
“Ini sudah sore, lebih baik kita membersihkan diri dan beristirahat,” kata Justin setelah melepaskan pelukannya dari Ariana.Ia menarik lembut tangan Ariana dan membawa Ariana ke kamar.
“Aku akan mandi sebentar,” kata Justin. Ariana pun mengangguk. Setelah Justin pergi ke kamar mandi. Ariana terdiam, ia menatap kosong pada kakinya. Kemudian matanya berkaca-kaca.
Bagaimana jika Justin meminta haknya malam ini, dan tentu saja ... Ariana mengerti jika Justin meminta haknya, ia harus membuka semua pakaiannya. Dan jujur saja, Ariana tak siap jika harus memperlihatkan kakinya
Ia hanya takut suaminya akan ilfil atau akan berubah ketika melihat kakinya yang pendek sebelah. Bagaimana jika suaminya mengutuknya dan mengejeknya diam-diam.
Pkiran-pikiran itu, yang melintas di dalam otaknya. Ia tak bisa berpikir jernih, karena walau bagaimanapun. Ia dan Justin adalah orang yang berbeda. Justin dengan kesempurnaannya sedangkan dia hanya wanita cacat.
“Kenapa kau harus cacat!” lirih Ariana. Sudah menjadi kebiasaan sedari dulu, jika Ariana merasa minder atau kepercayaan dirinya hilang. Ariana akan mengatakan hal yang sama, menyalahkan kakinya yang cacat dan memukul-mukul kakinya sendiri.
__ADS_1
Tangis Ariana berderai. Ia hanya manusia biasa. Apalagi sekarang, ia harus melayani Justin dan Justin akan melihat kakinya yang pendek sebelah
Saat Ariana sibuk memukul-mukul kakinya. Tangannya di tahan oleh Justin. Justin yang sudah berada di kamar mandi keluar lagi karena ingin mengajak Ariana untuk berendam bersama. Namun, saat keluar. Matanya membulat, ketika Ariana memukul-mukul kakinya.
“Kau kenapa hmm?” Justin berjongkok di hadapan Ariana. Jantung Justin terasa di remas-remas saat mendengar apa yang Ariana katakan dan lakukan.
Ariana menunduk ia tak berani menatap Justin.
“Kau kenapa, sayang?” tanya Justin lagi Ariana menggeleng.
“Kau tak ingin jujur pada suamimu, hmm?” kata Justin. Ia berbicara dengan lemah-lembut.
__ADS_1
“A-aku hanya malu. Karena kau akan melihat kakiku yang cacat.” Pada akhirnya. Ariana jujur tentang apa yang ia rasakan. Justin bangkit dari duduknya kemudian mendudukkan diri di samping Ariana.
Lalu, membuka sleting gaun di belakang tubuh istrinya. “Mister Apa yang kau lakukan?” tanya Ariana dengan terkejut.
“Sayang, aku suamimu. Selama ini ... Aku tak pernah berpaling darimu. Apa kau pikir hanya dengan melihat semua tubuhmu aku akan berpaling?” Ucap Justin. Seketika Ariana menunduk.
“Sebaiknya kita berendam bersama,” kata Justin lagi. Membuat Ariana langsung mengangkat kepalanya. “Kaau tidak percaya kepadaku?” Tanya Justin, Ariana menggeleng. Kemudian ia membiarkan Justin membuka gaunnya.
Setelah membuka gaun milik Ariana, Justin menggendong Ariana ala bridal style. Kemudian ia berjalan ke kamar mandi. Setelah berada di kamar mandi, Justin menurunkan Ariana di Bathube yang sudah terisi air hangat. Lalu ia pun menyusul. Hingga kini, mereka berendam dengan posisi Justin di belakang tubuh Ariana.
“Tenanglah, Sayang.” kata Justin saat merasakan tubuh Ariana menegang. Ia menaruh wajahnya di pundak Ariana lalu mengecup pipi Ariana dari samping.
__ADS_1
“Sayang, aku tak ingin menundanya. Aku ingin secepatnya memiliki anak. Umurku tak lagi muda. Aku ingin memiliki banyak sekali anak. Kau hanya perlu melahirkan mereka dan sisanya, Aku yang akan mengurusnya. Aku akan memandikan mereka dan mengasuh mereka,” kata Justin dengan nada riang.
Scroll lagi enggak? Oh tentu Scroll karena author yang baik hati update 3 bab 🤣 oke, sama-sama