
"Gia ...." Erang Zayn saat Gia berada di atasnya. Saat tadi Zayn akan mengambil alih permainan. Tiba-tiba, Gia terpikirkan sesuatu.
Ia memberikan diri untuk memimpin dengan berada di atas Zayn. Tentu saja Zayn menyetujuinya.
Namun, saat Gia sedang menari di atas Zayn, dan Zayn benar-benar menikmati apa yang istrinya lakukan. Tiba-tiba, Gia menghentikan gerakannya membuat Zayn menggeram frustasi.
"Gia, jangan menghukumku!" geram Zayn. Ia memejamkan matanya saat Gia tak mau bergerak. Padahal giarahnya sedang berada di ubun-ubun.
"Kau -kau, ha-harus berjanji sesuatu padaku, Zayn, " ucap Gia. Ia pun sama, sudah merasakan gairah yang membara. Namun, sebisa mungkin ia menahannya.
"Gia ayolah ... Jangan bercanda," ucap Zayn. Baru saja ia akan mengendalikan permainan dari bawah. Namun Gia menahannya. Membuat Zayn semakin frustasi.
Akhirnya, Zayn pun menyerah. Ia menghembuskan napasnya dan membuangnya. Ia melakukannya beberapa kali, mencoba sejanak meredam gejolaknya.
"Kau ingin aku berjanji apa, hemm?" tanya Zayn. Satu tangannya mulai berada di dada Gia, memermainkannya dengan pelan, membuat Gia memejamkan matanya.
__ADS_1
Gia tersadar, ia tak boleh terhanyut dalam permainan suaminya. Ia pun menyingkirkan tangan Zayn dan menutup dadanya dengan tangannya sendiri.
"Zayn, berjanjilah! Tolong bagi semua masalahmu denganku. Jangan menyembunyikan apa pun lagi ... Walaupun aku tak bisa membantu, tapi setidaknya aku bisa tau tentang apa yang kau hadapi," Gia terpaksa mengungkapkan keinginannya di tengah gairah yang sedang melanda mereka.
Berjauhan selama satu minggu dengan Zayn dan setelah masalah Helga kemarin, membuatnya sadar bahwa hatinya tengah terpaut pada suaminya.
Zayn tersenyum saat Gia mengatakan semuanya. Ia merasa bahagia saat secara tak langsung, Istrinya mengucapkan cinta padanya.
Ia menarik tangan Gia dan mengecupnya.
"Aku berjanji, mulai saat ini, aku akan jujur semuanya padamu," ucap Zayn. Ia menarik tangan Gia lagi agar Gia mendekat, setelah Gia mendekat, Zayn mencium bibir Gia dengan lembut. Setelah itu, ia memegang permainan dari bawah, membuat Gia memejamkan matanya, karena nikmat yang di berikan suaminya
"Zayn ...." Kali ini, Gia yang menggeram, karena Zayn menggodanya. Zayn sengaja menggeraknnya dengan perlahan karena ingin mengoda Gia.
Ia menahan tubuhnya, dengan satu tangannya dan satu tangannya menggerayangi dada istrinya, membuat Gia benar-benar tersiksa. Sebentar lagi, gelombang hangat itu akan datang. Namun, Zayn malah mempermainkannya.
__ADS_1
"Jangan panggil aku dengan namaku, kau bisa memanggilku dengan panggilan yang manis," ucap Zayn dengan suara serak menggoda. Tak lupa, ia mengoyangkan pinggulnya dengan pelan, membuat Gia semakin tersiksa.
"Daddy," ucap Gia, ia memaggil Zayn dengan nada yang tak kalah menggoda. Semenjak menikah dengan Zayn, Gia yang awalnya menjadi wanita polos dan tak tau apa-apa, berubah bisa mengimbangi suaminya, tentu saja itu karena arahan dari Zayn.
Otak Zayn kosong seketika saat mendengar suara manis istrinya, ia mulai menyambar bibir ranum istrinya, dan menggerakan pinggulnya dengan sedikit cepat namun tetap teratur.
"Daddy ...."
"Gia ...."
Mereka menggumamkan nama secara bersamaan, saat gelombang dahsyat itu menerpa mereka.
Wah, haredang nih. Pikiranku jadi trararalalaalalveling 🤣
Makasih banyak ya buat kalian yang ga hate komen saat aku kemaren promosi di lapak ini. Kan enak ke akunya jadi bisa lanjutin cerita Zayn. Intinya, kita saling membutuhkan gengs. Aku cuman butuh semangat kalian, agar cerita Zayn dan Zidan tetap ada di sini menghibur kalian.
__ADS_1
Percayalah, mood seorang penulis adalah semangat dari pembacanya. 🤗
Scroll lagi ya. 🤗