panjang serta kemeja bunga bunga besar yang di kenakan Angel terlihat kuno. Terlibih kawat gigi palsu juga kaca mata tebal, rambut bob dengan poni pendek serta tanda lahir hitam di dagu makin membuanya tak di kenali.


" Kak, kalau Kakak ingin pengasuh cantik dan seksi maka carikan saja tapi Aku tidak tanggung jawab jika Kak Angel tahu dan meninggalkanmu selamanya " ucap Alexa mengancam.


" Siapa peduli, Dia juga tidak akan kembali sampai tujuh tahun " santai Brandon.


" Dia memang pantas ditinggalkan! " jengkel Angel kembali membulatkan mata Brandon akan suaranya.


" Hei jelek! berhenti berbicara! suaramu sangat buruk! " tegur keras Brandon.


" Jelek? buruk? " geram Angel melangkah maju ke arah suaminya yang menggeser tubuh mendekat pada Pieter.


" Apa seperti ini kelakuanmu saat Aku tidak ada?! untuk itu Kamu terus menghindariku?! ternyata memang Kamu selalu mencari wanita cantik dan seksi! dasar mesum! " teriak keras Angel, mengedipkan mata Brandon berulang karena terkejut tak percaya.


" Apa Kau tidak mengenalku?! berani sekali berteriak ke arahku! " teriak Brandon memejamkan kilas mata Angel, dan ditinggalkan Pieter melanjutkan menyuapi istrinya.

__ADS_1


" Dasar gila! Kamu bahkan tidak mengenal istrimu sendiri?! wah, Aku benar benar sangat terluka!" ucap Angel tak percaya, memeperanjatkan Brandon dari duduk.


" A.. a.. Angel? " terbata Brandon tak percaya dengan mata menyipit menunjukkan keraguan.


" Ya! " singkat tegas Angel dalam nada jengkel.


Semua yang melekat pada penyamarannya di buka oleh gadis yang sudah beralih menutup dan mengunci pintu ruang rawat tersebut. Mata Brandon semkin membulat begitu melihat istrinya berdiri di hadapannya. Bergegas Ia melangkah dan memeluk erat tubuh gadis masih jengkel tersebut.


" Akhirnya Aku bisa melihatmu, Aku sangat merindukanmu " sendu tulus Brandon terus mengeratkan pelukannya.


" Jangan bersandiwara, bahkan Kamu tidak membalas pesan atau mengangkat telponku! sekarang malah mau mencari wanita cantik untuk di lihat di rumah?! " Jengkel Angel tanpa membalas pelukan suaminya.


" Bukan Aku, Kakakmu yang mau mencari pengasuh cantik " kilah lelaki sudah melepas pelukan itu dengan menggelengkan kepala.


" Ah, Aku sangat membecimu " lirih Angel mengenakan kembali wig nya.


" Jangan dipakai! " tegas Brandon melarang menahan tangan istrinya.


" Diamlah, atau Aku akan di seret keluargamu dan di cabik cabik!" ucap Angel penuh penekanan dan mengenakan kembali semua penyamarannya.


" Kamu terlihat jelek! itu menjijikan! " tegas jengkel Brandon melotot ke arah istrinya.


" Jangan memandang orang dari fisik, karena itu bisa berubah! tapi lihatlah dari hatinya biar Kamu bisa menghargai! " tegas Angel berbalik membuka kunci pintu.


" Mana ada orang melihat hati, yang ada wajah dulu yang dilihat. Memangnya Kamu mengeluarkan hatimu dan menunjukkannya? " gerutu Brandon, di tatap sinis istrinya.


" Dia benar benar sangat jelek " gumam lirih lelaki sudah duduk bersama istrinya tersebut melirik.


" Jangan menggerutu! apa Kamu tidak ingin menciumku? " jengkel Angel melirik suaminya yang bergidik.


" Siapa mau mencium pagar besi " gumam lelaki tak henti bergidik jijik tersebut.


" Kakak , katakan pada Mama kalau Aku pulang mengambil barang Alexa " pamit Angel.


" Baiklah, hati hati " sahut lembut Pieter.


" A... Aku ikut " beranjak cepat Brandon dari duduk.


" Tidak perlu! cari gadis cantik untuk jadi pengasuhmu sana! " ketus Angel dan pergi, membuat suaminya gelagapan di sela tawa Alexa juga Pieter.


" Kenapa Kalian tidak bilang kalau itu Angel?! dasar menyebalkan! " tegas Brandon mengejar istrinya, tanpa melupakan masker juga kacamata serta topinya.


" Tahu rasa " tawa Alexa bersama suaminya.


Brandon cepat menyusul Angel di parkiran, dan langsung duduk di jok samping kemudi dimana istrinya berada. Alexa memang tak membawa apapun karena terasa mulas ketika Ia tengah bersama Kakak iparnya di rumah Olivia, dan mengharuskan Angel harus kembali membawakan segala kebutuhan Adik iparnya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2