Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 89


__ADS_3

Pieter membawa Olivia ke rumah Brandon karena tak mendapat jawaban ketika menghubungi putrinya membuat wanita yang berjalan beriringan bersama Pieter tersebut khawatir. Mata keduanya membulat terkejut melihat Brandon melipat satu kaki dengan menatap Angel yang tengah makan dan masih mengenakan celemek berwarna pink polkadot putih beraksen renda menempel pada tubuh tegap Tuan muda yang terkenal angkuh tersebut.


"Mama " seru Angel berdiri dan bejalan menghampiri Olivia lalu memeluknya dengan erat diikuti Brandon berdiri di belakang istrinya masih diiringi tatapan Pieter ke arah celemek yang dikenakan sahabatnya itu.


" Tuan maaf, Saya datang tanpa mengabari Anda lebih dulu " ucap Olivia melihat Brandon berdiri dengan menatap terkejut pada Olivia karena istrinya berusaha untuk menyembunyikan kehamilannya dari Ibu kandung yang mungkin akan kecewa mengetahui putri yang hamil sebelum menikah.


" Tidak, jangan panggil Aku seperti itu. Aku menantu mu sekarang dan ini rumah putrimu jadi Kamu bisa datang kapanpun Kamu mau " sahut Brandon dengan sopan.


" Duduklah" tambah Brandon kembali.


Olivia mengajak putrinya yang menangis untuk duduk dan menyeka air mata yang keluar dari mata indah anak yang begitu Ia rindukan selama ini. Angel yang tak ingin membuat Mamanya kecewa berusaha menutupi perut buncitnya dengan bantal yang cepat Ia raih sebelum duduk di samping Olivia diiringi tatapan tak tega Brandon melihat istrinya begitu merasa cemas menutupi kehamilannya.


" Aku mau minta maaf sebelumnya karena telah membuat Angel hamil lebih dulu, Dia tidak bersalah hanya saja... " ucap Brandon pada intinya namun terpotong oleh perkataan Olivia yang sudah tahu dari penjelasan Pieter.


" Saya sudah tahu semuanya dari nak Pieter, Anda tidak perlu meminta maaf pada Saya bagaimanapun juga Angel sekarang sudah menjadi istri Anda " seru wanita yang menarik lembut bantal di pangkuan putrinya yang membulatkan mata terkejut.


" Maafkan Aku Ma, pasti Mama sangat kecewa atas apa yang Aku lakukan " lirih Angel dalam air mata.


" Tidak nak, jangan bersedih itu akan mempengaruhi anak dalam kandungan mu " sahut Olivia membelai rambut putrinya penuh kasih sayang.

__ADS_1


" Mama benar Angel, apa yang Kamu rasakan akan berpengaruh pada calon anak mu " tambah Pieter tersenyum pada Angel yang langsung menyeka air matanya.


" Terimakasih Kak " ucap Angel dengan tulus menatap mata Pieter yang mengembangkan senyum ke arahnya.


" Tidak apa-apa, tapi ngomong ngomong ada apa dengan nya? " lirih Pieter menujukan pandangan pada Brandon yang lupa akan celemek masih menempel indah pada tubuhnya membuat Angel tersenyum dengan meraih piring di meja.


" Kakak sama Mama mau coba ini? ini suamiku yang masak " ucap Angel mengejutkan Pieter dan Olivia dengan tatapan tak percaya.


Dengan cepat lelaki yang duduk dengan menatap istrinya tadi langsung beranjak dan meraih piring di tangan Angel namun di tahan oleh istri yang masih ingin menghabiskan nasi gorengnya.


" Jangan di makan lagi " seru Brandon melihat Angel mulai memasukkan nasi goreng ke mulutnya.


Pieter tanpa jijik mengambil sendok yang digunakan Angel untuk makan dan membulatkan mata Brandon sambil memukul pundak sahabatnya melarang untuk menggunakan sendok yang sudah menempel pada bibir istrinya. Ekspresi yang langsung berubah dari wajah Pieter dan meraih tisu mengeluarkan kembali nasi goreng yang Ia makan membuat Brandon menatapnya jengah dan duduk kembali dengan pasrah di sofa single samping Pieter yang mengapit Angel bersama Olivia.


" Jangan di makan, Kamu bisa mati kalau memakan ini " seru Pieter menarik piring Angel dan di ambil kembali oleh Angel.


" Ini enak kok, Mama mau coba? "ucap Angel membuat Pieter menatapnya dengan penuh heran.


" Mama jangan coba, jangan pernah " ucap Pieter menatap Olivia yang mengembangkan senyum paksa penuh keanehan.

__ADS_1


Angel menaikkan kedua bahunya sambil terus menikmati nasi goreng buatan Brandon diiringi tatapan aneh kedua lelaki yang mengernyitkan alis bersamaan melihat Angel begitu menikmati masakan yang tak karuan rasanya dengan begitu lahap bahkan hingga habis tanpa sisa.


Pieter bergidik geli melihat piring kosong yang di letakkan Adiknya di meja membayangkan betapa buruk rasa masakan tersebut.


" Angel, jangan meminta suami mu masak seharusnya Kamu yang memasak untuk suami Kamu " ucap Olivia lembut membelai rambut putrinya yang cengengesan.


" Aku cuma ingin makan masakannya Ma, tidak akan Aku ulangi lagi " sahut Angel tersenyum meraih gelas berisi air putih di atas meja untuk Ia minum.


" Lebih baik jangan pernah lagi " gerutu Pieter bergidik menggelengkan kepala masih merasakan rasa dari nasi goreng yang Ia cicipi tadi.


" Itu masih lebih baik karena Aku memasak di dapur mewahku, daripada Kau membelikan istriku makan di tempat kumuh " jengah Brandon mengingat tempat ketoprak yang Ia datangi bersama Angel.


" Bahkan tempat kumuh masih memiliki rasa masakan lebih baik daripada masakan mu " sahut Pieter membela diri karena hanya menuruti keinginan Adik yang tengah ngidam.


Angel juga Olivia tersenyum melihat kedua lelaki yang terus berdebat masalah makanan, gadis dengan perasaan sangat merindukan Mamanya tersebut terus melingkarkan tangan pada perut Wanita dalam balutan setelan kerja karena Pieter menjemputnya dari kantor lalu mengajaknya ke tempat Angel usai wanita yang Ia anggap Mama kandungnya itu bercerita tentang Angel yang tak mengangkat panggilan telpon darinya.


Kebahagiaan yang kini di rasakan Angel terlihat begitu jelas terlukis pada wajah yang tak pernah kehilangan senyum di balik sifat manjanya pada Olivia. Brandon dan Pieter turut merasakan kebahagiaan Ibu dan anak yang saling meluapkan rasa rindu melalui senyuman juga pembicaraan sederhana dalam dekapan hangat mereka berdua.


Meski Angel selalu terlihat kuat dalam menjalani seluruh cobaan hidupnya bersama Olivia hingga harus menanggung semuanya sendiri, dalam hatinya tetap Ia hanyalah seorang gadis remaja yang masih merindukan sebuah kehangatan juga perhatian. Ia tak pernah sekalipun menunjukkan rasa rindunya pada Olivia di depan Brandon karena tak ingin suaminya merasa sedih mengetahui kesedihannya yang amat ingin bertemu dengan Mamanya, namun melihat Angel seperti ini makin membuat Brandon merasa bersalah karena tak pernah terpikirkan untuk membawa istrinya bertemu dengan Olivia karena Ia yang selalu mencoba menutupi kehamilannya.

__ADS_1


Perbuatan keji Carlos pada Angel sudah benar benar mengubah seluruh hidup Angel juga Olivia yang merasa beruntung bisa bertemu dengan Brandon juga Pieter. Meski awalnya Angel begitu membenci suami yang telah merenggut kesuciannya hingga hamil tanpa Ia tahu sebelumnya, namun kini Ia sangat mencintai Brandon yang selalu memanjakan dirinya tanpa henti bahkan menuruti semua keinginan keinginan tak masuk akal ketika ngidamnya mulai Ia rasakan kembali. Suami yang begitu melindungi dirinya, juga Kakak yang selalu mengerti apapun keinginannya meski tanpa memberitahunya membuat Angel begitu beruntung meski harus melalui kehidupan yang berat untuk bertemu dengan keduanya.


__ADS_2