
Di sekolah, Angel sudah sibuk dengan berbagai persiapan untuk ajang kompetisi olahraga yang di adakan di sekolah nya. Secara khusus kepala sekolah memilih gadis dengan IQ tinggi itu untuk menjadi ketua panitia, dimana kompetisi akan di ikuti oleh perwakilan dari seluruh sekolah di Kota tersebut.
Dengan sengaja Ia tak ingin ambil bagian dalam kompetisi karena luka bekas operasi masih sering terasa sakit ketika Ia lelah. Tanpa sepengetahuan suaminya, Ia setuju untuk menjadi ketua panitia. Karena jika sampai suaminya tahu pasti takkan pernah mengijinkan dirinya repot dan kelelahan.
" Angel, apa nanti Kamu mau ikut Kami pergi nonton sepulang sekolah? " sapa teman sebangku Angel ketika gadis dengan map di tangan itu hendak memberikan susunan acara ke ruang kepala sekolah.
" Aku tidak janji, tapi lihat nanti ya " sahut Angel karena yakin jika tak akan mendapat ijin dari suaminya.
" Yaah, ayo dong Angel sekali kali Kita keluar bersama. Kenapa Kamu tidak pernah mau bergabung dengan Kami? " kecewa gadis berkacamata tersebut karena teman yang selalu ramah itu tak pernah mau untuk sekedar nongkrong bersama sepulang sekolah.
" Baiklah, Kita lihat nanti. Aku ke ruang kepala sekolah dulu ya, Aku harus segera menyerahkan susunan acara agar bisa di periksa " senyum mengembang begitu cantik diiringi anggukan gadis di hadapannya.
Seorang lelaki mengenakan setelah jas berwarna hitam juga kemeja hitam, mengamati dengan seksama gadis yang baru memasuki ruang kepala sekolah. Langkah kaki gadis yang sudah di perbolehkan masuk usai mengetuk pintu itu, langsung terekam oleh kamera ponsel lelaki yang sedari tadi sudah duduk berhadapan dengan kepala sekolah mengambil data murid murid berprestasi.
Ricko, adalah sekretaris pribadi Kenan yang di utus langsung untuk mencari tahu tentang gadis di hadapannya, namun tak pernah memberikan hasil apapun selama pencarian. Perasaannya begitu lega saat melihat Angel karena pasti akan membahagiakan Tuannya.
" Tuan benar benar jeli menilai, walau Dia hanya gadis SMA tapi benar benar sangat sempurna " kagum Ricko dalam hati dan mengirimkan video yang Ia rekam diam diam pada bosnya.
Pria berkacamata dan bertubuh tinggi besar itu, memperkenalkan Angel pada orang kepercayaan donatur tetap yang akan membuka acara kompetisi olah raga tiga hari lagi. Kebanggan terlihat dari ekspresi juga nada bicara kepala sekolah ketika memperkenalkan Angel sebagai murid pindahan dengan segudang bakat juga kecerdasan otaknya.
Lelaki yang sudah berjabat tangan sambil berdiri itu, semakin mengagumi gadis yang telah membuat Tuannya hampir putus asa mencari. Senyum cantik dari bibir merah tersebut tak luput dari rasa kagum Ricko yang merasa jika gadis tersebut memang pantas membuat Tuannya selalu marah saat tak ada informasi apapun yang di dapat.
Sementara Kenan yang tengah bertemu dengan klien, bergegas pergi tanpa memperdulikan berapa besar nilai perjanjian dalam pertemuannya, hanya untuk memastikan sendiri jika seseorang dalam video tersebut benar benar gadis yang telah mengisi benaknya selama ini, seorang gadis yang membuat jantungnya berdetak begitu cepat ketika pertama kali bertemu.
Sekretaris yang sudah Ia perintahkan untuk menahan Angel di ruang kepala sekolah, mencoba sebisa mungkin mengulur waktu dengan bertanya tanya pada gadis yang sudah di persilahkan duduk tersebut. Cara bicara juga senyum cantik menghiasi wajah putih mulus itu membuat Ricko betah berlama lama berbincang.
__ADS_1
Dua puluh menit perjalanan sudah membawa Kenan sampai pada sekolah tempatnya selalu menyisakan sebagian hartanya selama tiga tahun terakhir. Matanya langsung tertuju pada gadis yang juga menatap kehadirannya di ruangan bernuansa putih tersebut. Tanpa memperdulikan kepala sekolah yang menyambut di pintu, Kenan langsung berdiri di hadapan gadis yang tak mengenali dirinya dan tersenyum begitu manis.
" Apa Dia melupakanku? " batin Kenan berjabat tangan dengan Angel yang menunjukkan sikap sopan.
" Maaf Pak, Saya pamit dulu karena banyak yang harus di persiapkan " sopan Angel berpamitan karena kepala sekolah sedang menerima tamu, dan merasa tak enak.
" Baiklah, Bapak serahkan padamu. Jika ada sesuatu jangan sungkan langsung katakan saja pada Bapak " sahut kepala sekolah tersebut.
Penuh sopan Angel berpamitan pada Kenan juga Ricko dengan menyunggingkan senyumnya. Lelaki dengan perasaan tak terima karena baru pertama kali dilupakan oleh seseorang itu langsung mengikuti langkah Angel dan menarik pergelangan tangannya lembut.
" Ada apa Tuan? " sopan Angel melepaskan genggaman tangan Kenan.
" Apa Kau lupa dengan ku? apa Kau benar benar tak ingat? " tak percaya Kenan menatap wajah cantik Angel.
" Maaf, Saya tidak mengenal Anda bagaimana Saya bisa lupa tentang Anda. Saya rasa Anda salah orang " sopan Angel kembali dengan perasaan bingung sama sekali tak mengingat siapa lelaki yang pernah Ia temui di puncak waktu itu.
" Maaf, Saya permisi " langkah kaki Angel bergerak meninggalkan lelaki tinggi tampan dengan tatapan terus tertuju padanya.
Sikap Angel membuat Kenan semakin menyukai gadis tersebut, apalagi ketika mengetahui jika ternyata gadis yang membuat hatinya terpikat itu bisa melupakan parasnya yang mampu memikat semua perempuan.
Rasa penasaran Kenan semakin menjadi, hingga menggali informasi sendiri pada kepala sekolah. Namun yang Ia dapat tetap sama jika Angel hanya anak dari seorang janda dengan latar belakang keluarga sederhana. Alamat rumah pun sudah pernah di datangi Kenan, namun alamat tersebut hanya ada sebuah gubuk kecil dan tak satupun di lingkungan tersebut mengenal sosok Angel.
****
Pukul 16.00, Angel sudah mengganti rok panjang abu abu nya dengan celana jeans juga jaket kulit, siap untuk melajukan motornya menuju mall bersama beberapa teman yang menggunakan mobil. Lebih dulu Angel meminta ijin suaminya dengan syarat harus mengajak Alexa juga Darell mendampinginya.
__ADS_1
Di mall miliknya, Brandon sudah membeli tiket untuk satu baris kursi yang Ia sediakan untuk istri juga teman teman nya. Popcorn juga minuman sudah Ia pesan dan tinggal di ambil nanti oleh Darell. Sengaja Ia meminta istrinya untuk datang ke mall miliknya, karena Ia tengah berada di mall tersebut bersama Pieter untuk mengurus beberapa hal dan agar Ia bisa memantau istrinya.
Kedua lelaki tinggi tampan dalam balutan setelan kerja itu sudah mengamati Angel dan teman temannya yang sudah bersama dengan Alexa juga Darell di depan gedung bioskop. Mata terlihat geram juga cemburu begitu melihat adanya laki laki yang merangkul pundak istrinya ketika tiba.
Reno adalah cowok club basket idola semua gadis di sekolah yang kemarin telah di tolak oleh Angel atas ungkapan cintanya. Tangan Brandon mengepal begitu kuat sambil mengeratkan rahang, merasakan dada penuh sesak akan rasa cemburu melihat istrinya di sentuh lelaki lain.
Meskipun Angel dengan cepat menepis tangan Reno, namun tetap saja suami yang sangat mencintai istrinya itu merasa benar benar tak suka dan memutuskan untuk mengikuti semuanya memasuki gedung bioskop begitu lampu sudah di matikan.
Aroma parfum begitu kuat tercium hidung mancung Angel yang langsung menoleh ke sebelah kanan tempatnya duduk, di dapati nya Brandon lelaki tampan meluruskan pandang ke depan dengan duduk begitu gagah dan berwibawa.
" Sayang, kenapa Kamu di sini? " bisik Angel yang duduk di dekat Alexa juga Darell membiarkan semua teman temannya di samping kiri Darell berjajar.
" Karena istriku di sini " santai Brandon mengisi sela sela jari istri yang tersenyum ke arahnya dalam kegelapan.
" Kakak " sapa Angel mengangkat tubuh yang sudah bersandar, lalu mengintip ke arah Pieter yang duduk di samping suaminya.
" Jangan menyapanya " tangan Brandon mendorong kening istrinya kembali bersandar diiringi tawa kecil Pieter juga bibir maju jengkel Angel.
" Orang tua pencemburu " gumam lirih Pieter di sela tawa kecilnya.
Selama film di putar, tak henti Brandon menggenggam tangan istri yang bersandar pada lengannya itu. Lengan berotot membuatnya merasa aman dan nyaman saat bersandar sambil mencium aroma tubuh suaminya. Sebelum film habis, lebih dulu Brandon dan Pieter keluar agar tak diketahui oleh teman teman istrinya juga Alexa dan Darell yang dari tadi hanya sibuk mengobrol tanpa menonton film yang diputar.
" Jangan macam macam, Aku mengawasi mu " bisik Brandon berpesan sebelum pergi dan mencium lembut kening istrinya.
" Kamu milikku, ingat itu! Aku mencintaimu " tambah tegas seorang suami yang masih terbakar cemburu itu dan berlalu pergi.
__ADS_1
" Aku juga mencintaimu " gumam lirih Angel dengan tersenyum gemas akan tingkah suaminya.
Semua kejutan untuk menunjukkan cintanya, selalu berhasil membuat Angel tersentuh dan semakin mencintai suaminya. Terlebih usai kedua calon anak nya meninggal, Brandon tak pernah berhenti menghujani Angel dengan cinta, perhatian juga kasih sayang tanpa meninggalkan sikap manja nya.