Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 108


__ADS_3

Perjalanan jauh yang mereka tempuh akhirnya melabuhkan mereka pada sebuah villa pribadi Brandon masih dengan desain mewah sebagai cermin kekayaannya.


Wajah lesu penuh khawatir Angel juga Alexa mengiringi langkah malas mereka memasuki area villa bernuansa putih dengan halaman rumput luas di depannya.


" Masuk " seru Brandon pada dua orang yang langsung duduk di kursi depan mengekspresikan wajah harap harap cemas mereka.


Napas terdengar begitu kasar di hembuskan oleh lelaki yang berdiri di samping keduanya karena tak ada satupun dari mereka yang menjawab ucapannya. Wajah kesal mengukir pada wajah tampan yang berjalan untuk ikut bergabung bersama kedua gadis kecil tersebut, mengiringi bibir dengan gerutuan tanpa henti.


Brandon duduk pada sebuah kursi besi berlapis anyaman rotan plastik pada sandaran punggung dan dudukan di samping istrinya, sembari meluruskan kaki kebawah dan ponsel mulai menyala di tangan kokohnya. Dengusan kesal lelaki yang memainkan ponsel itu tak dihiraukan sama sekali oleh istri juga Adiknya.


30 menit sudah mereka menunggu tanpa bicara satu patah kata, hingga terdengar suara mobil masuk dengan seorang lelaki tinggi tampan turun begitu santai dari dalam sisi kemudi.


Tanpa menunggu lelaki dengan langkah tenang itu menghampiri, Alexa langsung berlari dan memeluk lelaki tersebut menciptakan tatapan bengong penuh rasa heran dari sepasang suami istri yang masih duduk di teras.


" Alexa, lepaskan tanganmu " lirih Pieter ketika gadis kecilnya mulai melingkarkan kedua tangan pada tengkuknya.


Pieter berusaha melepas kedua tangan Alexa yang masih menyatu di tengkuknya. Tatapan aneh Brandon juga Angel yang menghampiri keduanya, membuat Pieter melepas cepat dan kasar tangan gadis yang mendengus kesal dengan tatapan jengahnya.


" Apa Kamu monyet?! " tegas Brandon menarik lengan Adiknya ke belakang menjauh dari Pieter.


" Kakak baik baik saja? " tanya Angel lembut dengan memperhatikan tubuh kekar Pieter di hadapannya.


" Kakak baik baik saja, oh ya Kakak belikan makanan kesukaanmu " sahut Pieter lalu berjalan ke arah mobil mengambil dua kantung berisi coklat dan es krim serta asinan juga gado gado yang sengaja Ia belikan dalam perjalanan mengingat Adiknya sangat menyukai semua makanan itu.


" Terimakasih Kak " seru Angel tersenyum membuka kantung berisi makanan yang di bawakan Pieter khusus untuk dirinya.

__ADS_1


" Sama sama " senyum Pieter mengembang dan membawa Adiknya pergi dengan merangkulkan tangan di pundak gadis penuh ekspresi bahagia itu, meninggalkan Brandon yang masih sibuk memarahi Alexa akan tingkahnya pada Pieter.


Brandon terus melarang Adiknya yang sudah menundukkan wajah itu untuk mendekati Pieter. Seraya mengancam akan memulangkannya kembali jika terus mengganggu sahabatnya. Dengan air mata yang mulai menetes akan teguran keras Kakaknya, Alexa berlari masuk ke dalam villa melewati Pieter yang menemani Adiknya makan di teras.


" Apa Kamu memarahinya lagi? kenapa Kamu begitu kejam pada Adikmu sendiri? tidak bisakah Kamu bersikap sedikit manis terhadapnya? " tegur Angel memarahi suami yang menghampirinya dengan wajah kesal.


" Jangan terus membelanya! biarkan Dia dewasa! " tegas Brandon kesal.


Pieter yang sempat melihat kilas Alexa berlari dengan menangis, hanya diam saja tak ikut mengomentari karena tak ingin memperkeruh suasana yang ada. Meski sangat ingin menghampiri Alexa, namun keberadaa Brandon membuatnya mengurungkan niat dan tetap duduk di teras menemani Angel makan.


" Seseorang tidak akan dewasa dengan amarah, beri Dia kasih sayang agar bisa tumbuh dewasa! " sahut Angel dengan nada kesal.


" Terserah! " singkat Brandon kesal.


" Angel, Kakak masukkan ini kedalam lemari es dulu sekalian Kakak ambilkan minum untukmu " ucap Pieter sekalian ingin melihat keadaan Alexa di dalam.


Pieter beranjak masuk dengan membawa kantung berisi es krim milik Adiknya, dan hendak di susul oleh Brandon namun di cegah oleh Angel karena Ia tahu jika Kakaknya akan menghampiri Alexa.


Pagi hari ketika Ia hendak memanggil Pieter atas permintaan Olivia, mata indahnya di kejutkan oleh Kakaknya yang tertidur pulas dengan mendekap tubuh Alexa begitu dekat. Angel tak ingin mengatakan ataupun menyakan apapun lada keduanya dan memilih untuk diam karean Ia tahu jika suaminya tak akan benar benar memaafkan Kakaknya jika sampai Dia tahu mereka telah tidur bersama.


" Diam di sini! suapi Aku makan! " tegas Angel agar suaminya tak masuk ke dalam.


" Jangan marah marah terus! " tegas Brandon kesal berdiri di hadapan istri yang sudah menahan pergelangan tangannya.


" Iya, tapi suapi Aku " sahut Angel langsung membuat suami yang membuang kasar napasnya itu duduk dan mulai menyuapinya perlahan.

__ADS_1


Pieter mencari kamar dimana Alexa melepadkan rasa kesalnya, hingga Ia menemukan gadis cantiknya tengkurap di atas tempat tidur dengan memeluk bantal.


" Alexa " lirih Pieter mengusap lembut kepala gadis yang langsung memeluknya erat.


" Diamlah jangan menangis lagi, jangan di masukkan ke dalam hati ucapan Kakakmu. Dia hanya ingin yang terbaik untukmu " bujuk Pieter mengusap punggung gadis dengan wajah menyusup pada dada bidangnya.


" Dia akan mengirimku pergi kalau Aku dekat denganmu " lirih Alexa dalam tangisnya.


" Aku tahu ini sulit untukmu, tapi Kita hanya bisa seperti ini untuk sementara waktu. Jika Kamu tidak ingin menjalani semua ini, Aku bisa mengerti dan akan membiarkanmu pergi sampai nanti Aku sudah bisa meyakinkan Kakakmu " sahut Pieter merasa kasihan pada Alexa karena harus menjalani hubungan dengan sembunyi sembunyi.


" Tidak, Aku mau menjalaninya. Asalkan bisa bersama Kakak, semua bisa Aku lakukan meski harus menyembunyikan perasaanku di hadapan semua orang " ucap Alexa.


" Maaf hanya bisa memberimu hubungan seperti ini " rasa bersalah Pieter tiba tiba muncul mendengar perkataan tulus Alexa.


" Tidak, Aku mencintaimu Kak jangan meminta maaf padaku " ucap Alexa melepas pelukannya dan menatap dalam mata Pieter yang masih sama sama menempelkan tubuh deoan mereka.


" Aku juga mencintaimu Alexa " sahut Pieter mendaratkan ciuman lembut penuh perasaan pada bibir Alexa yang mulai memejamkan mata menikmati sentuhan hangat di bibirnya.


" Aku keluar dulu " pamit Pieter ke arah Alexa yang menggigit bibir bawah seraya mengangguk.


Pieter meninggalkan senyum tampannya sebelum berbalik dan meninggalkan Alexa di kamar. Rasa ingin berlama lama dengan gadis yang dicintainya, tak mampu Ia wujudkan karena tak ingin melihat Alexa di marahi lagi oleh Kakaknya yang memiliki emosi meluap setiap hari.


Ia tak ingin menjanjikan apapun pada gadisnya yang kini lebih memilih beristirahat di kamar daripada menemui Kakaknya. Sebuah janji juga harapan yang tak dirinya ketahui akan terwujud seperti keinginan Alexa atau tidak, tak berani untuk Ia berikan karena tidak mau membuat Alexa kecewa ataupun menderita.


Sebuah komitmen tentang hubungan pernikahan masih begitu jauh dari hidup Pieter, mengingat pekerjaannya bisa merenggut nyawa sewaktu waktu dan pastinya menghancurkan kehidupan orang yang Ia cintai.

__ADS_1


Walaupun Brandon juga menyadari jika dirinya bisa saja meninggalkan Angel karena kehilangan nyawa, namun Ia memilih untuk berkomitmen tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di depan tak seperti Pieter yang selalu memikirkan semua di awal.


__ADS_2