
Pagi hari Brandon lebih dulu bangun dan membersihkan diri lalu mengganti pakaian dengan pakaian kerjanya. Setelan jas navy sudah melekat lengkap dengan kemeja senada, karena tak menyukai warna terang ataupun menggabungkan dua warna dalam pakaiannya. Hanya navy, abu tua, juga warna hitam yang selalu memenuhi ruang pakaiannya.
Wajah terlihat segar dan tampan dengan pakaian sangat rapi serta tatanan rambut ke belakang, Brandon bersandar pada meja rian istrinya dengan sdikit duduk pada ujung meja rias tersebut. Tangan di lipat di depan dada, menatap wajah lelap istri yang masih mengenakan kaosnya semalam. Senyumnya tiba tiba merekah ketika melihat tubuh Angel menggeliat.
" Morning, Mommy " sapa lelaki masih dengan mata menatap juga senyum lebar.
" Morning Daddy, kenapa Kamu sudah rapi ? ini masih sangat pagi " jawab Angel parau melihat jam hellokitty pada meja samping tempat tidur.
Tetap tersenyum dalam wajah tampan nan segar, Brandon melangkah mendekati ranjang dimana istrinya masih nyaman dalam selimut. Rambut berantakan, juga wajah polos bangun tidur, lebih terlihat seksi bagi suami yang selalu mencintai istrinya itu. Tangannya lembut membelai menyingkirkan setiap helaian rambut di atas wajah cantik istrinya.
" Aku harus berangkat pagi, Aku ingin cepat menyelesaikan semua dan berkumpul dengan kalian lagi " jelas Brandon sudah meminta Darell merubah jadwal penerbangannya semalam.
" Baiklah, Aku mandi dulu lalu menyiapakan makan dan barang barangmu " ucap Angel beranjak perlahanĀ untuk bangun.
" Mandi dan siapkan makan saja, Aku tidak perlu membawa apapun, Aku akan membelinya di sana " jawab laki laki dengan mata berbinar cinta itu lembut.
" Oke " senyum Angel sudah duduk dengan selimut membalut bagian bawah tubuhnya.
Mencium sejenak sebelum istrinya ke kamar mandi, menggantikan tugasnya untuk menyiapkan pakaian bagi istri yang sudah menghadiahkan calon buah hati untuknya. Tetap tak mempercayai akan kebahagiaan yang menghampiri dirinya, Brandon tidak bisa berhenti memikirkan akan kebahagiaan tiada tara tersebut.
Kehadiran buah hati yang sudah lama sangat diinginkan, kebahagiaan lama Ia dambakan, kini hadir walau harus menunggu lama dengan banyak pengorbanan juga masalah dalam kehidupan rumah tangganya. Hatinya selalu bergetar ketika mengingat kini istrinya tengah mengandung kembali janin kembar. Rasa bahagia juga haru tak bisa di tutupi dalam ekspresinya.
" Kamu mandi apa cuci muka ? cepat sekali " tegur laki laki kembali duduk di tepi ranjang, melihat istrinya keluar dari kamar mandi mengenakan kimono handuk.
__ADS_1
" Mandi, mana ada orang cuci muka tiga puluh menit ? " santai Angel menjawab sembari melangkah ingin mengambil pakaian.
" Sudah Aku siapkan, kemari Aku bantu mengenakan pakaianmu " ucap Brandon berdiri membawa semua pakaian sudah Ia siapkan.
Tangan lembut melepas ikatan kimono di depan perut istrinya, berdiri dan mengenakan satu persatu pakaian untuk istrinya. Tapi matanya tak bisa berhenti mengabsen setiap senti tubuh di hadapannya, hingga membuang napas kasar sembari menggigit bibir bawahnya.
" Biar Aku pakai sendiri " lirih Angel mendapati suaminya seperti orang tengah menahan keinginan.
" Diamlah! " tegas Brandon terus menutupi tubuh di depannya dengan pakaian.
" Aku berniat membantunya, kenapa Aku yang tersiksa " batin Brandon seraya terus membuang napas kasar.
" Kenapa Kamu selalu menginginkannya? bagaimana saat Aku tidak ada kemarin? apa Kamu menahannya? " penasaran Angel mengingat perpisahan satu tahun mereka.
" Benarkah ? " tak percaya Angel bertanya lirih, cepat mendapat tatapan tajam suaminya.
" Apa Kamu mencurigaiku ?! " tegas Brandon bertanya.
" A,a, Aku siapkan sarapan untukmu " cepat Angel berjalan ke arah pintu lalu membukanya dan keluar.
" Apa Dia mencurigaiku selingkuh ? dasar gajah! " gumam Brandon menatap ke arah pintu.
Merinding dengan tatapan tajam suaminya, Angel tak mau berlama lama dalam kamar dan cepat menghindar. Langsung menuju dapur dan ternyata semua sudah siap juga kopi untuk suaminya. Hanya tinggal membawanya ke ruang makan, dengan suaminya sudah duduk di sana.
__ADS_1
Tanpa melihat lagi ke arah sauminya karena mata terus tertuju jtajam, Angel mengambilkan roti gandum juga telor setengah matang serta kopi, dan meletakkan di hadapan lelaki tetap menatapnya itu. Mata Angel terus tertunduk atas pertanyaan yang sempat Ia lontarkan tadi, hingga Brandon tetap menatapnya tajam.
" Apa Kamu benar benar mencurigai Aku berselingkuh ? " tanya Brandon menahan pergelangan tangan Angel ketika meletakkan secangkir kopi.
" Ti, tidak. Aku hanya asal bicara " terbata Angel menjawab dengan wajah tertunduk.
" Angel, buang pikiran bodohmu itu! Aku selalu mengingkanmu dan hanya Kamu bukan lainnya! saat Kamu tidak ada sama sekali Aku tidak terpikirkan hal itu, Aku hanya tidak pernah bisa menahan saat melihatmu! AKu mencintaimu dan tulus mencintaimu, hanya Kamu yang bisa menyentuhku! " tegas Brandon menjelaskan.
" Aku tidak curiga, Aku hanya bertanya. Kenapa Kamu seserius itu? " jawab Angel masih di pegang pergelangan tangannya.
" Aku percaya padamu, hanya saja waktu itu Kamu pernah memainkan dada perempuan lain dan menciumnya, makanya Aku bertanya " lirih Angel menambahkan.
" Itu karena Aku bodoh mencurigaimu dulu, dan ingin membalasmu. Jangan mengingat hal itu lagi, percayalah Aku tidak akan mengkhianati pernikahan Kita, karena AKu yang memilihmu dan pasti akan menjadikanmu satu satunya dan terakhir dalam hidupku " tulus Brandon berucap.
" Aku tahu itu, maafkan Aku. Sekarang makanlah akan Aku suapi " ucap Angel duduk di kursi samping suaminya.
" Aku akan sangat merindukanmu, cepatlah kembali untukku dan anak anak Kita " sendu Angel semari menyuapi suaminya.
" Aku akan secepatnya kembali, ingatlah untuk tetap berada di sini dan jangan ke apartemen selama Aku tidak ada. Jangan keluar, suruh orang saat Kamu membutuhkan apapun. Ingatlah jangan terlalu lelah agar tidak terjadi apapun padamu juga anak anak Kita, Aku tidak ingin kehilangan kalian dan mengulang masa buruk itu. Aku ingin melihatmu juga anak anak Kita bahagia bersamaku " tulus Brandon panjang lebar, di balas anggukan kepala Angel tetap menyuapi suaminya.
Selalu saling menyuapi ketika makan bersama, namun hari ini terasa sedikit berat oleh Angel karena akan ditinggalkan lama oleh suaminya. Seakan tak ingin terpissah dalam kondisinya saat ini, yang sangat membutuhkan suaminya dekat. Tapi demi pekerjaan, Ia harus merelakan kepergian Brandon walaupun dengan perasaan sangat berat.
Tidak seperti hari hari sebelumnya saat akan berpisah, kali ini perasaannya begitu berat untuk melepaskan. Satu hari akan terasa berat bagi Angel tanpa sikap manja juga memanjakan dari lelaki selalu perhatian terhadapnya itu.
__ADS_1