Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 75


__ADS_3

Brandon, Adiyaksa juga Angel memulai obrolan ringan mereka bersama dari Brandon yang dengan bangga memperkenalkan istri juga calon buah hatinya dan memperkenalkan Ayah paling menyenangkan yang pernah Ia punya pada istri yang masih malu malu untuk berbincang dengan mertuanya terlebih ketika lelaki yang masih mengenakan celana piyama tanpa atasan tersebut tak hentinya menggenggam tangan Angel saat berbicara.


Adiyaksa yang baru mengenal Angel langsung menyukai gadis dengan paras cantik serta senyum yang menawan juga ketulusan serta kejujuran dalam ucapan gadis tersebut sehingga Ia terus bergumam dalam hati memuji keputusan putranya memilih Angel meski terpaut usia cukup jauh dan terlihat seperti seorang Kakak beradik daripada pasangan suami istri ketika mereka bersama. Watak lembut yang tercermin dari setiap ucapannya membuat Angel begitu berbeda dari Sonya yang akan dinikahkan dengan Brandon malam nanti.


Lelaki yang masih duduk dengan terus melebarkan senyum ke arah dua insan yang tengah kasmaran tersebut tidak hanya datang untuk mengenal lebih dekat menantunya, namun juga ingin memperingatkan putranya akan apa yang mungkin dilakukan oleh Sonya dan kedua orangtuanya serta Sasmita menjelang acara pernikahan yang sudah di persiapkan mereka secara sederhana di hotel dan hanya mengundang beberapa teman dekat.


Terdengar suara ketukan pintu kamar yang dipersilahkan Brandon untuk masuk dengan berteriak tanpa beranjak dan tak lama Viena masuk bersama seorang pelayan membawakan kopi juga sarapan serta camilan untuk ketiganya.


" Viena? bukankah Pieter memintamu untuk menjadi pengawal pribadi Adiknya? " tanya Adiyaksa terkejut melihat bodyguard yang di sarankan pada Pieter ketika lelaki yang menghawatirkan Angel tersebut meminta saran pada Adiyaksa.


" Dad, apa kalian saling kenal? " tanya Brandon terkejut.


" Tentu, Pieter meminta saran padaku saat Ia tengah mencari bodyguard perempuan paling hebat untuk menjaga Adiknya. Tapi seingat Daddy bukankah Adiknya sudah tiada? " seru Adiyaksa yang pernah menanyakan hal yang sama pada Pieter namun tak mendapat jawaban hanya tawa kecil yang di gunakan Pieter menjawab pertanyaannya.


" Saya ditugaskan Tuan Pieter menjaga Nyonya Angel dari Tuan Brandon " jelas Viena membuat Brandon begitu malas dan mengejutkan Adiyaksa ketika mendapati Angel malah tersenyum.


" Jadi orang berbahaya maksud Pieter itu Dia? " tanya Adiyaksa menunjuk putranya yang memasang wajah malas di dekat Angel.

__ADS_1


" Iya Tuan besar " singkat Viena membuat Adiyaksa tertawa kecil semakin membuat Brandon begitu jengah dan malas lalu meminta Viena keluar bersama dengan pelayan usai memastikan makanan yang di bawa pelayan aman.


Viena meminta undur diri karena Adiyaksa juga memintanya untuk memanggil Pieter hadir di kamar Brandon untuk menyampaikan maksud lain dari kedatangannya. Brandon meminta Angel untuk memakan sarapannya agar bisa cepat minum vitamin yang di ambilkan Brandon dari meja sebelah tempat tidur agar Angel bisa langsung meminumnya.


" Mandilah dulu baru makan " pinta Angel pada suaminya yang tengah meminum kopi.


" Kenapa? bukankah Kamu suka Aku tidak mandi? buktinya kemarin Kamu marah marah saat Aku mau mandi " sahut Brandon membuat istrinya begitu malu dan mencubit pinggang suaminya lembut diiringi tatapan serta senyuman Adiyaksa.


" Benarkah? " tanya Adiyaksa tak percaya karena putranya benar benar sangat bersih dan tak bisa jika tak mandi.


" Ya, Dia perempuan aneh. Dia lebih suka memelukku saat Aku pulang kerja bahkan kemarin seharian tak mengijinkan ku mandi Dad" ucap Brandon sengaja menggoda istri yang sudah memerah wajahnya karena malu seraya memaksakan senyumnya ke arah Adiyaksa yang tertawa tak percaya mendengar cerita putranya.


Brandon dan Adiyaksa saling tertawa mendengar gumaman Angel yang terdengar seperti bisikan bagi mereka berdua. Lelaki yang tak sungkan menunjukkan kasih sayangnya tersebut meraih pundak istrinya mendekat dan mencium keningnya lalu pergi untuk mandi karena juga sudah merasa risih dengan panasnya udara Bali hingga membuat tubuhnya terasa lengket meski sudah ada pendingin udara di kamar tersebut.


Sementara Brandon mandi, Adiyaksa masih melanjutkan untuk berbincang bersama Angel sekedar menanyakan tentang keluarga serta sekolahnya. Belum lama mereka berbincang, Pieter sudah memasuki kamar dan bergabung bersama keduanya setelah mengetuk pintu lebih dulu dan dengan segera Angel membukakan pintu untuk Kakak yang langsung mengucapkan selamat pagi seraya mengusap lembut ujung kepala Adiknya. Melihat Pieter begitu menyayangi Angel menimbulkan banyak pertanyaan dalam benak Adiyaksa yang Ia tahu jika lelaki tinggi gagah tersebut tak memilik saudara sama sekali dan hanya hidup sebatang kara setelah Adiknya meninggal. Namun Adiyaksa hanya menyimpan semua yang ada dibenaknya karena tak ingin menanyakannya langsung pada Pieter ataupun Angel.


" Apa Kamu sudah makan? " tanya lelaki dengan celana serta kaos santai dengan melingkarkan handuk kecil di leher menghampiri Angel.

__ADS_1


" Sudah " singkat Angel.


" Vitamin? " tambah Brandon masih berdiri menggosok rambut dengan handuk.


" Belum, nanti dulu ya " sahut Angel membuat suaminya membuang napas panjang lalu duduk di meja di hadapan Angel sembari membuka bungkus vitamin dari dokter yang langsung Ia masukkan kedalam mulut Angel lalu memberinya air putih tanpa menghiraukan tatapan jengah Angel juga senyum kedua lelaki yang masih ada di ruang tersebut dengan senyum mereka.


" Anak pintar " gumam Brandon tersenyum menepuk lembut ujung kepala Angel yang makin terlihat begitu jengah karena tingkah suaminya.


" Aku masih kenyang " protes Angel saat suaminya mulai mengangkat tubuhnya dan membawanya untuk bersandar di atas tempat tidur.


Dengan penuh perhatian, Brandon menata bantal sebagai sandaran punggung Angel juga meletakkan satu bantal lagi di bawah kaki istrinya yang masih sedikit bengkak.


" Bukankah Dia banyak berubah? " seru Adiyaksa masih memperhatikan semua sikap putranya dan di balas anggukan serta senyum lebar oleh Pieter yang dulu juga merasa aneh akan perubahan sahabatnya.


Adiyaksa masih tak mampu mempercayai akan apa yang Ia lihat dari tadi, seakan Ia melihat orang lain karena perubahan putranya yang begitu banyak. Perhatian, cinta, kasih sayang bahkan senyum yang tak pernah ada kini seakan menjadi sebuah hal yang begitu melekat pada pribadi lelaki yang tengah duduk di dekat istrinya seraya mengusap lembut janin dalam perut tersebut.


" Istirahatlah disini, Aku akan bicara di dekat kolam dengan mereka " ucap Brandon lembut pada istri yang tersenyum ke arahnya dengan menganggukkan kepala.

__ADS_1


Seseorang yang dengan santai melangkah menghampiri Pieter juga Adiyaksa tersebut mengajak mereka berbicara di dekat kolam renang yang hanya berbatas dengan pintu dan jendela kaca besar di dalam ruangan tersebut setelah lebih dulu Ia mencium lembut kening istrinya sebelum beranjak pergi.


Adiyaksa mulai mengutarakan maksud dari kedatangannya selain untuk mengenal Angel juga ingin memperingatkan Brandon juga Pieter agar lebih ketat lagi menjaga Angel hari ini karena Sonya dan orangtuanya juga Sasmita sudah merencanakan sesuatu untuk Angel agar pernikahan Brandon dan Sonya berjalan sesuai rencana malam ini.


__ADS_2