Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 70


__ADS_3

" Ada apa dengan Angel? " tanya Pieter khawatir pada Brandon yang tengah duduk di samping kepala Angel sembari mengusap lembut rambut istri yang tengah di periksa oleh Dokter.


" Aku baik baik saja Kak " sahut Angel tersenyum ke arah Pieter yang masih berdiri di samping Brandon.


Brandon dengan rasa khawatirnya masih setia mendampingi Angel tanpa menjawab sedikitpun pertanyaan Pieter.


" Saat rahim tumbuh besar untuk menyesuaikan kehamilan kembar maka akan lebih sering terjadi kram seperti ini, jadi ini bukan sesuatu yang perlu di khawatirkan Tuan. Namun lebih jelasnya Anda bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit " jelas Dokter panjang lebar dan mengejutkan ketiganya.


" Apa? kembar? " teriak Brandon, Pieter dan Angel bersamaan membingungkan wanita dengan blouse putih yang masih duduk di atas ranjang Angel


" Iya, Nyonya sedang hamil bayi kembar Tuan " jawab Dokter yang masih menatap heran pada ketiganya.


" Apa Anda yakin? " tanya Brandon masih dengan wajah terkejut namun bahagia.


" Saya yakin seratus persen Tuan, Anda bisa membawa Nyonya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut " sahut Dokter yang tersenyum dengan kedua lesung pipi menghiasi wajahnya.


Dengan bahagia Brandon memeluk tubuh Angel yang masih terbaring di atas tempat tidur masih membulatkan mata tak percaya. Pieter diminta Brandon mengantarkan Dokter hingga ke depan karena Ia masih ingin bersama dengan istri juga dua calon anaknya.


" Terimakasih Angel, Aku bahagia sangat bahagia " seru Brandon tersenyum ke arah istrinya yang tersenyum penuh takjub akan berkah yang Ia dapatkan.


" Aku cinta Kamu Angel " tambah Brandon memeluk kembali istrinya lalu mencium lembut setiap bagian wajah Angel.


Pieter bahagia melihat Angel juga Brandon yang berbahagia sekarang hingga Ia lupa akan kehadiran Sasmita yang mungkin sudah sampai sekarang. Ia menghampiri Angel dan mengucapkan selamat pada Adik serta sahabatnya.


" Berhentilah minum, atau Adikku akan menjadi janda dua anak " ucap Pieter mengingatkan Brandon yang meliriknya jengah.


" Tahu " singkat Brandon sinis.

__ADS_1


" Kaka benar, Aku tidak ingin membesarkan mereka sendiri" sahut Angel juga khawatir akan kesehatan suaminya.


" Iya, tapi jangan panggil Dia Kakak, telingaku panas mendengarnya " protes Brandon mengembangkan senyum Angel juga Pieter bersamaan.


Kebahagiaan yang menyelimuti Angel, Brandon juga Pieter akan anugrah terbesar dalam hidup mereka. Suatu kabar yang bahkan lebih berharga dari segala harta yang Ia punya tak henti mengembangkan senyum dari wajah tampan Brandon. Kehidupannya terasa begitu lengkap dengan adanya Angel yang mengubah hidup dengan banyaknya warna ceria dan kini bertambah dengan hadirnya calon buah hati kembar mereka.


" Bisakah Kita bicara sebentar? " bisik Pieter pada Brandon yang tak henti mengusap lembut perut istrinya.


" Oke" singkat Brandon merasa jika ada hal benar benar penting ingin di sampaikan sahabatnya.


" Sebentar ya, Aku akan segera kembali " tambah Brandon lembut pada Angel lalu mencium kening istri yang masih berbaring di atas tempat tidur dengan tersenyum seraya mengangguk.


" Kakak keluar sebentar ya " pamit Pieter diiringi lirikan sinis Brandon sembari bergumam kesal ketika sahabatnya benar benar mengukuhkan diri sebagai Kakak dari istrinya.


" Iya Kak " jawab Angel tersenyum.


Pieter tak ingin menyampaikan tentang Sasmita dan lainnya di depan Angel dan dengan sengaja mengajak lelaki yang masih mengenakan celana pendek santai itu ke depan lalu menutup rapat pintu dimana Angel merebahkan diri dengan penuh tanya Ia kembangkan dalam pikiran akan alasan Kakaknya mengajak keluar Brandon.


" Kenapa? " singkat Brandon begitu mereka telah menutup rapat pintu kamar Angel.


" Ada beberapa yang tak bisa ku kendalikan, Orangtuamu sedang perjalanan kemari dan mungkin saja mereka akan segera sampai " jelas Pieter tak sekalipun mengejutkan Brandon yang sudah bisa menebak hal tersebut dari sorot mata sahabatnya.


" Biarkan saja, tidak ada yang perlu Aku tutupi lagi. Kau tahu kan bagaimana cara mereka menggunakan namaku? sama sekali tak membuatku heran akan hal itu " sahut Brandon dengan santai.


" Tentu, dan Kau juga tahu bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan bukan? " ucap Pieter mengingatkan sahabatnya yang tampak begitu tenang.


" Tentu " singkat Brandon kembali dengan nada tak kalah santai dan tenang.

__ADS_1


" Apa Kau sudah punya rencana? " tanya Pieter penasaran ketika mendapati sahabatnya begitu tenang menghadapi permasalahan yang mungkin akan menjadi badai besar dalam rumah tangganya.


Brandon hanya menyunggingkan senyum seraya menggelengkan kepala menandakan jika dirinya tak memiliki kesiapan apapun dalam menghadapi Sasmita ataupun Sonya beserta orangtuanya nanti. Melihat ekspresi Brandon, sahabat juga sekretarisnya tersebut mulai menyunggingkan senyum sinis seraya menggelengkan kepala dengan sepenuhnya percaya pada Brandon ketika ekspresi menyebalkan itu muncul. Sikap tenang Brandon lebih mengerikan daripada sikap kasar dan arogan yang selalu Ia tunjukkan ketika marah.


" Pergilah, Kau mengganggu di sini " seru Brandon dingin ke arah Pieter agar istrinya tak lagi memanasi telinganya dengan berulang memanggil Pieter Kakak.


" Aku menunggu Adikku di sini bukan Kau " sahut Pieter yang masih berdiri di depan Brandon.


" Terserah " singkat Brandon masuk ke dalam kamar meninggalkan Pieter di depan.


Pieter pergi meninggalkan kamar Angel menuju ke ruangan yang sudah di sediakan oleh pemilik resort untuknya tak jauh dari tempat Angel juga Brandon agar jika terjadi sesuatu Ia bisa lekas menemui mereka.


" Kamu mau kemana? " tanya Angel begitu suaminya masuk dan langsung menuju ke kamar mandi.


" Aku mau mandi, Kamu nanti mual bau keringatku " sahut Brandon.


Angel menggelengkan kepala dengan memasang wajah manja ke arah Brandon tak ingin suaminya untuk pergi mandi karena menyukai aroma tubuh maskulin Brandon yang sudah bercampur dengan keringat.


" Kemari" manja Angel mengarahkan kedua tangannya ke arah Brandon layaknya anak kecil yan minta untuk di gendong.


Lelaki yang sudah melepas kaosnya itu berjalan menghampiri Angel dan langsung memeluk istri dengan tatapan manjanya.


" Aku suka bau ini, jangan mandi dulu " pinta Angel menikmati setiap aroma tubuh suaminya membuat Brandon tersenyum sembari memeluk tubuh Angel yang masih berbaring.


Entah mengapa aroma parfum yang telah bercampur dengan keringat begitu sangat di sukai oleh Angel dan mampu menenangkan jiwanya seperti sebuah hipnotis ketika aroma sangat maskulin itu dengan begitu menenangkan menyusup ke dalam hidung mancung gadis berwajah cantik nan putih bersih itu.


" Aku benar benar penasaran dari dulu, kenapa Kamu begitu suka aroma tubuhku setelah berkeringat bahkan setelah seharian Aku bekerja? " tanya Brandon dengan tubuh mulai berbaring mendekap erat istri yang masih begitu nyaman mencium aroma di dada bidang tersebut.

__ADS_1


" Kenapa? bau Kamu seperti ini itu seksi dan memabukkan melebihi alkohol yang sering Kamu minum " seru Angel semakin mengeratkan pelukan pada pinggang suami yang tersenyum geli mendengar jawaban Angel.


__ADS_2