
Setelah menerima panggilan, Zayn pun berjalan ke walk in closet untuk mengambil mantel. Dia berencana untuk mengunjungi Santosh dan Alisia yang sudah berhasil di tahan oleh anak buahnya.
"Zayn, kau mau kemana?" tanya Gia saat melihat Zayn sudah memakai mantel.
Zayn yang mendengar pertanyaan Gia langsung menghampiri istrinya. "Aku harus menemui seseorang ... Kau mau ikut?" tanya Zayn. Ia mengajak Gia karena tak akan tenang meninggalkan istrinya sendiri dan juga, dia membutuhkan sedikit bantuan dari Gia. Gia bisa menunggu di ruangan lain saat ia bericara dengan Santosh, begitulah pikirnya.
Gia mengangguk tanpa ragu. Ia pun takut untuk di tinggalkan sendiri. Setelah Gia mengangguk, Zayn kembali kedalam kamar untuk mengambil mantel Gia.
"Pakai ini!" titahnya sambil memberikan mantel ke arah Gia.
Gia pun bangkit dan menerimanya, lalu memakaikan pada tubuhnya. Setelah Gia selesai memakai mantel. Tiba-tiba, Zayn menangkup kedua pipi istrinya dan memaksa Gia untuk melihat kearahnya.
"Kenapa?" tanya Gia. saat matanya melihat irish mata Zayn, tiba-tiba ada prasaan aneh saat Gia menatap netra milik suaminya, Ia merasa sesak. Gia merasa akan ada sesuatu yang besar yang akan menimpa mereka.
Namun tak lama, Gia menepis segala perasaannya. Tak ada yang perlu di khawatirkan, mereka hanya akan pergi keluar.
Saat tangannya menangkup pipi Gia, Zayn tersenyum. Ia mengecup bibir Gia. Saat Zayn mengecup bibirnya. Secara replek, Gia menautkan kedua tangannya pada tengkuk Zayn.
Saat Gia menautkan tangannya ke belakang lehernnya. Zayn pun memperdalam ciumannya. Ia menggoda Gia, mengetuk mulut Gia dengan lidahnya. Tak lama, Gia pun membalas ciuman Zayn. Kali ini, balasan ciuman Gia, sudah tak sekaku saat tadi, mereka melakukannya di kantor.
Mereka beriuman begitu lembut, kali ini, Zayn mencium Gia bukan karena nafsu, melainkan karena luapan bahagia,ia bahagia bisa memiliki Gia dan memulai hidup baru bersama Gia dan calon anak mereka.
Setelah dirasa Gia kehilangan oxigen, Zayn pun melepaskan ciumannya. kemudian, ia mencium kening Gia dengan penuh kasih sayang. "I love You," ucap Zayn. Setelah mencium kening istrinya.
"Aku akan berusaha mencintaimu," jawab Gia. Karena memang dia pun masih bingung tentang prasaanya pada Zayn, suaminya.
Setelah mereka selesai dengan aktivitas mereka, Zayn pun mengulurkan tangannya dan mereka pun berjalan bergandengan tangan.
60 menit kemudian, mereka pun sampai di rumah mewah yang selama ini Zayn jadikan tempat rahasianya. Selama ini, rumah itu hanya ditempati oleh beberapa orang kepercayaannya dan juga peliharananya yang tak lain adalah dua ekor harimau.
Gia terperangah melihat rumah mewah milik suaminya. Jika suaminya memiliki rumah mewah, kenapa mereka harus tinggal di apartemen, begitulah pikirnya.
"Ayo turun!" ajak Zayn saat ia sudah memarkirkan mobilnya. Dia pun turun terlebih dahulu kemudian ia membukakan pintu untuk Gia.
__ADS_1
Saat masuk, lagi-lagi, Gia terperangah dengan isi rumah milik Zayn. Rumah itu sangat-sangat mewah, baru saja Gia ingin meminta berkeliling. Namun, Zayn malah mengajaknya menaiki lift untuk ke lantai atas.
"Kau tunggu disini, aku akan menemui seseorang!" titah Zayn saat mereka sudah sampai di kamar. Zayn menyuruh Gia untuk menunggu di kamar karena ia harus melakukan sesuatu.
"Zayn, bolehkah aku berkeliling?" tanya Gia dengan muka memelas.
Zayn mengelus rambut Gia. Ia terseyum. "Jika kau ingin berkeliling rumah ini, tunggu aku. Aku akan menunjukan semua padamu," ucap Zayn.
Mata Gia berbinar sempurna saat mendengar ucapan Zayn. "Benarkah?" tanyanya memastikan. "Tapi kau pasti akan lama!" keluh Gia.
Zayn menggeleng, "hanya sebentar, " jawab Zayn sambil mengelus rambut Gia.
"Baiklah!" jawab Gia pasrah.
"Boleh aku pinjam mantelmu?" tanya Zayn sebelum keluar dari kamar.
Gia pun mengangguk dengan polos. Lalu melepaskan mantelnya dan memberikannya pada Zayn.
"Kalau begitu, aku akan keluar. Kau tunggu dulu aku di sini, oke."
•••
Zayn keluar dari kamar, ia langsung masuk kesalah satu ruangan dan memberikan mantel yang di pakai Gia pada orang lain. Lalu, setelah itu. ia pun turun untuk menemui Santosh.
Zayn tersenyum sinis saat melihat Santosh dan Alisia. Baru saja ia akan menghampiri Santosh dan Alisia, ada yang memukul kepala Zayn dari belakang hingga Zayn tumbang dan
tak sadarkan diri.
Bersamaan itu, pula. seseorang masuk ke kamar yang di tempati Gia. Gia membulatkan matanya saat seseorang membuka pintu dan menghampirinya.
Byurrrrr
Zayn membuka matanya, ia terperanjat kaget saat seseorang mengguyur tubuhnya. Matanya membulat sempurna saat dia duduk dalam kondisi duduk dan terikat, dan disebelahnya ada Gia yang kepalanya di tutup oleh sebuah kain dan juga sama terikat seperti Zayn.
__ADS_1
Suara derap langkah terdengar dari arah belakang, suara sepatu pentopel saling bersautan.
"Apa kabar Zayn smith?" seseorang berbicara dengan nada dingin. Ia mengembil kursi lalu duduk di depan Zayn sambil menyilangkan kakinya. Saat melihat Zayn, rahangnya mengeras, terlihat jelas ia menyimpan kebencian pada Zayn.
"Siapa kau?" tanya Zayn sambil meronta-ronta. Ia menyipitkan matanya, mengingat-ngingat orang yang berada di depannya.
"Kau masih tak ingat aku Zayn?"
"Lepaskan aku bedebah!" teriak Zayn lantang
"Betrav Khall ... kau tidak ingat nama itu Zayn?" tanyanya. Ia menikamati pemandangan saat Zayn meronta-ronta, hatinya tertawa keras saat membayangkan sebentar lagi ia akan membunuh Zayn dengan tangannya sendiri.
Zayn mencoba mengingat-ngingat nama Betrav Khall. Matanya terbelalak saat mengingat siapa orang di depannya.
Dia Betrav Khall. Orang yang selalu menjadi bulan bulanan Zayn ketika mereka sekolah. Zayn dan para teman-temannya selalu membuly Betrav, hingga Betrav menyimpan dendam pada Zayn.
Selama ini, ia mati-matian agar menjadi sukses, tujuannya apalagi, jika bukan untuk membalas sakit hatinya pada Zayn.
Ia memang sengaja membiarkan Alisia dan Santosh untuk di culik oleh anak buah Zayn, hingga ia bisa membawa Zayn kemari.
"Kau sudah ingat aku Zayn!" tanyanya.
"Sekarang, katakan! apa mau mu, Hah!" teriak Zayn.
Betrav terkekeh, sinis. "Aku ingin kau menyaksikan saat aku membunuh perlahan istrimu," jawabnya. "Setelah itu, kau akan mati di tanganku!" Betrav tertawa keras bak seorang psikopat, ia pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Gia, lalu ia membuka kain yang menutupi wajah Gia.
Matanya terbelalak saat wanita yang duduk di sebelah Zayn bukanlah Gia, melainkan orang lain.
Melihat Betrav terkejut, Zayn langsung tersenyum sinis. "Kau pikir, kau bisa melawanku!?" ucap Zayn, kemudian dia bersiul. Seseorang masuk menghampiri Zayn dan membukakan tali yang mengikatnya.
Betrav membulatkan matanya saat melihat apa yang terjadi di depannya. Tubuhnya mendadak lemas saat menyadari, bukan dirinya yang menjebak Zayn, melainkan Zayn yang menjebak dirinya
Betrav ...
__ADS_1
Next bab di jelasin, kenapa Zayn bisa balik ngejebak Betrav. Ini dua up dua bab, berhubung males ngedit aku satuin aja wkw.