Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 176


__ADS_3

Di rumah sakit, Pieter meminta Olivia untuk pulang bersama Viena karena mendapat kabar jika Adiyaksa, Sasmita juga Gaida sudah dalam perjalanan ke rumah sakit. Tak mengatakan alasan sebenarnya untuk meminta Mama tercintanya pulang, Pieter sengaja berkilah untuk meminta wanita sudah terjaga semalaman itu untuk beristirahat di rumah. Namun Pieter menjelaskan alasan sebenarnya pada Viena, dan mewanti wanti bodyguard canyik tersebut agar tak membiarkan Olivia mengunjungi rumah Brandon.


Tanpa kecurigaan, Olivia menuruti saja keinginan putranya. Ia meninggalkan Alexa di ruangannya tengah memberikan ASI pada putri cantiknya. Seorang suster masih mendapingi Ibu muda tersebut, karena terlalu kaku untuk menggendong bayi pertamanya. Selama memberikan ASI juga tak sekalipun Alexa berhenti mengeluh, akan rasa sakit pada dadanya. Tapi Pieter tetap meminta istrinya memberikan ASI dan melarang memberikan formula pada bayi mereka.


Baru beberapa lama Pieter mengantar Olivia ke tempat parkir, Gaida sudah tiba dan memasuki ruangan Alexa bersama Sasmita juga Adiyaksa.


" Untung saja " lega Alexa begitu melihat ketiganya masuk dalam ruangan, dan menyambut mereka dengan senyuman.


" Sayang, selamat untuk mu " ucap tulus Adiyaksa mencium kening putrinya yang masih mencoba memberikan ASI dengan bantuan perawat.


" Daddy, tubuhku lebar " memelas Alexa dibalas senyuman pada wajah berhias kacamata tersebut.


" Kakakmu tidak pulang?! " tegas Gaida.


" Pulang, tapi sekarang di rumah menyiapkan kamar bayi " malas Alexa menjawab tanpa menatap wanita tua di samping ranjang tersebut.


" Alexa, cari pengasuh untuk putrimu jangan mengasuhnya sendiri " ucap Sasmita berdiri di samping suaminya.


" Alexa akan mengasuh anak Kami sendiri, agar Dia bisa menjalin perasaan dengan putrinya " ucap Pieter begitu memasuki ruangan istrinya.


" Daddy setuju hal itu, biar Dia tidak menjadi Ibu yang kejam " senyum Adiyaksa memeluk menantunya.


" Aku tidak berharap bertemu denganmu di momen bahagia ini! " sinis Gaida masih jengkel karena di dorong oleh Pieter dan tak memiliki kesempatan membalas.


" Tahanlah atau Anda bisa pergi " santai lelaki masih berdiri bersama Adiyaksa itu, membuat geram Gaida juga Sasmita.


" Dasar kurang ajar! " tegas Sasmita tanpa menatap menantunya.


" Oma, Mommy kalau kalian hanya ingin memcari keributan lebih baik datang saat sudah tenang. Tidak baik untuk putriku mendengar kalian seperti ini " ucap Pieter melawan.


" Oma, Mommy cukup. Apa tidak cukup membuat Kakak menderita dengan berpisah dari istrinya? apa Kalian juga ingin Aku berpisah dari suamiku karena keras hati kalian?! " tegas Alexa.


" Kamu sudah mirip dengan Kakak mu sekarang! lihatlah Dia setiap hari hanya menderita karena ulahnya sendiri! " jengkel Sasmita pada putrinya.


" Hentikan! " tegas Adiyaksa menunjukkan kejengkelannya.

__ADS_1


Kedua wanita masih geram tersebut menghentikan ucapan mereka seketika, melihat ekspresi Adiyaksa begitu jengkel ingin marah. Baik Pieter ataupun Alexa sama sama tak mengharapkan kehadiran Gaida juga Sasmita di tengah kebahagiaan mereka, namun mengingat mereka adalah keluarga terpaksa harus di terima walau ingin sekali mengusir karen tak mau mereka membuat Brandon uring uringan tiap hari.


***


Siang hari di rumah Brandon sudah berjajar pelayan juha Santos serta Brandon juga Ngel dalam penyamaran. Semua menyambut kehadiran Putri pertama lelaki yang menuntun perlahan istrinya memasuki rumah. Seluruh penghuni rumah bak istana itu, memberikan selamat pada Pieter juga Alexa atas kelahiran bayi cantik mereka. Brandon pun tak melepaskan senyum dalam ekspresi bahagianya.


" Apa Kau pengasuh yang di bayar di sini?!" sombong Gaida ke arah Angel yang berdiri di samping Santos, di tatap jengkel Brandon mengeratkan rahang kuat.


Angel hanya mengangguk dan tersenyum seraya sedikit membungkukkan badan di hadapan Gaida.


" Apa Kau bisu?! " tegas kembali Gaida di angguki oleh Angel, mengejutkan Brandon juga Pieter dan Alexa.


" Dasar bodoh! gendong cicitku! jangan hanya berdiri dan tersenyum dengan wajah menjijikkanmu! " tegas sombong Gaida, makin membuat Brandon juga Pieter geram melihat Angel di perlakukan buruk.


Angel meraih tubuh bayi dalam dekapan Adiyaksa, karena Alexa belum bisa menggendong dan Sasmita tak mau membuat pakaiannya kusut karena menggendong.


" Hati hati nak " ucap lembut Adiyaksa melepaskan perlahan yubuh cucu pertamanya.


Angel membawa keponakannya masuk ke dalam lift, namun di larang oleh Sasmita karena tak ingin satu ruangan dengan pelayan di lift. Angel pun menaikki anak tangga dengan menggendong keponakannya, di dampingi pelayan. Terasa menyakitkan bagi ketiganya melihat Angel di perlakukan seperti itu, namun tak bisa membela karena tak ingin usaha Angel sia sia.


" Brandon, apa Kamu berkencan? kenapa lehermu ada bekas ciuman? " terkejut Adiyaksa berbisik pada putranya.


" Aku berkencan dan tidur dengan wanita semalam, Aku masih normal Dad " sengaja Brandon mengatakan keras agar di dengar Sasmita juga Gaida.


" Baguslah, paling tidak Dia sudah melupakan istri tidak bergunanya itu " seru Sasmita tak ingin dijawab oleh Brandon.


Angel memasuki kamar Alexa bersama dua pelayan, dan meletakkan bayi pada box pink muda yang di sediakan suaminya.


" Tetap duduk di depan kamar, dan jangan pernah beranjak dari sana agar Kau tahu kapan cucuku menangis! " perintah Sasmita menunjuk ke arah kursi putih ada di antara kamar Brandon dan Alexa, dan di angguki juga senyuman oleh Angel beranjak keluar.


" Dia manusia! bagaimana Dia hanya duduk dan tidak tidur?! "tegas Brandon mengepalkan tangan.


" Jangan pernah mengatur siapapun yang ada di rumah ini, karena ini rumah ku dan hanya aturanku yang berlaku! " tegas kembali Brandon.


" Kamu memaki Kami hanya karena pengasuh?! " tak percaya Gaida.

__ADS_1


" Bukan karena pengasuh, pelayan atau pengawal! tapi mereka orangku! jadi jangan pernah ikut campur dengan aturanku di sini! " tegas Brandon dan pergi keluar tak mau terus melanjutkan perdebatan tiada henti.


Matanya sendu melihat istrinya duduk meletakkan tangan di atas pangkuan, dengan mata menatap ke arah ruangan lantai bawah melalui pembatas dekat kursi. Tak bisa menghampiri karena adanya Gaida dan Sasmita, Brandon memilih memasuki kamarnya dan mengunci dari dalam.


" Aku mohon Kamu tenang " batin Angel melihat kamarnya tertutup oleh suami sudah masuk lebih dulu.


Banyaknya keributan karena Sasmita juga Gaida memaksa Alexa mengusir keduanya dari kamar, karena tak ingin putrinya terganggu. Melalui Adiyaksa dan berkilah ingin tidur, Alexa mau semua orang keluar dan meminta suaminya memanggil Angrl ke dalam.


" Maafkan Aku Kak Angel, Kakak harus di perlakukan seperti itu karena Aku " tulus Alexa begitu keluarganya keluar dan hanya tinggal Pieter, Alexa dan putri mereka di dalam.


" Tidak Alexa, ini bukan salahmu. Beruntung mereka menganggapku prngasuh anakmu, jadi Aku tetap bisa di sini bersama kalian " senyum Angel dalam pelukan Adiknya.


" Kamu memang gadis tegar Angel, Kakak yakin Kamu bisa melewati semua ini " tulus Pieter berdiri memegang ujung kepala Adiknya.


" Bisakah kalian menasrhati suamiku agar tak marah marah terus? Aku tidak mau Dia sakit " pinta tulus Angel melepas pelukan Adik iparnya.


" Iya Kak, Kami akan bicara pada Kak Brandon " tulus Alexa menyeka air matanya.


" Terimakasih " senyum Angel tulus menatap bergantian Alexa juga Pieter.


Angel meminta Adik iparnya beristirahat, dengan dirinya menjaga bayi tengah terlelap dalam box tersebut. Pieter lebih dulu berpamitan keluar untuk menghampiri Adiyaksa di bawah, karena ingin mendampingi mertua penyabarnya.



Angel



Brandon



Alexa


__ADS_1


Pieter


__ADS_2