Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 204


__ADS_3

Setelah satu minggu melahirkan, Brandon mengajak kedua anak dan istrinya untuk langsung menempati rumah baru mereka. Sebuah rumah lebih mewah dan luas dari rumah seblumnya. Kemewahan interior dan eksterior tampak jelas terlihat dari rumah dengan dua pilar besar dan tinggi di teras.


Melengkapi dengan taman bermain di depan rumah, lengkap dengan ayunan dan mainan lainnya di atas rumput hijau tersebut. Tidak lupa ia pun menyediakan kamar khusus untuk anak anaknya bermain di dalam nanti, yang langsung terhubung dengan kamar bayi. Semua tertata rapi dengan segala persiapan yang matang.


"Kakak, aku rela kalau kita harus bertukar rumah. Sepertinya aku lebih cocok tinggal disini" kata alexa usai berkeliling untuk melihat rumah baru kakaknya.


"Benarkah? bermimpilah hingga tumbuh uban adikku tersayang" tersenyum paksa Brandon menatap adik yang tengah berdiri tetap dengan mata memutar kesana kemari.


"Kenapa kamu tidak tinggal bersama kami saja?" tersenyum Angel melirik adik iparnya dengan duduk menggendong salah satu anaknya.


Cepat Alexa yang tengah berdiri memperhatikan sekeliling rumah, melebarkan senyum sangat ceria. Menatap kakak iparnya dengan binar mata kebahagiaan, Alexa langsung duduk disamping Angel.


"Boleh? benar benar boleh?" senyum lebar Alexa dengan ekspresi berharap, dibalas senyum tulus perempuan berbalut dress coklat muda disampingnya seraya mengangguk.


"Ah, kamu benar benar kakak ipar yang baik. Aku sangat menyayangimu" bersemangat Alexa memeluk kakak iparnya, langsung mendapat protes Tuan muda yang juga menggendong putranya tersebut.


"Enak saja! pulang sana! dimana suamimu sampai kamu bisa lepas kemari?!" protes Brandon keras, memajukan bibir Alexa seketika.


"Dia kira aku hewan peliharaan bisa lepas?" gumam lirih Alexa, mengembangkan senyum kakak ipar yang mendengarnya.


"Kak ayolah, bukankah baik kalau kita tinggal bersama? nanti Quen bisa bermain bersama anak kalian" bujuk Alexa mengedipkan mata berulang dalam wajah sok imut.


"Quen bisa tinggal disini, tapi tidak untukmu!" kembali Brandon menggunakan nada tegas, memajukan bibir Alexa lebih panjang dalam wajah kesal.


"Baiklah, tinggal disini satu minggu setelah itu pulang. Awas saja kalau sampai ada yang tahu rumahku!" menyerah Brandon tak tega pada Adiknya.


Alexa melompat kegirangan dengan ucapan kakaknya, melebarkan senyum Angel yang menatapnya. Langsung saja perempuan bercelana hotpant juga kaos hitam itu menghubungi suaminya agar pulang dari tempat Olivia langsung ke rumah kakaknya.


Di waktu bersamaan, dering ponsel Brandon dari Darell langsung di angkatnya usai meletakkan tubuh Nicko pada troli bayi di sampingnya duduk. Melangkah ke luar rumah untuk menjawab panggilan, usai menunjukkan pada istrinya siapa yang menghubungi. Semenjak hari dimana ia bercanda untuk menikah lagi, Brandon selalu menunjukkan pada istrinya siapa siapa saja yang menghubungi dirinya. Karena memang tak ingin jika ada kecurigaan lagi dalam hubungan rumah tangganya.

__ADS_1


"Katakan!" perintah lelaki memiliki nada suara berat tersebut sembari melangkah keluar.


"Tuan, Sonya bergabung bersama Kenan untuk melakukan penyerangan terhadap anda bersama beberapa anak buah Jackson. Apa sebaiknya saya kembali ke Indonesia?" ucap Darell seraya bertanya.


"Kembalilah, bersiap dengan lainnya disini" sahut Brandon.


"Baik Tuan" sigap laki laki telah mengamati setiap pergerakan hingga mampu membaca tak tik Kenan juga komplotan lainnya.


Tetap berdiri di depan rumah dengan tangan kiri dalam saku celana pendek, Brandon langsung menekan nomor Pieter usai menutup panggilan dari Darell. Pieter yang masih di rumah Olivia karena putrinya tak mau kembali pulang dan terpisah dari neneknya, langsung mengangkat panggilan pada ponsel bisnis dalam saku celana.


"Bersiaplah dengan Viena dan Yudha. Ajak beberapa orang setara denganmu lainnya, dan ambil senjata di gudang senjata!" perintah tegas Brandon pada sahabat yang telah menolak segala aset yang diberikan padanya.


"Ada apa?" tanya Pieter, melangkah pergi dari ruang TV dimana Quen bersama Olivia bersama.


"Kita harus menyambut Jackson dan kawanannya bersama Kenan" santai Tuan muda menyeringai sinis tersebut.


"Hm, siapkan orang terbaik yang kita miliki!" perintah kembali Brandon.


"Baik" sigap Pieter, langsung ditutup sambungan telponnya oleh Brandon.


"Jackson, time to action" tersenyum Brandon sinis sembari bergumam, menatap lurus kedepan.


Jackson adalah seorang pemimpin tertinggi kelompok mafia di London. Ia terkenal kejam dalam menghabisi setiap korbannya, menembakkan peluru tanpa ampun sampai dirinya merasa puas. Walaupun mangsanya sudah tewas, ia akan tetap melukai seluruh tubuh mangsanya dengan peluru masih tersisa.


Sudah dua kali ia berhadapan dengan Jackson dalam sebuah pertikaian tanpa ada korban. Hanya sama sama saling terluka tembakan bersama, berlumuran darah namun tetap bisa hidup. Keduanya seakan memiliki seribu nyawa yang tak akan pernah bisa hilang dengan mudah.


Baik Brandon ataupun Jackson akan sangat senang menyambut satu sama lain, karena merasa memiliki lawan seimbang. Saat bertarung, mereka takkan pernah berhenti jika salah satu belum tumbang dan berlumur darah. Tapi hal itu tidak pernah terjadi, karena saat bertempur mereka akan menyakiti dalam waktu bersamaan.


Sama sama pandai bela diri, sama sama pandai memainkan senjata, mereka juga sama sama memiliki sikap dingin dan tenang saat menghadapi lawan. Tidak pernah terlihat gelisah meski terluka dan bersiap kapanpun maut itu datang menghampiri.

__ADS_1


"Ada masalah?" tanya Angel begitu suaminya masuk dan melangkah santai.


"Tidak ada, hanya pertemuan biasa" santai Brandon menaikkan kedua bahu bersamaan, tetap mangantongi tangan pada saku celana.


"Suamiku ikut?" tanya Alexa.


"Tentu, kami akan pergi ke Jepang beberapa waktu" kilah Brandon duduk di samping istrinya.


"Apa kali ini akan lama?" sendu Angel melirik suaminya, merasa ada sesuatu yang salah.


"Tidak sayang, hanya satu minggu tapi bisa juga lebih dari itu. Kita lihat nanti ya, aku akan kembali untuk kalian" tersenyum menggenggam tangan istrinya.


"Jangan berjanji apapun, aku tidak menyukai hal itu karena kamu pasti mengingkari lagi" sendu Angel, di eratkan genggaman pada tangannya oleh lelaki yang tersenyum menatap.


"Love you" tersenyum Brandon mengatakan lirih dengan wajah dekat pada istrinya.


"Alexa, selama kami pergi tetap tinggal disini bersama maya" ucap Brandon menatap adik masih berada di samping istrinya.


"Baik kak, aku akan menghubungi maya sebentar untuk menanyakan Quen disana. Entah apa yang dia lakukan dua hari ini, sama sskali tidak mau pulang" sahut Alexa lalu pergi menghubungi mertuanya.


"Jangan memasang wajah seperti itu, aku akan baik baik saja untuk kalian. Aku membawa orang orang terbaik bersamaku kali ini, berhenti berpikiran macam macam dan jaga Nicho juga Nathan" lembut dan tulus Brandon menatap dalam mata istrinya.


"Aku membencimu" menatap mata suaminya dengan kedua alis mengernyit.


"Aku juga membencimu" tersenyum lalu mencium bibir istrinya.


*************************


Bukan konflik tapi genre Action Romance ya, tahu kan genre Action model kaya apa. Ingatin aja kok kakak2ku, karena banyak yang ngomong konflik. Terima kasih banyak kakak2 masih setia di novel saya, jangan lupa Like+komen ya. (udah kaya youtuber aku sekarang, maaf ya kakak2 yang baik). Terima kasih, Love you karena aku tanpa kalian hanya kerikil jalanan😘

__ADS_1


__ADS_2