Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 125


__ADS_3

Darell, seorang lelaki tampan dengan tubuh tinggi atletis yang sengaja dipilih Brandon untuk menjaga Alexa. Seorang Kakak yang ingin memastikan keselamatan Adiknya, sengaja meminta lelaki berkebangsaan Turkey itu menjadi sahabat dari Alexa demi memudahkan misi mereka berdua.


Selama 10 tahun, Darell sudah bergabung bersama salah satu perusahaan Brandon. Dan dipercaya untuk menjaga Alexa selama 7 tahun terakhir, tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Adiyaksa juga Pieter. Hanya Angel yang tahu pasti siapa Darell, karena Brandon tak pernah menyembunyikan apapun pada istrinya kecuali kondisi kehamilannya.


Dengan sengaja Brandon meminta Darell untuk menetap di Indonesia untuk menjaga Alexa, dan memasukkannya pada yayasan miliknya, dimana Alexa akan melanjutkan pendidikan. Ia tak ingin ada seorang pun mendekati Adiknya, bahkan mengancam nyawanya. Sengaja Ia meminta Alexa menyembunyikan identitas selama di Amerika, agar Adiknya bisa leluasa bergerak dan meraih segala yang Ia inginkan. Meski memang Alexa tak pernah mau menggunakan nama besar keluarganya dalam mencari uang sendiri.


" Alexa, Darell sudah datang " ucap Brandon masih duduk di sofa melegakan perut kenyangnya.


" Apa? Darell? " bahagia Alexa langsung duduk di samping Kakaknya.


" Pakai ini, Dia sudah mengganti nomor " ucap kembali Brandon menyerahkan ponsel pribadinya, dan dengan cepat Alexa meletakkan ponsel yang sudah tersambung pada panggilan video call dengan sahabatnya.


Melihat Alexa begitu bahagia dan bersemangat hanya mendengar kehadiran Darell, membuat Pieter benar benar tak menyukainya. Mata indah Angel melirik ke arah wajah penuh cemburu dan bergumam lirih di samping kepalanya. Senyum mengembang dari gadis yang tahu segalanya itu, merasakan kecemburuan begitu besar dari mata lelaki dengan tatapan menuju ke arah Alexa.


" Kakak cemburu? " goda Angel meraih tangan Pieter yang ada di ujung rambutnya dari tadi.


" Haruskah? " sahut lelaki yang terkejut mendengar ucapan lirih Adiknya.


" Mungkin, karena mata Kakak bicara seperti itu " jelas Angel mengembangkan senyum cantik dan cepat di cubit gemas hidungnya oleh Pieter.


" Cantik, terus tersenyum seperti itu " ucap Pieter menundukkan wajah ke arah Angel dengan mengembangkan senyum.


" Secantik Alexa? " goda kembali Angel menatap Kakaknya.


" Kakak sayang Kamu, cepatlah pulih " kilah Pieter tak ingin menjawab pertanyaan Adiknya.


Walaupun pernah membicarakan tentang perasaannya pada Alexa, Pieter tak ingin membahas hal itu di depan Adiyaksa ataupun Olivia. Ia begitu menyayangi Angel, dan selalu berbagi apapun yang Ia rasakan karena itu membuatnya lebih tenang.

__ADS_1


" Daddy, pulanglah dengan Maya dan Viena biar Pieter dan Alexa menemani Kami di sini " ucap Brandon menghampiri Adiyaksa.


" Tapi Tuan, Saya masih ingin menemani Angel " sahut wanita cantik yang masih duduk di kursi dekat ranjang putrinya itu.


" Maya, istirahatlah tidak baik untuk kesehatanmu tidur ditempat seperti ini. Biarkan Kami yang menjaga Angel, kalau ada apa apa segera hubungi Aku nanti " lembut Brandon meraih tangan mertuanya dengan jedua tangan.


" Baiklah Tuan, besok Saya akan kembali " sahut Olivia di angguki menantu yang begitu sopan memperlakukannya saat ini.


" Dad, disana ada Darell minta Dia beristirahat di kamar tamu " tambah Brandon.


" Oke, jika butuh sesuatu langsung hubungi Daddy " pesan Adiyaksa menepuk oundak putra yang tersenyum ke arah nya seraya mengangguk.


" Viena, jaga mereka dan biarkan Dio tidur bersama Maya " perintah Brandon pada bodyguard cantik yang masih berdiri di ujung bawah ranjang Nyonya mudanya.


" Baik Tuan " tegas Viena mematuhi segala perintah Tuan muda.


" Sayang, bolehkah Aku makan nasi goreng? Aku lapar sekali, biarkan Alexa dan Kakak membelikannya" ucap Angel ingin memberikan waktu untuk Kakak serta Adik iparnya berdua.


" Hm Kak Angel pasti mau berduaan kan? " goda Alexa berjalan menghampiri ranjang Kakak iparnya.


" Oke, Kami akan pergi " tambah kembali gadis dengan senyuman itu.


Alexa lebih dulu keluar kamar di susul oleh Pieter meninggalkan Brandon yang sudah kembali duduk di dekat istrinya. Lelaki yang memiliki feeling begitu kuat sudah tahu maksud dari istrinya meminta nasi goreng, dan bahkan tak bisa untuk Ia tolak.


" Bukankah Kamu sengaja memberikan mereka waktu bersama? " lirikan tajam mengiringi ucapan Brandon.


" Sayang, biarkan mereka bersama. Mereka saling mencintai seperti Kita, lagipula Kamu juga sudah tahu jika mereka sudah melakukan hubungan itu. Restui mereka, itu akan membahagiakan Alexa juga " bujuk Angel pada suaminya.

__ADS_1


" Tidak semudah itu, karena Kakakmu sudah merenggut kesucian Alexa dengan paksa. Akan ada hukuman untuk itu " jengkel Brandon mengingat malam dimana emosi Pieter tak mampu dikendalikan hingga memaksakan hasrat pada Adiknya.


" Sayang, bukankah Kamu juga mengambilnya dariku dengan paksa? bahkan Kamu membuatku tak sadar lebih dulu, apa Kamu lupa? " ucap Angel bernada lembut seperti biasa dan langsung mendapat tatapan tajam suaminya.


" Kenapa Kamu selalu mengungkit hal itu?! " jengkel lelaki yang selalu diingatkan akan malam Ia membeli Angel.


" Kenapa Kamu membentakku?! kalau hanya untuk Kamu bentak seperti ini, kenapa Kamu todak biarkan Aku pergi bersama anak anakku saja?! " jengkel Angel sembari memegang luka operasi yang terasa sakit ketika Ia berbicara sedikit keras.


" Jangan bicara seperti itu, Aku tidak ingin mendengar hal itu. Kamu tidak tahu seberapa takutnya Aku tadi, Aku tidak ingin kehilanganmu setelah Aku kehilangan mereka. Maafkan Aku, Aku tidak berniat membentakmu " lirih Brandon menundukkan wajah sedihnya kembali.


" Kemari " ucap Angel menirukan suaminya ketika Ia mulai memelas.


" Maaf, Aku tidak bermaksud membuatmu sedih, Aku mencintaimu " lembut Angel mengusap kepala suami yang sudah membungkuk memeluknya.


" Jangan bicara seperti itu lagi, itu benar benar menyakitkan " pinta lirih Brandon.


" Iya " singkat Angel menyesal tetap mengusap bagian belakang kepala suaminya.


" Sayang, berhentilah memainkan itu perutku masih sangat sakit " tambah Angel karena tangan suami yang tak henti memainkan dada tanpa pakaian dalamnya.


" Kebiasaan " senyum Brandon mengangkat tubuh dari istrinya karena sudah terbiasa memeluk dengan tangan tak henti berjalan jalan.


" Sayang, kalau Kita menunda untuk punya anak tidak apa apa kan? Aku ingin menikmati kebersamaa denganmu lebih dulu " hati hati Brandon mengungkapkan keinginan nya tanoa memberitahu alasan sebenarnya yang hanya ingin menunggu hingga usia istrinya cukup untuk hamil sesuai saran dari Dokter dulu.


" Iya, apa Kita perlu pacaran dan berkencan? " polos Angel dengan wajah datar mengembangkan senyum suaminya dengan gemas mencubit pipi mulus dan chuby istrinya.


" Apa Kamu mau? jadilah pacarku mulai hari ini istriku " pinta Brandon seraya menggoda meski harus jijik dengan kalimat nya.

__ADS_1


Senyum lebar dengan menunjukkan gigi putih di berikan Angel sebagai jawaban atas pertanyaan menggelikan suaminya. Karena sama sama tak pernah merasakan indahnya pacaran, namun pacaran setelah menikah menurut Angel akan lebih baik karena tak akan ada kata putus juga bisa lebih bebas melakukan apapun bersama dengan adanya ikatan suci pernikahan.


__ADS_2