Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
402


__ADS_3

“Apa kau sedang sibuk?” tanya Ariana. Baru saja ia ingin melepaskan pelukannya. Namun Justin menahannya.


“Aaaaa!” teriak Ariana ketika Justin mengayunkan tubuhnya ke udara. “Hubby, kau membuatku terkejut,” kata Ariana lagi membuat Justin terkekeh. Ia melepaskan pelukannya lalu menarik lembut tangan Ariana dan mendudukan Ariana di sofa.


Setelah Ariana duduk si sofa, Justin berbaring dengan berbantalkan paha Ariana, lalu mengubah posisi duduknya menghadap ke perutnya istrinya. ”Halo anak-anak Daddy,”kata Justin dengan lemah lembut, sedangkan Ariana langsung mengusap rambut Justin.


"Aku ingin sesuatu,” kata Ariana dengan nada malu-malu. Justin mengubah posisinya hingga kini ia dengan posisi telentang. Ia ia mengusap pipi Ariana dengan lembut. “Kau ingin apa? kau mengidam sesuatu hmm?” tanya Justin lagi. Ariana mengangguk. “Aku ingin makan. Tapi, ingin di restoran yang berada di tepi pantai. Sepertinya menyenangkan ketika makan sambil melihat deburan ombak,” pinta Ariana.


Justin dampak berpikir. “Apa kau tau alamat restoran itu?” tanya Justin.


“Harusnya kau yang mencari tahu lebih jelasnya,” kata Ariana lagi.


“Baik, aku akan mencarinya sebentar lagi


.”

__ADS_1


”Aku ingin sekarang, kumohon, aku ingin makan siang di sana,” kata Ariana. Jika orang lain akan kesal ketika seorang pasangannya merengek tapi berbeda dengan Justin. Semakin banyak Ariana merengek, dan semakin banyak Ariana menginginkan sesuatu, ia akan semakin senang, sebab, ia merasa dibutuhkan oleh istrinya.


Justin pun bangkit dari berbaringnya, kemudian mengambil ponsel dan menelpon seseorang.


“Ayo, aku sudah menemukannya.” Justin mengulurkan tangannya pada Ariana. Namun, Ariana menggeleng.


“Bolehkah aku turun memakai kursi roda?” tanya Ariana. Justin mengangguk, ia mengambil kursi roda yang selalu tersedia di kantornya.


••••


Satu bulan ini, psikis Carla mulai terganggu. Ia kerap mengamuk dan melukai dirinya sendiri. Itu semua karena tekanan demi tekanan yang ia terima.


Setiap hari, Briana memarahinya, memakinya dan terkadang memukul tubuhnya hingga akhirnya mentalnya terganggu. Apalagi Carla sedang mengandung. Dan sejak saat Carla sering mengamuk, Briana sadar, bahwa ini salah dirinya. Apalagi ia kerap membandingkan Ariana dan juga Carla.


Selama dua bulan ini, mereka tidak tinggal di Mansion. Mereka di ungsikan oleh Justin ke Singapore, mereka tinggal di Singapore sekalian untuk mengobati Josh.

__ADS_1


Dan selama di Singapore, Briana kerap memaki Josh dan Carla. Ia pun sebenarnya tertekan, hingga Carla dan Josh menjadi sasarannya.


Hingga akhirnya, Carla lelah menjadi sasaran kekesalah sang ibu dan akhirnya ia mengalami depresi ringan, dan sejak saat itu, Briana sadar bahwa dialah yang membuat Carla seperti itu.


Padahal, jelas-jelas dia adalah mantan dokter kandungan, dan mengerti benar tentang bagaimana kondisi mengandung.Tapi karena kehidupan yang berubah drastis, ia malah menekan putrinya..


Sebenarnya, ada alasan lain kenapa Justin mengirimkan mereka ke Singapore, Justin tak ingin Ariana melihat kondisi keluarganya. Tak baik, juga bagi mental Ariana jika terus memikirkan keluarganya.


Justin belum mengijinkan Ariana berkomunikasi dengan keluarganya, ia tak ingin mental Ariana kembali down. Sampai sekarang pun, Ariana tak tau bahwa Carla mengalami sedikit masalah dengan mentalnya


Sedangkan Josh ....


Gengs ini langsung dua bulan kemudian ya, nanti versi Arleta pun akan langsung ke dua Bulan kemudian


Akhrinya Arianaku bahagia 💃💃

__ADS_1


__ADS_2