Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 60


__ADS_3

" Jangan menangis " seru Brandon merasakan dada Angel yang terisak.


Brandon menarik lembut tangan Angel dan membawanya duduk disampingnya dengan mata menatap lembut ke arah Angel yang menundukkan wajah dalam air mata. Tangan suami yang tak kuasa melihat air mata istrinya mulai menyeka pipi basah Angel dengan lembut dan penuh perasaan. Ia mengangkat dagu Angel untuk mengecup kening gadis kecilnya yang mencoba menghentikan air mata tersebut.


" Jangan menangis lagi, Aku ingin Kamu bahagia di hadapanku bukan menangis Angel " ucap Brandon lembut menggenggam kedua telapak tangan istrinya.


" Aku takut Kamu seperti Mama, Aku tidak ingin melihatmu seperti ini " sahut Angel kembali menitikan air mata mengingat Olivia yang hampir mati karena candu alkohol yang merusak jantungnya.


" Tidak, Aku tidak akan minum lagi tapi Aku mohon jangan menangis lagi " ucap Brandon merasa hatinya begitu terluka katika Angel menitikkan air mata.


Angel memeluk erat tubuh Brandon dengan perasaan takut jika Ia harus menghadapi ujian kehidupan akan melihat kembali orang yang Ia sayangi terbaring lemah di rumah sakit hanya karena pengaruh alkohol yang bisa merenggut nyawa mereka kapanpun. Ia tak ingin kehilangan ayah dari anaknya itu dan memilih mengesampingkan perasaan yang terluka atas apa yang sudah dilakukan suaminya dengan begitu kejam di hadapannya hingga membuatnya harus pergi meninggalkan Brandon.


" Bantu Aku untuk berhenti dan menjadi lebih baik " gumam Brandon dalam pelukan Angel sembari mengusap lembut rambut istrinya yang terikat setengah itu.


Angel menganggukkan kepala yang Ia letakkan pundak suaminya.


" Kamu harus makan sekarang, Aku sudah memasak untukmu " seru Angel melepaskan pelukannya dari Brandon.


" Aku tidak lapar, nanti saja kalau sudah terasa lapar " sahut Brandon karena pengaruh alkohol menghilangkan nafsu makannya.


" Apa Kamu mau membuatku sedih lagi? Aku sudah memasaknya untukmu " ucap Angel memasang wajah sedih agar suaminya mau makan karena Santos yang menyampaikan jika Brandon tak pernah makan nasi dan hanya mengisi perutnya dengan minuman setiap hari.


Brandon membalas dengan gelengan kepala dan mata membulat mengisyaratkan Ia tak ingin jika istrinya kembali bersedih. Gadis kecilnya yang mulai melebarkan senyum, menarik lengan Brandon usai merapikan rambut yang terlihat berantakan tersebut lalu mengajaknya turun kebawah dan makan.


" Kamu tunggu sini, Aku ambilkan makan "ucap Angel membantu suami yang Ia gandeng daritadi untuk duduk di ruang tamu bersama Pieter, Santos dan Viena yang terus menatap mereka berdua daritadi.


" Iya " singkat Brandon tersenyum ke arah Angel yang menunjukkan perhatiannya.

__ADS_1


" Apa amarahmu sudah hilang? " goda Pieter tersenyum ke arah Brandon yang duduk dengan terus menatap Angel pergi ke meja makan.


" Hm, kenapa Dia di sini? " seru Brandon terkejut ketika menoleh ke arah Pieter dan melihat wanita yang terus menghalanginya bertemu dengan Angel.


" Saya pengawal pribadi Nona Angel, kemanapun Ia pergi Saya akan selalu ikut " tegas Viena menatap tajam ke arah Brandon layaknya seorang bodyguard yang siap memangsa.


Brandon melirik Viena dengan jengah dan mengubah posisi memunggungi Viena yang duduk di sofa ujung. Pieter serta Santos tersenyum menahan tawa ketika melihat Brandon begitu tak menyukai Viena hingga memunggungi wanita yang terlihat gagah meski memiliki tubuh layaknya model.


Tak lama, Angel sudah kembali bersama salah seorang pelayan yang membawa nampan dengan tatanan piring berisi makanan serta satu gelas air putih menghampiri Brandon di ruang tamu lalu melingkarkan tangan ke lengan suami yang terus menggerutu kesal akan adanya Viena di sana.


" Kamu mau ajak Dia kemana ?" tanya Pieter melihat adiknya mencoba menarik tubuh sahabatnya agar beranjak dari duduk.


" Aku mau menyuapinya di taman Kak, biar mendapat udara segar disana " sahut Angel tersenyum dan mengejutkan Brandon ketika istrinya memanggil Pieter Kak.


" Kak? siapa? Dia? " tanya Brandon dengan mata membulat mengarahkan pandangan ke Pieter yang tersenyum sambil menyangga kepalanya dengan tangan yang bersandar di sandaran tangan sofa.


" Iya, kenapa? tidak suka? " tanya Pieter dengan nada santai.


" Harus mau, kan Kak Pieter sekarang Kakakku, jadi Kamu Adik iparnya " goda Angel tersenyum melihat wajah jengah suaminya.


" No " singkat Brandon melirik tajam ke arah Pieter dan membawa istrinya pergi ke arah taman.


Pieter dan Santos bersyukur dapat kembali melihat adanya aura kehidupan dari wajah tampan Brandon, pasalnya lelaki pemarah tersebut selalu menampakkan aura layaknya mayat hidup semenjak kepergian Angel. Cinta kasih serta kelembutan istri yang dengan sabar menghadapi Brandon, mampu menenangkan emosi serta keras kepala Tuan yang tak pernah suka mendengarkan siapapun itu.


Pelayan yang mengikuti langkah Nyonya serta Tuannya tersebut meletakkan piring di atas meja akar taman lalu meninggalkan kedua majikannya di sana. Angel meraih piring berisi makanan tersebut dan menyuapi suaminya dengan lembut dan sabar.


" Bagaimana bisa Dia jadi Kakakmu? " tanya Brandon sembari mengunyah makanannya.

__ADS_1


" Dia bukan sekedar Kakak tapi malaikat penolong buatku " sahut Angel santai sembari menata kembali makanan di atas sendok dan membulatkan mata Brandon tak percaya.


" Aku tinggal bersamanya selama ini, Dia yang menolongku ketika Aku berlari malam itu dan menganggapku sebagai pengganti adiknya yang sudah tiada " jelas Angel menjelaskan.


" Dia? Kamu tinggal sama Dia? jadi pria yang membawamu kabur juga menyewa pengawal itu juga Dia? " tegas Brandon setengah berteriak tak percaya dengan apa yang Ia dengar seraya bangkit dari duduknya.


" Iya, harusnya Kamu berterimakasih bukannya marah " sahut Angel meraih tangan suaminya memintanya duduk kembali.


" Bodohnya Aku tidak mengenalinya sama sekali " gumam Brandon kesal.


" Memang Kamu bodoh, kalau Kamu pintar tidak mungkin Kamu akan mabuk setiap hari " seru Angel dengan nada jengkel mengambil makanan seraya mengetuk piring dengan sendok.


" Iya Aku bodoh karena takut kehilangan Kamu sama anak Kita " sahut Brandon memegang perut Angel dengan lembut.


" Maaf karena telah meragukan Kamu dengan anak ini, Aku berjanji akan menjaga kalian berdua dengan nyawaku " sendu Brandon tiba tiba menatap perut datar dengan buah cinta mereka di sana.


" Aku juga minta maaf telah melakukan hal bodoh dengan membayar wanita lain sengaja untuk membalasmu " tambah Brandon menunduk akan penyesalannya.


" Sudahlah, biarkan semua berlalu yang terpenting sekarang Kamu harus bisa berhenti minum dan menjalani kehidupan yang sehat " sahut Angel memegang pipi suaminya yang terlihat sedih dan menyesal.


" Terimakasih Angel Kamu memang berhati malaikat, Aku tak akan pernah menyia nyiakan Kamu lagi. Aku sangat mencintaimu Angel " ucap Brandon meraih tangan Angel di samping wajahnya dan mencium tangan lembut tersebut penuh perasaan.


" Oke, kalau Kamu cinta sama Aku habiskan makanmu dan akan Aku ambilkan lagi. Kamu harus menghabiskan semua yang Aku masak " seru Angel semangat melebarkan senyumnya di sambut senyum di wajah tampan Brandon dengan menggelengkan kepala menandakan Ia tak mau menambah makannya lagi.


Seorang istri yang masih dengan sabar dan penuh maaf tersebut melanjutkan untuk menyuapi suaminya dengan tatapan Pieter dan Santos dari pintu rumah mengembangkan senyum bahagia mereka menyaksikan kebersamaan Angel dengan Brandon yang lebih tenang tak seperti kemarin kemarin setiap hari minum, marah dan membanting semua barang di rumah.


" Sepertinya mereka butuh honeymoon" gumam Pieter berdiri di samping Santos.

__ADS_1


" Anda benar Tuan " sahut Santos tersenyum dengan mata masih menatap pasangan yang begitu terlihat bahagia dengan tawa yang tampak dari kejauhan.


Meski apapun yang terjadi kelak, Angel tak akan mau meninggalkan suaminya dan tetap setia berdiri di samping Brandon serta menggenggam tangan lelaki tersebut untuk melangkah bersama menghadapi setiap masalah yang mungki akan menerpa kehidupan rumah tangga mereka. Ia tak akan membiarkan suaminya terjerumus dalam minuman keras yang menghancurkan kehidupan serta kesehatannya lagi.


__ADS_2