
" Tolong ambilkan sandal serta pakaian di kamarku "ucap Angel pada salah seorang pelayan yang tengah membantu untuk mengeringkan tubuh Angel.
" Baik Nyonya " sahut pelayan tersebut dan berlalu meninggalkan Angel yang masih berdiri di bawah teras.
" Masuklah dulu, Anda bisa sakit nanti. Biarkan pelayan yang melakukan itu " seru Santos ketika Angel mengeluarkan semua barang barang nya dari tas.
" Tidak, nanti lantainya akan basah " sahut Angel tersenyum ke arah Santos.
Brandon yang mendengarkan Angel dari tadi beranjak dari duduknya dan menghampiri istrinya yang masih berdiri di luar.
" Apa Kamu bodoh? Tubuhmu sudah menggigil malah memikirkan lantai? Masuk! "teriak Brandon kesal ke arah Angel sambil berdiri di tengah pintu.
Angel yang masih merasa sakit hati akan perbuatan Brandon tak menghiraukan sedikitpun perkataan suami yang sengaja menunggunya pulang. Melihat Angel yang masih berusaha mengeringkan barang barangnya membuat Brandon geram karena istrinya yang sudah menggigil dengan bibir mulai membiru sama sekali tak bergeming. Ia langsung melangkah menghampiri Angel dan membuang semua buku dan tas yang masih dipegang istrinya tersebut lalu menggendongnya untuk masuk ke dalam.
" Lepas, apa Kamu pikir Aku karung? "seru Angel meronta karena Brandon memanggulnya di pundak seakan membawa sebuah karung beras.
" Diam, atau Aku lempar Kamu " tegas Brandon dengan terus memanggul Angel ke kamar.
__ADS_1
Santos mengembangkan senyumnya melihat Brandon mengangkat tubuh Angel seperti itu dan membawanya menapaki setiap anak tangga.
" Apa yang mau Kamu lakukan? " seru Angel ketika sudah berada di dalam kamar mandi dan Brandon membuka setiap kancing seragam yang di tahan oleh tangan Angel.
" Apa Kamu mau mati kedinginan? buka! mandi sekarang!" tegas Brandon menatap lekat ke dalam mata Angel yang tetap menahan tangan Brandon membuka bajunya.
" Perasaan ini benar benar membuatku gila, Aku cinta Kamu Angel, benar benar cinta Kamu" tambah Brandon mendekatkan tubuhnya pada Angel dengan telapak tangan yang Ia letakan di leher jenjang Istrinya.
Brandon memeluk erat tubuh basah Angel, meletakkan kepala istrinya di dada bidang miliknya merasakan perasaan rindu yang teramat sangat untuk Angel.
" Pergilah, Dia menunggumu di bawah " ucap Angel yang melihat adanya wanita yang selalu bermesraan dengan suaminya di ruang tamu ketika Ia masuk tadi.
Angel mendorong tubuh Brandon menjauh dari dirinya karena tak ingin di sentuh lelaki yang sudah lebih dulu menikmati tubuh perempuan lain yang tak pernah Ia tahu jika suaminya tak pernah melakukan apapun pada wanita tersebut dan selalu meminta wanita bayarannya tidur di ruang tamu.
Ketika tubuhnya mulai terdorong oleh Angel dan mendengar perkataan istrinya, Brandon dengan cepat menarik pinggang istrinya mendekat dan memegang tengkuknya lalu mencium bibir Angel lembut dan menikmatinya sebelum Angel kembali mendorong tubuh suaminya menjauh.
" Apa Ayah dari anakmu melarang mu melakukan ini denganku? " seru Brandon ketika Angel terus menolak Ia sentuh.
__ADS_1
" Jangan menyentuhku setelah Kamu menyentuh perempuan lain, Aku membencimu " seru Angel mengusap bibir yang telah di cium oleh suaminya dengan punggung tangan.
" Bukankah Aku yang harusnya membencimu karena telah mengkhianati ku? gugurkan anak ini dan Aku akan memaafkan mu" ucap Brandon dengan penuh penekanan membuat Angel menggelengkan kepala tak percaya jika suaminya mampu mengatakan hal seperti itu.
" Apa Kamu tega membunuh darah daging Kamu sendiri? apa Kamu bukan manusia? " tanya Angel dengan tatapan tak percaya pada Brandon.
" Dia bukan anakku! itu hasil dari perselingkuhan mu selama Kita terpisah! " tegas Brandon berteriak.
" Kita sudah melakukannya sebelum Aku pergi dari tempat ini, dan Kamu melakukannya berulang kali tanpa pengaman apapun! Kamu meletakkan semua benih Kamu di rahimku tapi Kamu menyangkal ini anak Kamu? Kamu benar benar tidak punya hati, Aku membencimu Tuan Brandon" tegas Angel berteriak ke arah Brandon karena sudah tak kuasa lagi harus dituduh berselingkuh oleh suaminya.
" Harus berapa kali Aku bilang kalau ini anak Kamu, anak kandung Kamu! Kamu terus meniduri ku setiap kali Kamu mau apa Kamu lupa itu? " tambah Angel yang semakin berteriak ke arah Brandon.
Tanpa menjawab sepatah kata pun, Brandon keluar meninggalkan Angel di kamar mandi karena pikirannya yang kacau karena perkataan Angel yang memang benar namun Ia masih tetap meragukan anak itu karena Angel yang menyembunyikan kehamilannya. Angel mengurai air matanya dengan terkulai di lantai kamar mandi tak tahu harus bagaimana lagi meyakinkan suaminya jika Ia tak pernah berselingkuh dan janin dalam rahimnya adalah anak mereka berdua yang tumbuh sebelum mereka menikah.
Lelaki yang terus berpikir tentang janin yang ada di rahim istrinya tersebut mulai menyandarkan diri di sofa kamarnya seraya memijat kening mencoba menyerap setiap perkataan Angel yang membuatnya ingin melakukan pemeriksaan pada janin yang masih dalam kandungan tersebut demi meyakinkan dirinya sendiri. Ia mulai meraih ponsel dan menghubungi seorang dokter untuk membuat janji bertemu yang sudah Ia minta di awal untuk merahasiakan tentang apa yang hendak Ia lakukan nanti.
Pikirannya benar benar berharap jika anak dalam kandungan istrinya adalah benar anaknya yang akan membuatnya sangat bahagia, namun jika itu bukanlah anaknya Ia tak tahu harus berbuat apa pada istri dan juga kandungannya tersebut yang bahkan Ia sendiri tak akan mampu lagi menerima Angel jika Angel masih terus mempertahankan janinnya tersebut, meski Brandon begitu mencintai Angel namun Ia tak akan bisa menerima bayi yang bukan anak kandungnya.
__ADS_1