Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 133


__ADS_3

Walaupun mereka bukan saudara sedarah, namun perasaan di antara mereka sudah terjalin kuat. Rasa sayang keduanya membuat mereka mampu memahami satu sama lain. Meski tak menyukai Adiknya menaiki motor, Pieter juga tak ingin jika Angel kembali masuk kedalam rasa sedih yang membuatnya tak ingin hidup seperti saat sebelum Ia merubah diri dan sikapnya.


" Angel, Kakak akan mengijinkan mu tetap naik motor tapi dengan satu syarat, jangan pernah menaiki motor dengan kecepatan seperti tadi. Kakak sudah pernah kehilangan Adik dan Kakak tidak ingin merasakan hal yang sama lagi, karena Kakak benar benar menyayangi mu Angel " pinta lelaki yang sudah memeluk Adiknya untuk menenangkan tangis gadis kecil yang mengangguk untuk menyetujui semua permintaan Kakaknya.


" Kak, Aku sudah menjawab semuanya dengan jujur padamu, bisakah jangan memberitahu siapapun tentang apa yang Aku ceritakan? terutama suamiku " pinta Angel melepas pelukan Kakaknya.


" Baik, Kakak tidak akan memberitahu siapapun. Kakak sangat menyayangimu jadi tolong jangan buat khawatir dan jaga dirimu, jaga nyawamu " tulus Pieter menatap Adiknya.


" Baik Kakakku yang tampan. Oh ya, Aku sangat penasaran satu hal tentang Kakak akhir akhir ini " ucap Angel sudah menghentikan air mata dan kembali bersemangat tak ingin terlalu larut dalam kesedihan.


" Kakak tahu apa itu, Kakak tidak merasa cemburu pada Alexa ataupun Darell, sama sekali tidak. Kalau Kamu mau bertanya apa Kakak masih mencintai Dia atau tidak, ya Kakak masih mencintainya tapi Kakak juga mencintai dan menyayangi Kamu juga Mama, tidak ada yang bisa menggantikan kalian sekalipun itu istri Kakak nanti. Kakak lebih memilih kehilangan istri daripada kehilanganmu juga Mama " langsung Pieter menjawab tanpa mendengar lebih dulu pertanyaan Adiknya.


" Bagaimana Dia bisa tahu? belum juga Aku bertanya, apa mereka berdua memiliki mata keenam? " gumam lirih Angel karena suami dan Kakaknya selalu tahu apa yang Ia pikirkan.


Mendengar Angel bergumam sambil mengalihkan pandangan ke samping kanan, lelaki yang tepat dekat di sebelah kirinya itu mulai mengembangkan senyum sambil mengacak gemas ujung kepala Angel.


" Bukan memiliki mata keenam Angel, tapi Kami sangat memahami dirimu. Matamu sudah menjelaskan semua pertanyaan mu, bahkan ketika Kamu berbohong suamimu akan tahu lebih dulu " senyum Pieter gemas.


" Bahkan Dia tahu kalau Aku juga memikirkan singa pemarah itu " gumam kembali Angel membuat Kakaknya terbahak, meski gumaman tersebut begitu lirih namun tetap mampu Ia dengar.


" Diamlah Kak nanti Dia dengar. Lagipula kenapa Kakak malah tertawa seperti ini sih? pacar sendiri mau tunangan dengan orang lain malah terlihat tenang dan tertawa lepas, orang yang melihat akan berpikir kalau Kakak mulai tidak sehat karena patah hati" gerutu jengkel Angel malah membuat Kakak nya semakin tertawa tanpa henti dan tak di mengerti Angel sama sekali.


" Mau kemana? " tanya lelaki yang menahan pergelangan Adiknya ketika hendak pergi.

__ADS_1


" Aku tidak mau bicara dengan Kakak lagi, Kakak menyebalkan! " jengkel Angel karena lelaki itu tak henti tertawa di setiap ucapannya.


" Oke, oke Kakak berhenti sekarang. Habisnya Kamu lucu Angel, makanya Kakak tertawa " paksa Pieter berhenti tertawa agar Adiknya tak pergi dengan kesal karena masih begitu betah bersama Adik kesayangannya.


Angel kembali duduk bersama Kakaknya yang sudah mencoba mengatupkan bibir menghentikan tawanya sendiri.


" Sebenarnya apa yang lucu sampai Kakak seperti itu? " heran Angel merasa bodoh karena ditertawakan tanpa alasan.


" Karena Kamu berani mengatai Brandon singa Angel, dan Kakak baru melihat orang seberani Kamu dalam hidup Kakak. Dan juga pembicaraan Kamu tentang pertunangan Alexa menurut Kakak juga sangat lucu padahal Kamu sudah tahu kebenarannya " sahut lelaki yang masih berekspresi dengan senyumnya, semakin membuat Angel merasa aneh.


" Sebentar Kak, apa maksud Kakak Aku tahu kebenarannya? jelaskan padaku, Aku merasa seperti orang bodoh sekarang!" jengkel Angel menekuk wajah mengucapkan dengan nada kesal.


" Kamu tahu kan jika pertunangan itu tidak akan pernah ada? Kamu juga tahu siapa Darell bukan? Angel, kenapa Kakak tidak cemburu itu karena Kakak tahu kalau Darell hanya pegawai sama seperti Kakak, suami Kamu sengaja meminta Dia kesini karena sebuah pekerjaan bukan untuk menikah. Apa Kamu tahu kalau Kakak hanya merasa lucu dengan tingkah manja Alexa dengannya selama ini? Kakak hanya ingin mengikuti permainan Brandon, Alexa dan Om Adi tapi Kakak juga sengaja membuat mereka jengkel. Darell ataupun Kakak tidak akan mungkin bisa melawan perintah suamimu, dan Darell adalah tangan kanan kedua suamimu "jelas Pieter panjang lebar mengejutkan Adiknya.


" Sebentar, jadi selama ini Kakak tahu semuanya? bagaimana bisa? " terkejut Angel dalam kebingungan.


" Wah Kakak, Aku benar benar bangga padamu. Bahkan Kamu lebih pintar berakting daripada Aku. Tapi Kak kenapa Kamu diam saja kalau tahu semua? " Angel membulatkan mata sembari menggeleng kepala ke arah Pieter yang sudah tersenyum memegang ujung kepala Adiknya penuh kasih sayang.


" Angel, semua hanya tentang waktu dan Aku tidak ingin memaksakan alur kehidupan karena semua pasti akan terjadi seperti yang sudah di gariskan. Tapi Kakak yakinkan ke Kamu jika takkan mengingkari janji padamu juga Mama" jelas Pieter sudah menceritakan segalanya pada Olivia juga Angel tentang kejadian di villa.


" Aku berharap Kakak akan menikahinya karena cinta bukan komitmen, Dia memang bersalah dengan kecurigaannya, tapi itu hanya karena Dia sangat mencintaimu Kak" ucap Angel juga telah diceritakan segala kecurigaan Alexa pada Kakak yang tak pernah menutupi apapun padanya juga Olivia.


" Angel, percaya Kakak " pinta Pieter di angguki oleh Adik yang tahu jika lelaki dihadapannya tak pernah mengingkari perkataannya sendiri, sama halnya dengan suaminya.

__ADS_1


" Ngomong ngomong, apa Aku membutuhkan mata lain juga untuk mengawasi suamiku diluar sana? siapa tahu Dia bermain gila di luar" ucap Angel memainkan alisnya naik turun sembari tersenyum diiringi tatapan gemas juga senyum Pieter.


" Brandon! " teriak Pieter menggoda Adiknya.


" Apa Kakak ingin membunuhku?! " jengkel Angel beranjak dan bingung untuk berlari lewat mana, mengembangkan tawa lelaki yang sengaja menghalangi jalannya.


Teriakan Pieter memanggil sahabatnya seketika membuat Angel gelagapan dan berlari menuju kamarnya sendiri, karena takut jika suaminya mengetahui apa yang Ia ucapkan. Gadis cantik dengan balutan hotpant dan kaos oblong besar itu berlari seperti dikejar oleh hantu saja, membuat Pieter tertawa lepas melihat tingkah lucu dan menggemaskan Adiknya.


Tak lama dari teriakan Pieter, lelaki tampan dengan pakaian tidur hitam itu menghampiri sahabat yang tertawa menatap ke arah anak tangga. Rasa heran melihat sahabatnya tertawa lepas untuk pertama kalinya itu menimbulkan banyak pertanyaan di benak lelaki dengan langkah kaki santai itu.


" Apa Kau gila? " tegur Brandon santai pada sahabat yang masih menujukan pandangan ke arah anak tangga.


" Aku akan menjadi gila jika melihat tingkah Angel seperti itu, apa Kau tahu Dia langsung lari begitu Aku memanggilmu" jelas Pieter masih dengan ekspresi bahagia akan kekonyolan Adiknya.


" Kenapa? " heran Brandon masih tak mengerti.


" Dia ingin memiliki mata lain untukmu karena Dia pikir Kau bermain gila di luar " jelas kembali Pieter membuat sahabatnya malah tersenyum menatap ke ruang atas dimana kamarnya berada.


" Bagaimana Aku bisa bermain gila memiliki istri secantik Dia " bangga Brandon tersenyum.


Suami yang tak pernah henti membanggakan kecantikan istrinya itu mengajak sahabatnya untuk menuju mini bar dan menikmati minuman bersama. Paras cantik, kebaikan hati, kedewasaan juga tubuh bagus dan mulus tak pernah henti Ia kagumi dari istrinya. Bahkan diakui keduanya jika Angel memiliki paras dan ekspresi yang tak pernah mereka temui pada perempuan lain di balik kepolosannya.


Bahkan keduanya tak segan untuk saling memuji Angel di hadapan siapapun juga, yang tak jarang membuat Pieter mengaku jika saja usia Angel lebih tua dari sekarang dan bukan milik sahabatnya, mungkin Ia akan rela mengejar seperti hal nya Kenan. Karena diakui nya jika tak ada perempuan sesempurna Angel baik dari segi wajah, hati juga tubuh yang dilihatnya dari mata seorang laki laki. Bahkan menurutnya Alexa yang masih Ia cintai itu, masih berada jauh dari kesempurnaan yang dimiliki oleh Angel baik wajah, hati juga bentuk tubuhnya.

__ADS_1


Pembicaraan tentang Angel pernah mereka bahas usai malam dimana Brandon membeli Angel, pembahasan yang lebih ke pujian juga rasa kagum itu membuat Brandon membenarkan semua perkataan sahabat yang juga tertarik pada gadisnya waktu itu, namun usia terlalu kecil membuat Pieter mundur karena menyukai seseorang yang dewasa. Tapi Brandon yang sudah sangat tertarik tak lagi memperdulikan tentang jarak usia ataupun status pelajar Angel. Ia terus berjuang untuk mendapatkan gadisnya tanpa sekalipun menyerah membuat gadis itu benar benar jatuh cinta. Terlebih ketika Ia sudah menikmati tubuh Angel untuk pertama kali dalam hidupnya, makin membuatnya gencar mengejar tanpa putus asa.


Rasa tertarik juga kekaguman Pieter berubah menjadi sebuah kasih sayang tulus dan memiliki niatan untuk melindungi gadis kecil cantik tersebut. Selain sebuah rasa kagum, usia Angel juga kepolosannya mampu mengingatkan lelaki yang tengah meneguk wine bersama sahabatnya itu akan Adik kandungnya. Sejak lama Ia sangat ingin mengungkapkan keinginannya pada Angel, namun baru memiliki kesempatan ketika gadis itu kabur dari rumah. Memiliki Angel dalam kehidupan dua sahabat yang saling mengobrol dan tersenyum membayangkan kelucuan juga kenakalan Angel saat ini, membuat mereka merasakan kehidupan yang lebih bersemangat dan berwarna dari hitam putih hidup mereka dulu.


__ADS_2