
" Kak, pulang dan beri pelajaran Oma. Aku lelah mengahadapi nya setiap hari, belum lagi Clara suka sekali datang ke rumah " jengkel Alexa langsung di bungkam mulutnya oleh laki laki tetap mendekatkan wajah keponakan pada wajahnya itu.
" Diam, Angel akan dengar hal itu " melotot Brandon lirih ke arah Adiknya.
" Kak Angel tidak tahu? " tanya Alexa lirih.
" Tidak, Aku belum terlalu gila untuk mengatakan tentang Clara padanya. Yang ada Dia akan meninggalkanku " lirih Brandon seakan berbisik, di angguki berulang oleh Alexa.
" Ingin sekali Aku tendang dari balkon setiap kali Dia datang " gerutu Alexa.
Clara yang merupakan pemicu utama permusuhan Kenan juga Brandon, kini berstatus menjadi calon istri yang dipilih Gaida dan Sasmita untuk Brandon. Namun hanya sekali Tuan muda itu menemui untuk memenuhi janjinya sendiri. Sampai saat ini, Brandon tak memberitahu istrinya tentang Clara karena tak mau menghancurkan kebahagiaan mereka sekarang.
" Berhenti makan, rahang mu akan patah! " protes Brandon melihat istrinya datang sembari mengunyah dan membawa nampan berisi salad buah juga minuman.
" Aku makan cerewet, Aku tidak makan juga cerewet " gerutu Angel duduk di samping Alexa, memberikan satu mangkuk kecil pada Adik iparnya.
" Tubuh sudah seperti gajah, terus saja makan " lirik sinis Brandon ke arah istrinya, mengembangkan senyum Alexa.
" Sayang, Aku sering menggunakan otak jadi harus banyak makan buat energi ku " bela Angel menikmati salad.
" Aku kerja juga menggunakan otak, tapi tidak rakus seperti mu! " sahut Brandon jengkel setengah berteriak, membuat keponakannya terkejut dan menangis.
" Biarkan saja, Dia yang salah " ucap Angel menahan Adik iparnya hendak menolong putrinya, dan mengajak tetap menikmati makan.
Brandon berdiri mencoba menenangkan bocah kecil di gendongannya. Semakin keras suara Quenby menangis, terus di coba Brandon untuk menangkan dan di perhatikan saja oleh Angel juga Alexa tetap makan sesekali tersenyum.
__ADS_1
" Diam lah, nanti Daddy kasih satu perusahaan untuk mu " bujuk Brandon di tertawakan kedua orang di atas sofa.
" Jangan mau diam, Pamanmu kaya jadi minta lebih banyak darinya " celetuk santai Angel.
" Jangan memanggilku Paman! memang Aku setua itu?! " protes kembali Brandon berteriak, mengejutkan kembali Quenby makin kencang menangis.
" Lihatlah, ini salahmu! " tambah Brandon protes malah di tertawakan oleh Alexa juga Angel.
" Baby, minta Paman tiga perusahaan dan beberapa aset lalu diam oke?! " seru Alexa di tendang kakinya cepat oleh Brandon.
" Baiklah baik, Daddy kasih uang oke? tapi cepat diam " bujuk Brandon merogoh uang seratus ribu dalam kantong celana dan diberikan pada Quenby, seketika membuatnya diam memainkan uang.
" Dasar mata duitan " gerutu Brandon membuat Angel dan Alexa terbahak bersama.
" Kamu bukan anak Mama, bagaimana mungkin Kamu diam hanya dengan uang seratus ribu? bagaimana Kita bisa kaya kalau seperti ini? kalau sudah di beri perusahaan juga aset atas namamu baru diam " goda Alexa pada putrinya yang sudah di ajak duduk kembali oleh Kakaknya.
" Pamanku pelit, Paman ku jahat " senyum Angel meraih tubuh Quenby.
Angel membawa keponakannya keluar mencari udara segar, di tatap Brandon juga Alexa. Senyum menghiasi wajah tampannya melihat Angel begitu luwes memperlakukan Quenby, dengan sesekali mengajaknya bicara layaknya seorang Ibu.
" Bukankah Dia pantas menjadi Mommy? " ucap Brandon memperhatikan istrinya.
" Kenapa tidak di jadikan Mommy saja? apa susah nya tinggal buat saja " polos Alexa, di balas senyum kilas Kakaknya.
" Setiap hari Aku membuat, tapi tidak ada yang jadi satupun " santai Brandon menjawab.
__ADS_1
" Berarti Kakak kurang panas " polos kembali Alexa, langsung di apit kepalanya oleh Brandon hingga wajah mendarat pada paha laki laki terlihat gemas itu.
" Masuk sana dan sapa mertua mu " ucap Brandon melepas kepala Adiknya.
Dua saudara itu langsung beranjak dari duduk dan masuk ke dalam rumah, membiarkan Angel bermain bersama Quenby di luar rumah. Dilihatnya Olivia baru keluar memandikan Dio dan langsung memeluk Alexa.
" Maya, Aku lapar " manja Alexa di balas senyum Olivia, dan mengajak menantunya ke dapur.
Pieter yang sudah di dapur dari tadi, melihat kehadiran istri juga Mamanya lalu menyapa sejenak wanita cantik masih di gandeng istrinya itu. Sedangkan Brandon menghentikan langkahnya untuk menerima panggilan dari anak buahnya.
" Dasar bodoh! panggil Darell, setengah jam lagi Aku tiba! " terdengar suara keras Brandon begitu tegas, cepat Pieter menoleh.
Langsung saja Tuan muda baru menutup panggilan itu masuk ke kamar untuk mengganti pakaian. Di dapur, Alexa melihat ke arah suami yang masih mengamati Brandon, lalu memeluknya.
" Aku tidak apa apa " senyum Pieter melepaskan dekapan istrinya, dan menatap ke arah wajah cantik berambut curly di depannya.
Olivia tak mengerti apapun sama seperti Angel, hanya diam saja dengan menyiapkan makan untuk menantu perempuannya. Tak lama, Brandon sudah lengkap dengan kemeja hitam, juga setelan jas hitam lalu keluar menghampiri Olivia di dapur.
" Aku pergi sebentar, jaga Angel " pamit Brandon langsung pergi tanpa mendengar jawaban lebih dulu.
Tetap memperhatikan dan penuh tanya dalam benaknya, Pieter tiba tiba terlihat sendu dengan tatapan matanya. Dulu hanya Dia orang yang selalu tahu segala yang terjadi, namun kini sedikit saja Ia tak mengetahui apapun karena sebuah kelalaian.
" Mau kemana? " tanya Angel melihat laki laki tinggi bertubuh tegap itu keluar dari rumah.
" Cari istri baru " santai Brandon lalu mencium bibir istrinya sejenak dan berpindah pada pipi tembam Quenby.
__ADS_1
" Pukul Dia kalau makan lagi, oke? Daddy memberimu tanggung jawab besar " ucap laki laki membungkuk ke arah keponakannya, di tatap kesal Angel.
Seorang pengawal sudah membuka pintu mobil Tuan muda yang sudah berjalan santai ke arah mobil. Mesin mobil langsung dihidupkan, dan berlalu begitu saja. Brandon tak pernah memberitahu kemana, ada apa dan dengan siapa ketika pergi. Angel masih berdiri bersama Quenby melihat kepergian suaminya seperti biasa, dan menunggu hingga pulang dengan harapan suaminya tetap bernyawa ketika Ia tiba.