
flashback off
Amelia masih menangis tergugu ketika mengingat pertama kali ia disekap oleh Gabriel. ia tak menyangka bahwa ia akan termakan oleh pengorbanannya sendiri.
Ia tak menyangka, niatnya ingin menolong Ariana malah menjerumuskannya hal yang sangat menyakitkan. Dan untuk kesekian kalinya, dia terbaring lagi di berangkar dengan penyebab yang sama, dan selalu berakhir seperti ini.
•••••
Setelah mengatakan bahwa ia akan sedikit lama di sini, Gabriel keluar dari ruang kesehatan, kemudian ia menuju ke kamarnya Lalu setelah sampai di kamar, ia mendudukkan dirinya di sofa kemudian mengadakan kepalanya dan menatap langit-langit.
Tiba-tiba matanya membasah. Jujur saja, Gabriel lelah dengan dirinya sendiri. Terkadang Iya kasihan melihat Amalia dan ingin membebaskan Amelia. Tapi, jika melihat wajah Amelia, ia selalu teringat bagaimana dulu Amelia menipunya.
Di dalam lubuk hatinya, Gabriel sangat rindu dengan keluarganya. Ia rindu dengan semua kebersamaan adik-adiknya. Tetapi jika dipikir, ia takkan bisa lagi kembali. Ia sudah melangkah terlalu jauh.
__ADS_1
Sehingga, Ia berpikir bahwa tak ada jalan untuk kembali, dan yang bisa ia lakukan adalah terus melanjutkan apa yang ia lakukan sekarang dan tetap menjadi Gabriel yang seperti ini, Gabriel yang arogan dan tak pernah mau mengalah pada siapapun.
Lamunan Gabriel buyar, ketika ponselnya berdering. Satu pesan masuk dari seseorang, Ia membuka pesan tersebut kemudian tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.
Orang suruhannya yang mengirim sebuah foto Ariana, yang sedang bermain bersama anaknya. Ia membayar pelayan mansion Ariana agar mengirimkan info dan foto-foto tentang Ariana.
Gabriel membelai foto itu, kemudian mencium layar ponselnya. “Aku sungguh merindukanmu Ariana,” ucap Gabriel. nyatanya, cintanya masih begitu besar untuk Ariana.
Entah itu cinta atau entah Obsesi, yang pasti ia masih teringat wajah Ariana Sampai detik ini. Bahkan ketika dia berhubungan badan dengan Amelia, ia selalu berteriak Memanggil nama Ariana dan selalu membayangkan bahwa ia sedang berhubungan badan dengan Ariana bukan dengan Amelia.
kondisi Amelia sudah membaik, pagi ini, dia sudah kembali ke kamarnya. Selama satu bulan ini Gabriel tidak datang menemuinya, setidaknya itu membuat Amelia bisa menghela nafas lega, setidaknya Gabriel tidak membuat mentalnya kembali down dan ia bisa secepatnya pulih lebih cepat.
Pintu diketuk oleh seseorang, membuat Amelia langsung yang sedang duduk bangkit dari duduknya, kemudian membuka pintu.
__ADS_1
Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat ketika melihat kepala pelayan berdiri didepannya, jika kepala pelayan itu menghampirinya, sudah pasti itu adalah perintah Gabriel.
“Ada apa?” tanya Amelia terbata-bata.
“ Tuan Gabriel memanggil anda, nona.” jantung Amelia kembali berdebar tak karuan saat mendengar ucapan kepala pelayan tersebut.
Jika Gabriel memanggilnya, Akankah Ia mendapat siksaan lagi. “Katakan padanya, aku ingin beristirahat sebentar," jawab Amelia terbata-bata. Namun kepala pelayan itu menggeleng.
“Tuan Gabriel menunggu anda secepatnya Nona,” jawab kepala pelayan tersebut. Amelia menggigit bibirnya kemudian mengangguk mau tak mau Ia pun menyetujui untuk menemui Gabriel di kamar yang selalu menjadi saksi kekejaman Gabriel kepadanya.
Amelia berjalan dengan pelan, nafasnya sudah memburu, wajahnya sudah memucat saat membayangkan apa yang akan dilakukan Gabriel di kamar itu, saat sampai di kamar di depan kamar, Amelia mengangkat tangannya kemudian memegang knop pintu lalu memutar nya, lututnya seketika melemah saat ...
Scroll lagi gengs
__ADS_1
Tinggalin komen di bab ini ya