Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
41


__ADS_3

Gia membuka matanya, dia mengerjap-ngerjap. Tiba-tiba matanya mengeluarkan air mata.


"Kenapa aku masih hidup," lirih Gia dalam hatinya. Ia berharap bahwa dia takan kembali ke dunia, ia bisa membayangkan bagaimana kesulitan yang akan dia hadapi jika dia masih berada di dunia ini.


"Gia!" Mark yang tadi duduk di sisi Gia, langsung bangkit dari duduknya, ia langsung keluar memanggil Dokter.


Dokter yang di panggil Mark langsung memeriksa Gia. Gia kehilangan banyak darah, sehingga tubuhnya masih lemas, wajahnya terlihat amat pucat.


"Gia, kau ingin minum?" tanya Mark. Hati Mark sedikit teriris kala melihat wajah Gia yang pucat ditambah lagi pipi Gia yang bengkak karena tamparan Zidan.


Gia menagguk pelan, dengan telaten, Mark memberi minuma dengan cara menyuapinya dengan sendok.


"Tuan Mark, kenapa anda membiarkan saya tetap hidup?" tanya Gia dengan bibir bergetar. Gia berbicara dengan nada super pelan karena masih lemas. Air mata membasahi pipinya. Ia tak kuasa menahan pedih, siapa pun akan berpikir seperti Gia jika mengalami hal yang sama dengan yang Gia alami


. Dia harus hancur oleh ulah kaka beradik itu. Di dunia ini dia hanya sebatang kara, dia tak sanggup membayangkan hari-harinya kedepan.


Mark menghela napas sejenak, hatinya hancur. Dia seperti kembali ke masa lalu, dimana dia menemukan adiknya gantung diri setelah di perkosa.

__ADS_1


"Gia, hidupmu terlalu berharga untuk terus menangisi hal yang sudah terjadi. Aku tau ini tak mudah untukmu, tapi percayalah, kau akan bahagia nanti. Istirahtalah, aku akan kembali nanti." Mark pun keluar dari ruangannya, sejujurnya dia sedang menahan tangisnya. Ia tak ingin menangis di hadapan Gia. Luka Mark pun tak tak kalah dasyatnya.


Setelah Mark keluar, Gia kembali menangis.


"Ibu, kenapa kau tak menjemputku. Jemput aku bu!" lirih Gia sambil menangis.


•••


"Zayn!" lirih Sonya saat Zayn memalingkan wajahnya, Sonya tau bahwa Zayn tengah menahan tangisnya. Selama ini, ia pikir Zayn jahat karena terus berbuat semena-mena pada Zidan, tapi ia salah. Ternyata putranya pun sama terlukanya dengan dirinya, dan itu semua karena suaminya, Albert.


Sungguh, Sonya benar-benar menyesal telah menampar putranya.


"Pulanglah, Mom! aku lelah, aku ingin istirahat." Tanpa mendengar lagi ucapan Sonya, Zayn pun berbalik karena air mata sudah keluar dari pelupuk matanya. Selama ini, dia tak pernah menangis di hadapan siapa pun.


Sonya memandang punggung Zayn dengan tatapan nanar. Ia pun keluar dari apartemen Zayn.


Saat di dalam mobil, tangis Sonya pecah. Sonya adalah wanita yang sangat lembut, dia mampu meredam lukanya selama puluhan tahun, ia menyimpan cinta berbalut luka pada Albert. Selama ini, dia berusaha menyayangi Zidan, walaupun, tak bisa di pungkiri, setiap dia melihat mata Zidan, hatinya berdenyut nyeri karena teringat yang telah di lakukan Alber. Namun, Sonya sadar, Zidan tak mempunyai kesalahan.

__ADS_1


"Madam, anda ingin pergi ke tempat lain?" tanya supir yang sedari tadi diam. Ia berani bicara saat Sonya berhenti menangis.


"Bawa aku ketempat biasa!" titah Sonya. Ia, ingin menenangkan diri sejenak.


•••


" Apa maksudmu, Josh?" tanya Alberth dengan nada tidak sabar.


Josh tersenyum lebar, ia menatap Albert dengan tatapan mengejek.


"Bagaimana jika salah satu dari mereka sudah mengetahui yang sebenarnya?" Josh mengulang pertanyaannya. Lagi-lagi, ia tersenyum mengejek pada Albert.


Albert yang emosi, langsung maju ke arah Josh dan mencekik leher Josh.


"Berani sekali, Kau ..." perkataan Albert terputus karena ponselnya berdering.


"Dimana Sonya sekarang!" bentak Albert pada orang yang menelponnya.

__ADS_1


Seketika Josh tersenyum.


Huaaaa degdegan. di novel ini banyak misterinya. maafken satu dulu ya. Satu bab lagi nanti jam 11 malem ya.


__ADS_2