Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 71


__ADS_3

Rasa nyaman berada dalam dekapan suami yang begitu Ia cintai, tak sedikitpun menggerakkan hidung yang masih terus menikmati aroma tubuh di hadapannya dengan begitu nyaman.


" Angel, ada sesuatu yang harus Aku katakan " ucap Brandon masih mendekap tubuh istrinya yang begitu manja saat ini.


" Apa? " singkat Angel masih terus menikmati setiap aroma yang menenangkan jiwa.


" Aku pernah bertunangan, tapi Aku sudah memutuskannya sebelum Kita menikah " jelas Brandon dengan keraguan dalam hatinya.


" Aku tahu " singkat Angel mengejutkan suaminya.


" Apa? " seru Brandon terkejut hingga setengah berteriak sembari memundurkan tubuh untuk menatap istri yang begitu santai menanggapinya.


" Jangan berteriak, apa Kamu dulu lahir di dalam pengeras suara? " protes Angel mengusap telinganya sembari menatap jengah lelaki yang masih tampak begitu terkejut.


" Maaf, Aku hanya terkejut. Darimana Kamu tahu? apa Kakakmu itu yang memberitahunya? " seru Brandon menggantikan tangan istrinya untuk mengusap lembut telinga yang masih berbunyi akibat suara kerasnya.


" Bukan, Aku tahu saat Kamu marah marah waktu pagi mengusir seseorang " jelas Angel sempat melihat suaminya ketika mengusir Sonya dari rumah yang membuatnya tertegun tak percaya ketika Sonya menyebut jika dirinya tunangan Brandon. Angel memilih untuk diam dan bungkam menunggu lelaki yang terus menidurinya kala itu untuk mengatakannya sendiri. Meski terluka ketika tahu jika lelaki yang Ia cintai memiliki seorang tunangan, Angel masih terus berusaha untuk diam karena Ia hanya seorang gadis yang di beli sehingga tak memiliki hak untuk bertanya apapun pada Brandon hingga Ia memtuskan pergi hanya karena pertengkaran kecil dan berniat tak kembali lagi mengingat jika Brandon sudah memiliki tunangan. Namun hatinya tak kuasa menahan gejolak perasaan yang terlanjur dalam ketika Brandon muncul kembali di saat Ia sedang bekerja di sebuah SPBU dini hari. Meski tahu jika lelaki yang melamarnya kala itu sudah memiliki tunangan, tapi hatinya tak mampu lagi melawan cinta begitu besar terhadap lelaki tersebut dan rela menikah dengan persiapan diri untuk ditinggalkan.


" Kenapa Kamu diam saja kalau tahu semuanya?" tanya Brandon karena Angel bertingkah biasa saja meski tahu dirinya memiliki tunangan.


" Aku tidak memiliki hak atas dirimu, lalu untuk apa Aku bertanya? Aku sudah bersiap untuk meninggalkanmu jika suatu saat Kamu menikahinya karena Aku tahu, Aku hanya seorang gadis yang Kamu beli untuk pemuas " jelas Angel panjang lebar.

__ADS_1


" Jangan bicara seperti itu, Kamu istriku dan selamanya akan menjadi istriku. Jangan pernah berpikir untuk pergi, karena hidupku hanya akan ada Kamu dan anak anak Kita tidak ada orang lain yang akan menggantikan posisimu " ucap Brandon penuh perasaan dengan menatap dalam mata Angel demi meyakinkan istrinya jika apa yang Ia katakan adalah tulus dan jujur dari dalam hati.


" Kamu sudah membuatku seperti ini, jangan meninggalkanku atau Aku bisa gila " tambah Brandon.


Angel menyunggingkan senyum bahagia akan ketulusan ucapan suaminya dan memeluknya erat dengan kepala tepat di bawah dagu suaminya agar Ia bisa mencium leher lelaki yang masih dengan aroma tubuh menenangkan itu.


" Aku lapar " seru Angel menciumi leher suaminya yang kembali terkejut dan heran.


" Bukankah harusnya Kamu bilang cinta bukannya lapar? " protes Brandon heran.


" Aku cinta Kamu tapi sekarang Aku lapar dan cinta tak membuatku kenyang " ucap Angel yang sudah duduk di ats tempat tidur dengan memegangi perut.


Mereka bersiap untuk pergi makan karena Angel yang bosan dengan masakan resort. Istri yang tetap tak mengijinkan suaminya untuk mandi meski sudah merasa begitu lengket langsung mengajaknya keluar dengan melingkarkan tangan di lengan suaminya manja yang tak lupa Ia menghampiri Pieter untuk makan bersama juga bodyguard yang lainnya karena Angel tak ingin membiarkan mereka terus bekerja sementara Ia makan.


Setelah hampir tiga jam mengisi perut Angel minta gendong belakang oleh suaminya karena kaki yang teramat lelah berjalan, meski Ia sendiri yang meminta untuk berjalan dan makan di dekat pantai sekitar resort mereka tinggal.


" Apa Kamu tidak mula mencium baunya? kelihatannya Dia belum mandi" goda Pieter ketika Angel asik menciumi tengkuk suaminya sembari terus melingkarkan tangan di dada lebar lelaki yang menatap sinis pada Pieter.


" Dia yang melarang ku mandi " jengah Brandon ke arah Pieter.


" Ha? " seru Pieter terkejut aneh mendengar jawaban Brandon yang diperkuat oleh senyum serta anggukan dari Angel.

__ADS_1


Pria yang berjalan mengiringi Pieter juga Angel tersebut masih menampakkan wajah heran melihat Angel begitu menikmati ketika mencium aroma di tengkuk suaminya.


" Cinta benar benar aneh, busuk pun terasa wangi " gumam Pieter lirih seraya menggelengkan kepalanya heran.


Dengan sedikit bercanda bersama Pieter, Angel masih terus menciumi tengkuk suaminya meski lelaki yang menggendongnya itu harus terus menggerutu geli atas perbuatan istri manjanya. Tawa mereka bertiga yang tampak akrab mengejutkan kedua mata yang terus mengawasi mereka dari kejauhan penuh sinar emosi tersorot dari mata tersebut. Langkah yang masih begitu santai di langkahkan Brandon juga Pieter makin membuat geram dua orang tersebut dan menghampiri ketiganya.


" Brandon " tegas seorang wanita paruh baya dengan usia kepala empat namun kecantikan serta kemolekan tubuhnya masih begitu terjaga dengan aura elegan mengukir di wajah putih bersihnya.


" Mom? " seru Brandon santai semakin mengeratkan gendongan Angel agar gadis kecilnya tak turun karena tengah lelah.


" Tante " tegur Pieter sedikit khawatir akan terjadi sesuatu pada Angel.


Angel mencoba untuk turun, namun tangan kuat Brandon mencegahnya dengan terus menahan kaki istrinya meski gadis tersebut sedikit memberontak dan di tahan oleh Pieter pada punggungnya agar tak sampai terjatuh. Sonya tak mampu menyembunyikan rasa kesal melihat Brandon menggendong Angel dengan tersenyum yang bahkan untuknya menggandeng Brandon saja selalu dihempaskan oleh lelaki yang masih kuat mempertahankan Angel di punggungnya. Sonya mencoba menarik tangan Angel kuat yang di tahan oleh Pieter beriringan tatapan tajam Ia sorotkan pada Sonya layaknya singa hendak melahap buruannya.


" Jangan pernah berani menyentuhnya! " tegas Pieter penuh tatapan tajam mematikan hingga membuat Sonya merasa takut dan melepaskan tangan dari genggaman Pieter yang terasa kuat menekan.


" Brandon, turunkan Dia. Berhentilah main main dan lihat betapa menderitanya tunangan mu melihatmu seperti ini " ucap Sasmita dengan nada santai namun tegas.


" Aku pikir Dia sudah memberitahu jika tunangan itu sudah lama berakhir " seru Brandon berjalan melewati Ibu serta wanita yang begitu jengkel untuk masuk ke dalam kamarnya bersama dengan Pieter yang mengikuti demi menjaga keamanan Angel akan amukan yang mungkin terjadi nanti.


Sasmita menatap tak percaya akan apa yang dilakukan Brandon melewatinya begitu saja sambil terus menggendong tubuh Angel tanpa sedikitpun melepaskannya. Gadis yang dengan ragu memeluk suaminya itu menundukkan wajah demi menghindari tatapan sinis dari Sonya juga Sasmita. Rasa takut dalam dirinya terlukis jelas pada wajah cantik yang langsung berubah ekspresi begitu Ia melihat sorot mata Sasmita juga Sonya dan dengan cepat di mengerti Pieter jika Adiknya tengah begitu ketakutan saat ini.

__ADS_1


__ADS_2