
Angel yang sudah bersekolah harus mendapatkan masalah karena pihak sekolah mengetahui tentang kehamilannya setelah Ia di bully oleh teman temannya sehingga pihak sekolah harus memastikan sendiri kondisi Angel yang memang menunjukkan hasil positif dari tes kehamilan yang di berikan oleh wali kelasnya. Bu Anita terpaksa melaporkan kehamilan Angel pada kepala sekolah yang langsung memanggil Pieter selaku wali dari Angel atas permohonan Angel yang tak ingin melibatkan Olivia.
Lelaki tinggi gagah dengan balutan setelan jas hitam itu memasuk ruang kepala sekolah dimana Adiknya duduk di sofa dengan cemas di dampingi wali kelas serta guru pembimbing sekolah yang mencerca Angel dengan banyak pertanyaan.
" Kakak " seru Angel lirih dengan rasa cemas serta mata berkaca kaca begitu melihat Pieter memasuki ruangan kepal sekolah dengan menatap iba pada Adiknya.
Kepala sekolah serta dua guru mengamati Pieter dengan seksama lalu mempersilahkan lelaki tersebut duduk dengan kepala sekolah yang mulai menjelaskan tentang permasalahan Angel dan mengeluarkannya dari sekolah. Dengan tenang dan tersenyum Pieter menghadapi semua orang di ruangan tersebut membuat ketiganya heran.Kepala sekolah dan guru yang tak yakin jika Pieter adalah Kakak dari Angel dan menuduh jika Ia adalah Ayah dari anak Angel membuat lelaki tersebut makin mengembangkan senyumnya lalu menghubungi Brandon.
" Ada apa? " sahut Brandon melalui telpon yang terhubung dan sengaja dinyalakan pengeras suara di sana.
" Sepertinya ada yang berusaha menindas Angel, apa ada perintah untukku? " ucap Pieter dengan sengaja untuk menggertak para guru yang dari tadi terus mencerca banyak pernyataan pernyataan yang menyakitkan telinga Pieter.
" Habisi mereka, Aku akan ke sana berikan lokasimu sekarang " santai Brandon menutup berkas yang ada di hadapannya dan membuat ketiga orang di ruangan tersebut membulatkan mata seraya menelan ludahnya.
" Baiklah Aku ada di sekolah Angel sekarang " pungkas Pieter menutup sambungan telfonnya.
Kepala sekolah juga dua guru di ruangan tersebut merasa sedikit takut mendengar ucapan Brandon dan mulai menggertak Pieter akan memanggil keamanan jika sampai berbuat yang tidak tidak di sekolah namun hanya di berikan senyum tenang oleh Pieter.
" Kenapa Kakak menghubungi Dia? " lirih Angel memahami emosi suaminya yang mungkin akan memperpanjang masalah.
" Agar mereka tahu kalau Kamu bukan gadis tidak benar seperti tuduhan mereka dan membuat mereka mengerti siapa Kamu sebenarnya " sahut Pieter santai dan membuat bingung ketiga orang yang masih merasa takut tersebut.
Kepala sekolah mengatakan pada Pieter dengan nada tegas agar Ia tak mengancam di sekolah dan membuat masalah Angel lebih panjang lagi. Lelaki yang duduk mendampingi Adiknya tersebut masih tetap tenang dengan senyum tampannya yang membuat kepala sekolah geram merasa di remehkan oleh Pieter lalu memanggil satpam sekolah untuk berjaga jaga di dalam ruangan yang Ia buka agar bisa berteriak jika terjadi sesuatu padanya.
Sebuah mobil sport mewah yang terhenti tepat di ruangan dengan pintu terbuka itu membulatkan mata kagum pada mobil yang terparkir di depan oleh semua orang yang di dalam ruangan. Seorang pria tinggi tampan penuh wibawa dengan angkuh menuruni mobil tersebut lalu berjalan ke arah ruang kepala sekolah dimana ada pria dengan perut buncit berkacamata tak henti menatap ke arah pria yang berjalan dengan tenang dan dingin diikuti dua orang pengawal berbadan besar di belakangnya.
__ADS_1
" Si, silahkan masuk Tuan " ucap kepala sekolah yang mengetahui siapa lelaki angkuh di hadapnnya itu.
Tanpa menatap ke arah pria botak yang berdiri di dekat pintu itu, dengan angkuh dan penuh aura dingin Brandon masuk lalu duduk di samping Angel mengapit gadis yang menatap kehadirannya dengan pandangan cemas takut akan emosi suami yang terpancing nanti.
Kedua guru yang melihat aura Brandon mulai merasa takut apalagi dengan adanya dua orang berbadan besar dalam balutan setelan hitam mengikuti lelaki tersebut tanpa meninggalkannya sedikitpun.
" Siapa yang menindasmu? " tanya Brandon pada istrinya yang duduk diam menundukkan wajah.
" Ti, tidak ada yang menindas Angel Tuan. Kami hanya bertanya tentang kehamilannya " sahut kepala sekolah terbata.
" Kenapa? apa yang salah seorang istri hamil? " tanya Brandon santai dengan duduk menyilangkan kaki dan bersandar di sandaran sofa.
Ketiga orang yang mendengar ucapan Brandon tak mampu menahan keterkejutan mereka dengan salin pandang.
" Ma, ma, maksud Tuan? " tanya kepala sekolah semakin gugup tak menyangka jika Ia akan berurusan dengan Brandon saat ini.
" Ti, tidak ada yang salah Tuan hanya saja peraturan sekolah tidak mengijinkan hal itu Tuan " jelas kepala sekolah.
" Apa Kau bahkan tidak tahu siapa pemilik yayasan ini? " tanya Brandon angkuh.
Pieter menghubungi seseorang yang menjelaskan akan kepemilikan yayasan atas nama Angel yang di beli oleh Brandon karena Ia tahu jika akan terjadi masalah seperti ini nantinya. Ketiga orang yang menyidang Ngel dengan sombong tadi langsung bersimpuh dengan memohon ampun pada Brandon seraya memohon ampunan karena kekuasaan Brandon tidak membiarkan mereka untuk bisa menjadi pembimbing lagi dimanapun mereka berada.
Dengan senyum sinis, Brandon keluar membawa Angel bersama Pieter juga dua bodyguardnya meninggalkan ketiga orang yang menyesal telah berurusan dengan Angel dan menyeret mereka kepada seorang penguasa seperti Brandon.
Istri yang terkejut dengan suaminya terus mengikuti hingga masuk ke dalam mobil untuknya kembali pulang, selama di jalan Angel terus menggertu dan protes oada suaminya karena membeli yayasan atas namanya tanpa memberitahukan pada dirinya. Ia tak ingin memilik apapun yang akan di anggap sebagai orang yang memanfaatkan suami juga kekayaannya demi sebuah aset.
__ADS_1
" Kenapa Kamu harus beli itu? Aku tidak pernah minta apapun darimu " ucap Angel yang duduk di samping suaminya.
" Itu bukan untukmu, itu untuk anak anakku. Karena mereka belum lahir makanya Aku meminjam namamu lebih dulu " kilah Brandon dengan santai.
" Kenapa Kau tidak sekalian membelikan mereka taman bermain yang megah agar mereka tak perlu bermain bersama orang lain nanti " jengah Angel mendengus kesal.
" Sudah " singkat Brandon memang sudah mempersiapkan pembangunan taman bermain untuk kedua anaknya yang mengejutkan Angel.
" Apa?! " teriak Angel kuat.
" Aku juga sudah memesan geduk bioskop untuk Kita berkencan nanti malam, bersiaplah Aku akan menjemputmu nanti malam " tambah Brandon semakin membuat istrinya tak percaya akan semua kelakuan suami yang terlalu berlebihan setiap harinya.
" Lebih baik Kamu kasih uangmu untuk orang tidak mampu daripada di buang buang seperti itu " ucap Angel geram.
" Sudah, apa Kakakmu tidak pernah cerita? " sahut Brandon yang selalu menyumbangkan uangnya setiap bulan untuk menjadi donatur dan membagikan pada orang orang tak mampu di jalanan.
" Aku benar benar tidak memahami jalan hidupmu " gerutu Angel lirih mengembangkan senyum lelaki yang masih melajukan kendaraannya dengan sesekali melirik ke arah istrinya.
Brandon meraih tangan istrinya dengan tersenyum lalu mengusap lembut perut istrinya.
" Aku harap mereka tidak suka menggerutu sepertimu " goda Brandon melirik istrinya dan tersenyum.
Mendengar godaan suaminya, Angel tersenyum lalu memegang tangan suaminya dengan mata memandang penuh cinta pada lelaki yang masih melajukan kendaraan dengan senyum mengembang.
" Cinta Kamu " ucap Angel penuh cinta dan perasaan sembari menyandarkan kepala di jok mobil menghadap ke suaminya.
__ADS_1
" Dasar " seru Brandon tersenyum gemas oada Angel.