Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 165


__ADS_3

Kenan yang masih tak percaya dengan informasi yang diberikan sekretarisnya, langsung melangkah cepat menghampiri Angel yang sudah duduk bersama lainnya. Brandon hanya menatap kedatangan Kenan yang langsung berdiri di samping istrinya. Meja tak terlalu jauh mampu membuat Brandon mengawasi jelas musuhnya.


" Apa Dia Adikmu ?" tanya Kenan masih tak percaya ke arah lelaki yang menatapnya santai dengan tangan menggenggam istrinya di bawah meja.


" Ya, kenapa ? apa Kau mau berbuat macam macam lagi padanya? lebih baik jaga mata dan tanganmu baik baik sebelum Aku mengambilnya dengan caraku " santai Pieter seraya mengancam, mengejutkan Alexa juga Adiyaksa yang duduk satu meja dengannya.


" Apa Dia melakukan sesautu pada Kak Angel ?" lirih Alexa berbisik dan tak dijawab oleh Pieter karena adanya Adiyaksa.


" Angel, ikut denganku " seru Kenan menarik tangan gadis yang masih duduk mengarahkan pandangan ke depan.


Cepat Viena yang juga ada di meja itu menahan kuat tangan Kenan dan menggenggam kuat hingga lelaki yang masih berdiri itu memekik kesakitan.


" Apa Kau seorang perempuan ?! tanganmu seperti besi! " jengkel Kenan meemgangi lengannya yang telah terlepas dari tangan Angel, membuat Pieter tersenyum mendengar ucapan bodoh Kenan.


" Kenan, jaga sikapmu jangan membuat masalah disini " ucap Adiyaksa mengingatkan.


" Untuk itu biarkan Aku bicara dengannya di luar agar Aku tak membuat masalah disini. Aku takkan pergi sampai Aku bisa bicara berdua dengannya " santai Kenan tetap pada keinginannya.


Melihat keras kepala Kenan yang mungkin saja benar benar akan membuat masalah, Pieter memberikan isyarat anggukan pada Adiknya agar mau berbicara dengan Kenan. Mata juga diisyaratkan Pieter ke arah Viena agar mengikuti Kenan dan Angel.


Melihat istrinya pergi bersama musuhnya, Brandon merasa tak suka terlebih Kenan telah melecehkan istrinya. Ia tak mengerti kenapa Pieter malah hanya duduk diam tanpa mengikuti kepergian Angel. Langsung saja Brandon menghampiri Pieter dengan geram.


" Apa Kau gila ? kenapa kau ijinkan Dia pergi ?" geram Brandon menahan suaranya dengan membungkuk menahan tubuh dengan telapak tangan di atas meja.

__ADS_1


" Penjagaan begitu ketat di depan, apa yang Kau khawatirkan. Kembalilah ke tempatmu atau Kau akan dibunuh Oma " ucap Pieter melihat ke arah Gaida yang menatap tajam pada Brandon.


" Aku bisa gila! " tegas Brandon berlalu pergi dan kembali ke tempat duduknya sendiri, usai menoleh kilas ke arah Gaida.


Adiyaksa tak tega dengan putranya yang terlihat frustasi, begitu juga Alexa yang tahu bagaimana besar cinta Kakaknya untuk istrinya.


" Daddy, apa tidak ada cara untuk menghentikan ini ?" tanya Alexa lirih.


" Percaya Kakakmu Alexa, Daddy yakin sudah banyak rencana dalam otanya sekarang " santai Adiyaksa berpikiran sama seperti Pieter.


" Aku tidak percaya, kenapa kalian begitu tenang sekarang ?! " jengkel Alexa kesal.


" Alexa, mau Aku ambilkan makan? daripada Kamu terus berpikir lebih baik Kamu makan " santai Pieter tersenyum melihat wajah kesal istrinya.


" Mau Aku cium saja ?" goda Pieter tersenyum, langsung mendapat cubitan oleh Alexa pada pahanya.


" Sakit ! " protes Pieter melotot.


" Itu karena Kamu suka sekali membuat riasanku hancur " seru Alexa mengembangkan senyum tak percaya suaminya karena daritadi Alexa hanya memperdulikan tentang penampilannya saja.


Diluar, Angel dan Kenan sudah bicara bersama tak lepas dari pandangan Viena yang berdiri tak jauh dari keduanya. Kenan hanya ingin meminta maaf atas apa yang terjadi di sekolah dan sudah sangat menyesal telah melakukan hal itu.


Gadis berhati lembut itu hanya membalas dengan senyuman dan berlalu pergi meninggalkan Kenan masih berdiri di luar. Begitu Ia memasuki gembali tempat acara, Gaida sudah keras menahan tangannya dan menyeret ke balik piano dengan niatan ingin mempermalukan Angel, yang sudah sangat Ia anggap rendah dan remaeh.

__ADS_1


Bahasa inggris yang sangat di kuasai Gaida karena telah lama tinggal di luar negri, sengaja di gunakan untuk pembukaan acara pertunangan cucu keduanya bersama Angel. Sesekali Gaida memberikan lontaran kalimat pada Angel, namun mampu dengan lancar di balas oleh gadis di balik piano tersebut dan hanya membuat Gaida semakin geram.


" Daddy, lihatlah Oma Dia sengaja melakukan hal itu " seru Alexa tak tenang.


" Tenanglah Alexa, atau Kamu yang akan membuat keributan disini " ucap Pieter makin membuat istrinya mendengus kesal.


Brandon hanya duduk tenang sambil terus mengamati istrinya, tak merespon sedikitpun ucapan Jovanka kepadanya. Dari depan mampu dilihat Angel jika Jovanka sudah duduk begitu dekat dengan suaminya, tangan Jovanka juga sudah melingkar pada lengan lelaki yang tetap diam tersebut.


Sengaja Gaida meminta Brandon dan Jovanka untuk saling bertukar cincin di hadapan Angel yang Ia minta untuk mengiringi dengan lagu. Setiap permainan Gaida hanya di turuti saja oleh Brandon yang menggandeng Jovanka ke depan. Kenan yang baru kembali masuk hanya berdiri menyaksikan Angel yang mulai memainkan tuts piano, namun mengejutkan Gaida karena hanya berniat untuk mempermalukan ANgel.


Brandon sudah begitu matang mempersiapkan istrinya untuk bisa menghadapi keluarganya, dimana Angel sudah banyak di ajari dengan bahasa asing juga mengirim guru musik sendiri untuk istrinya. Segala persiapan sudah banyak diberikan Brandon pada istrinya, tanpa dimengerti sedikitpun oleh Angel di awal dan baru dipahaminya saat ini.


Lagu " All of Me " milik John Legend sengaja dipilih Angel, karena lagu tersebut sering diputar suaminya ketika di dalam mobil. Lagu dengan arti mendalam itu sering diminta Brandon agar di mengerti istrinya, supaya istrinya tahu bagaimana makna terdalam setiap liriknya seperti ditujukan untuk hubungan mereka.


Air mata tak bisa lagi di bendung oleh Angel melihat suaminya berdiri bersama wanita lain, terdengar jelas dari suaranya jika Ia kini tengah menangis dan melukai lebih dalam perasaan lelaki yang masih berdiri dengan memejamkan mata tersebut,


Suara lembut dalam tangis yang mengalun bersama indahnya piano, mampu membuat setiap yang ada di ruangan tersebut merasakan sebuah perasaan yang tercurah begitu dalam . Tak terkecuali Kenan yang langsung mengubah ekspresinya semakin tak mengerti akan apa yang terjadi di hadapannya saat ini, matanya iba menatap ke arah Angel yang sangat ingin Ia raih saat ini juga.


" Aku tidak sanggup lagi " air mata mengiringi ucapan Alexa yang langsung di raih suaminya dekat dalam pelukannya.


" Kak Angel pasti sangat terluka sekarang " seru Alexa kembali dalam pelukan suaminya.


Baik Pieter ataupun Alexa tak sanggup melihat keadaan Angel dan Brandon saat ini. Ketidak berdayaan terlukis jelas dalam wajah kedauanya, namun Pieter tetap berharap jika Brandon akan melakukan sesuatu yang bisa menyelamatkan hubungan keduanya saat ini. Adiyaksa yang berdiri di belakang putranya, memegang pundak lelaki yang terlihat mengepalkan tangan. Ia juga berharap jika Brandon melakukan sesuatu yang tak bisa dilakukannya.

__ADS_1


__ADS_2