Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 88


__ADS_3

Mobil yang membawa Brandon juga Angel berhenti di sebuah ruko dimana ada rombong dengan spanduk kuning bertuliskan " Ketoprak Mang Aat" berwarna merah terang di sana. Terlihat sederhana karena berdiri di depan ruko yang sudah tutup dengan beberapa meja lesehan beralaskan karpet warna hijau di samping rombong berwarna coklat tersebut. Terlihat sederhana namun ramai pengunjung yang siap mengantri untuk menikmati rasa ketoprak yang paling terkenal enak di daerah tak jauh dari rumah Pieter.


" Kenapa berhenti? " tanya Brandon dingin pada Yudha yang masih menyalakan mesin mobil tepat di seberang warung ketoprak lesehan dengan nyala lampu sangat terang.


" Kita sudah sampai Tuan " jawab Yudha sopan tanpa menoleh ke belakang.


Brandon mengernyitkan kedua alisnya sembari menatap sekitar tempat penjual ketoprak yang di sarankan oleh sahabatnya. Mata yang tak percaya jika tempat makan yang dimaksud oleh Pieter hanyalah sebuah warung lesehan sederhana bahkan terkesan berantakan juga kumuh bagi lelaki yang terbiasa makan di restoran mahal tersebut. Terlebih saat Ia menatap tempat cuci piring yang hanya menggunakan tiga ember berada di bawah samping rombong dengan area paving yang terlihat becek membuat lelaki tersebut memejamkan mata sembari memijat kening tak percaya jika sahabatnya pernah membelikan istrinya makanan di tempat seperti itu.


" Kenapa? ayo turun " ajak Angel menarik tangan suaminya yang tertahan kuat tak ingin turun dan makan di tempat seperti itu.


" No! Kita pergi ke tempat lain " seru Brandon tegas membuat istri yang amat menginginkan ketoprak seperti yang dibelikan Kakaknya itu merasa sedih.


" Tapi Aku mau makan itu " rengek Angel memasang wajah sedih ke hadapan Brandon.


" Kamu tidak lihat tempatnya? itu jorok Angel " sahut lelaki yang tetap tak ingin turun dari mobil itu.


" Bagaimana bisa Dia membelikan mu makan di tempat seperti ini " gumam Brandon kesal pada sahabatnya.


" Ya udah Kita pulang, tidak perlu makan !" ucap Angel dengan nada kesal.


" Angel, Aku tidak mungkin memberimu makan ditempat seperti ini apalagi Kamu sedang hamil dan kebersihan makanan Kamu harus terjamin " jelas lelaki yang mencoba membujuk istri dengan raut wajah kesal di sampingnya.


" Pak Yudha Kita pulang saja " ucap Angel lembut pada Yudha tanpa memperdulikan ucapan suaminya.


" Baik Nyonya " sahut Yudha menjalankan kembali kendaraannya.


" Terserah! " ucap Brandon tegas dan memalingkan wajah dari istri yang masih terlihat jengkel.


Dengan raut wajah jengkel karena keinginannya tak di turuti oleh suaminya beriringan dengan air liur yang seakan ingin menetes dari mulut gadis dengan bayangan rasa ketoprak yang begitu ingin Ia nikmati. Angel terus menggerutu sambil mengusap perutnya membuat lelaki yang meliriknya diam diam menjadi tak tega dan dengan terpaksa meminta pengawal yang mengikutinya di belakang untuk membelikan satu bungkus ketoprak melalui sebuah pesan singkat yang Ia kirim.

__ADS_1


Dalam perjalanan pulang, Angel terus saja diam menatap ke arah luar jendela dengan terus mengusap lembut perutnya hingga mereka sampai di rumah dan mendahului suaminya untuk masuk ke dalam rumah tanpa menunggu Yudha ataupun Brandon membukakan pintu untuknya.


" Apa semua orang hamil seperti itu? " tanya lelaki yang memperhatikan istrinya pergi dengan berjalan cepat.


" Saya kurang tahu Tuan " sahut Yudha yang belum menikah tersebut.


Brandon melangkahkan kaki seraya membuang napasnya kasar begitu Yudha telah membukakan pintu untuknya. Santos yang menyambut kedatangan Tuannya itu menatap heran karena kedua majikan yang ketika pergi melukiskan kebahagiaan namun kembali lebih cepat dengan wajah Angel yang kesal juga wajah frustasi dari Brandon.


" Kenapa Kamu naik tangga?! " tegas Brandon seraya berteriak melihat istrinya menapaki setiap anak tangga menuju kamar dengan kesal.


" Apa Aku harus turun lagi? " sahut Angel menghentikan langkah dan menoleh ke arah suami yang berjalan cepat ke arahnya.


" Menyebalkan" gerutu Brandon mengangkat tubuh Angel. menuruni anak tangga dan meletakkan tubuh istrinya di sofa ruang TV sambil menunggu ketoprak yang di belikan pengawal datang.


" Diam! makan dulu!" tegas Brandon ketika Angel mulai berdiri hendak pergi ke kamarnya.


Dengan membuang napas kasar, gadis yang terus menggerutu kesal tersebut kembali duduk di samping suami yang menyilang kan kaki sambil bersandar pada sandaran sofa memainkan ponsel di tangan.


Tak lama pengawal yang diminta Brandon membelikan ketoprak istrinya sudah kembali dan membawa satu kantung putih yang Ia bawa ke dapur agar disiapkan oleh pelayan sebelum diberikan kepada Nyonya mereka yang tengah mengidam. Usai menata ketoprak di atas piring, seorang pelayan membawanya ke ruang TV beserta minuman di atas nampan yang Ia letakkan di meja tepat di hadapan Angel lalu mempersilahkan Nyonya nya untuk menikmati makanan yang sudah tersaji.


" Makanlah dulu " seru Brandon mengambilkan piring berisi ketoprak pada istrinya.


" Tidak mau " singkat Angel dengan nada jengkel.


" Angel, makan dulu marahnya dilanjutkan nanti oke " ucap Brandon menarik tangan yang masih dilipat Angel dengan lembut.


" Aku tidak mau ini lagi " sahut Angel membingungkan suaminya.


" Hah? " seru Brandon heran karena tadi istrinya begitu menginginkan makanan yang tengah Ia pegang.

__ADS_1


" Aku mau nasi goreng " pinta Angel membuat suaminya mengusap mata hingga kening menandakan frustasi yang mendera dirinya akan keinginan Angel yang cepat berubah.


Lelaki yang meletakkan piring dengan menggelengkan kepala serta wajah frustasi tersebut memanggil pelayan untuk membuatkan nasi goreng yang diinginkan oleh Angel karena tak ingin jika istrinya tak makan malam ini hanya karena tak di penuhi keinginan untuk makan di tempat makan yang terkesan jorok baginya.


" Aku mau Kamu yang buat " manja Angel membulatkan mata pelayan juga suaminya.


" Aku tidak bisa masak Angel " ucap Brandon lembut.


" Ya sudah biarkan Aku juga anak anakmu kelaparan " seru Angel membuat suaminya mengacak kasar rambutnya semakin frustasi.


" Oke " tegas Brandon berdiri dan berjalan ke arah dapur untuk menuruti keinginan istrinya.


Untuk pertama kalinya Tuan muda tersebut masuk ke dalam dapur dengan mengenakan celemek membuat semua mata pelayan juga Santos teramat heran. Ia meminta salah satu pelayan untuk mengajarinya membuat nasi goreng seperti biasa di makan oleh Angel. Dengan rasa takut pelayan yang berdiri di samping Tuan nya itu mengajari setiap tahap untuk memasak meski harus sering mendapat tatapan sinis dan dingin dari Tuannya ketika Ia mulai menyuruh untuk melakukan ini dan itu. Brandon yang tak pernah di perintah, kini menuruti semua petunjuk dari pelayan yang terasa seperti perintah baginya hingga membuatnya begitu jengkel ketika melakukan semuanya di dapur.


Masih dengan celemek melingkar di leher, Brandon membawa nasi goreng yang sudah jadi pada istrinya yang masih duduk di depan TV.


" Suapi " manja Angel yang langsung dituruti Brandon dan duduk di samping Angel dengan perlahan menyuapi istri manjanya.


" Enak? " tanya Brandon dengan ragu akan rasa masakannya.


" Cobalah sendiri biar tahu rasanya " sahut Angel mengunyah makanan dalam mulutnya.


Dengan ragu Brandon menyuapi dirinya dengan seujung nasi goreng yang Ia masak dan seketika mengubah ekspresinya lalu meraih tisu di atas meja mengeluarkan kembali nasi goreng yang Ia masak sendiri.


" Jangan dimakan " seru Brandon meletakkan piring kasar ke atas meja karena rasa masakan yang asin dan tak enak.


" Kenapa? Aku mau makan itu " sahut Angel menghargai setiap kerja keras Brandon untuknya.


" Tidak enak, biar dibuatkan yang baru untukmu " ucap Brandon menahan tangan Angel yang hendak meraih piring berisi nasi goreng di meja.

__ADS_1


" Sayang, Kamu yang masak ini dan Aku mau makan ini " ucap Angel meraih piring tersebut dan menikmati dengan lahap masakan pertama suaminya tanpa sedikitpun merasakan jika masakan tersebut tidak enak dan asin diiringi tatapan suami tak tega melihat istrinya makan masakan yang bahkan Dia sendiri tak mau untuk memakannya namun Ia juga merasa bahagia karena apa yang Ia lakukan di hargai oleh istrinya tanpa protes sedikitpun.


__ADS_2