Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 73


__ADS_3

" Apa sakit? " tanya Brandon duduk di samping Angel yang sudah mengambil kaleng minuman dingin dari tangan Pieter dan mengompres wajahnya sendiri.


" Lagipula kenapa Kamu harus menghadang pukulan untuknya, harusnya biarkan saja Dia yang di pukul " tambah Brandon dengan nada jengah sedikit meninggi.


" Angel, biar Aku menggantinya ini sudah tidak dingin " ucap Pieter dengan sengaja tak memperhatikan Brandon yang tengah mengoceh sendiri.


" Tidak Kak, ini sudah lebih baik " sahut Angel tersenyum pada Pieter.


" Apa tidak ada orang lain di sini? " seru Brandon merasa di acuhkan oleh Pieter juga Angel.


Brandon masih dengan semua kata kata jengah yang Ia lontarkan meski tak di anggap oleh Pieter juga Angel yang memilih untuk mengobrol sendiri hingga membuat laki laki di samping mereka benar benar merasa kesal dan berdiri menarik Pieter keluar dari kamar agar Angel tak lagi mengacuhkan dirinya. Setelah berhasil membuat Pieter keluar, lelaki yang tampak begitu kesal dan menggerutu tersebut mengunci rapat pintu dan menghampiri istrinya yang sudah merebahkan diri dengan selimut menutupi tubuhnya.


" Kemari biar ku lihat wajahmu " ucap Brandon yang sudah duduk di atas tempat tidur.


Angel hanya diam dan beralih untuk memunggungi suaminya dan menarik selimut hingga mentupi seluruh tubuh sampai kepalanya membuat suaminya geram.


" Angel! " tegas Brandon menarik selimut yang ditahan kuat oleh istrinya.


" Angel!" tambah Brandon dengan suara lebih kuat.


" Apa? " teriak Angel jengah membuka selimut langsung duduk mengejutkan Brandon hingga tubuhnya mundur dengan mata membulat.


" Jangan bangun tiba tiba! mengejutkan orang saja " gerutu lelaki yang mengusap usap dadanya karena teekejut.


" Lagipula gerakan mendadak seperti itu tidak baik untuk kandunganmu " tambah Brandon.


" Pergilah, Aku mengantuk. Lagipula esok hari pernikahanmu, pergi sana memilih jas untukmu " sahut Angel dengan tatapan mata jengah yang mengejutkan Brandon.


" Apa semua berakhir seperti ini? apa hubungan dan anak ini tidak ada artinya bagimu? " tanya Brandon dengan nada tak percaya.

__ADS_1


Angel kembali diam tanpa menjawab apapun pertanyan suami yang sudah menatapnya dengan tatapan tak percaya atas apa yang Ia dengar dari mulut istri yang sudah berjanji tak akan meninggalkannya.


" Jawab! " teriak Brandon kuat namun Angel masih duduk terdiam tanpa mengeluarkan satu patah kata meski begitu kaget hingga menggerutu dalam hati.


" Oke jika itu maumu, Aku akan pergi " tambah Brandon kesal beranjak dari duduknya.


Angel yang hanya berniat mengerjai Brandon bersama Pieter dengan terus mengacuhkan lelaki yang begitu cepat tersulut emosi tersebut merasa puas ketika suaminya sudah mulai naik pitam namun terlihat begitu menggemaskan bagi gadis yang tengah hamil tersebut. Senyum seraya menahan tawa di kembangkan oleh Angel ketika melihat suaminya benar benar terlihat kesal dan marah. Bahkan berniat untuk pergi meski tanpa membawa satupun barang miliknya.


" Tunggu " seru Angel menghentikan suami yang sudah hampir sampai pintu.


" Apa? " bentak lelaki dengan wajah kesal tersebut menoleh cepat ke arah Angel.


" Kalau pergi, bawa barangmu sekalian " ucap Angel sembari menahan tawa ketika suaminya mengubah ekspresi terkejut pada wajahnya seketika.


" Buang saja " tegas Brandon di sambut tawa terpingkal oleh Angel yang semakin membuat Brandon tak mengerti dan merasa heran dengan tingkah istrinya.


Lelaki dengan sorot mata terheran tersebut menekuk satu kakinya di atas tempat tidur dengan kedua tangan memegangi kedua pundak Angel serta satu kakinya masih bertumpu di atas lantai. Angel meraih tengkuk suami yang menatapnya aneh tersebut lalu memeluknya dengan erat.


" Hm, suamiku " manja Angel membulatkan mata Brandon bertanya tanya dalam hati apakah istrinya sudah gila karena sebuah tamparan yang begitu keras Ia dapat.


" Apa kepalamu sakit? atau terbentur ketika tadi jatuh? " tanya Brandon lirih dengan nada hati hati melepaskan pelukan Angel pelan.


" Kenapa? " tanya Angel heran dengan pertanyaan suaminya.


" Sepertinya Dia benar benar terguncang akan kejadian tadi " gumam Brandon lirih.


" Apa? Apa Kamu pikir Aku gila? " tanya Angel mendengar gumaman lirih Brandon.


" Lalu apa? Kamu marah, tertawa dan manja di waktu bersamaan apa itu bukan gila? bahkan Kamu memintaku menikah! dan Kamu juga mengacuhkanku tadi! " tegas Brandon jengah.

__ADS_1


" Aku sama Kakak sengaja mengerjaimu. Aku sudah menerima tamparan begitu sakit untuk mempertahankan mu, apa mungkin sekarang Aku mengijinkanmu pergi? " jelas Angel tersenyum dengan wajah manja.


" Apa? " seru Brandon dengan ekspresi terkejut tak percaya berusaha menyerap semua perkataan istri yang terus memasang wajah manja.


" Dasar " gumam Brandon menggelitik pinggang istrinya dengan tersenyum.


Lelaki yang begitu kesal karena berhasil dikerjai oleh istri juga sahabatnya itu terus menggelitik gemas pinggang istrinya hingga terjatuh di atas tempat tidur dan berhenti ketika Angel mengingatkan akan kehamilannya.


Sementara Sasmita yang datang dengan penuh amarah melampiaskan amarahnya pada tas yang Ia bawa dan membantingya keras di atas meja kamar hotel dimana Adiyaksa tengah duduk melipat kaki bersama laptop menyala di pangkuannya. Sasmita duduk di samping suaminya dengan raut wajah kesal yang sudah biasa di baca oleh lelaki bertubuh tegap tersebut jika sudah teejadi hal yang mengganggu istri dengan emosi selalu cepat meluap.


" Kenapa lagi? " tanya lelaki dengan paras tampan yang masih fokus pada layar laptop di hadapannya.


" Apa lagi? putramu sudah tidak waras. Dia mengusirku pergi dengan memerintahkan bodyguardnya " jengah Sasmita masih tak terima akan perbuatan Brandon yang mengusir dirinya hanya demi membela Angel.


" Pasti Kamu sudah bertindak berlebihan " sahut Adiyaksa dengan santai karena Ia begitu memahami Brandon yang tak akan mudah melakukan apapun tanpa adanya sebab yang jelas.


" Berlebihan? Dia sudah menikah dan sekarang gadis itu tengah hamil. Bahkan Gadis itu lebih muda dari Adik kandungnya " ketus Sasmita kesal dan mengejutkan Adiyaksa yang langsung melepas kacamata lalu meletakkan laptop di atas meja.


" Dia sudah menikah dan akan punya anak? " tanya Adiyaksa dengan nada tak percaya sembari menatap ke arah istri yang sudah menyandarkan tangan pada sandaran tangan sofa hotel seraya memijat keningnya.


" Ya! " singkat Sasmita dengan nada ketus.


" Bahkan Dia dengan bangga menunjukkan cincin pernikahan juga perut istrinya yang berisi " tambah Sasmita semakin emosi.


Lelaki dengan kemeja abu muda tersebut mengembangkan senyum bahagia karena hendak menjadi seorang Kakek. Adiyaksa yakin jika pilihan putranya tak akan pernah salah dan pastinya Brandon begitu mencintai istrinya karena Adiyaksa paham betul jika putranya bukanlah orang yang mudah jatuh cinta apalagi membuat suatu keputusan besar dalam hidupnya dengan berkomitmen pada suatu hubungan. Ia begitu yakin jika seseorang yang mampu menaklukkan keras hati juga sifat dingin putranya bukanlah gadis sembarangan yang dengan mudah bisa di atasi oleh Sasmita. Adiyaksa meraih ponsel miliknya yang ada di atas meja dan menekan nomor Brandon untuk bertanya langsung akan kabar menggembirakan yang Ia terima melalui kemarahan istrinya.


Brandon yang tengah mandi tak menjawab panggilan dari Adiyaksa dan membuat lelaki tersebut memutuskan sambungan telpon tanpa mencoba nya kembali.


Sementara Angel yang tahu ponsel suaminya berdering tak sedikutpun beranjak dari tempat tidur karena kakinya yang lelah juga tak pernah ingin ikut campur akan urusan suaminya hingga harus lancang mengangkat panggilan telpon dari ponsel milik suaminya tersebut. Meski lelaki yang sudah protes dengan badan lengket dan memaksa untuk mandi tadi sudah memberikan ijin padanya untuk menerima panggilan ponselnya ketika ponsel pribadi miliknya itu berdering, namun Angel tak pernah ingin sekalipun melakukan hal itu dan tetap memberikan privasi bagi kehidupan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2