Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
344


__ADS_3

“Mister kau tidak pulang?” tanya Ariana setelah Mereka menyelesaikan makan yang baru saja di pesan oleh Justin. Ariana mengernyitkan keningnya karena Justin malah merebahkan tubuh di sofa padahal hari sudah sore.


“kenapa aku harus pulang. Ini, kan, apartemen calon istriku,” jawab Justin. Ia malah mengambil bantal sofa dan menjadikannya sebagai guling lalu memejamkan matanya.


Ariana menggeleng, ia tak menyangka Justin memiliki sifat yang menggemaskan. Padahal,


saat di kampus Justin adalah sosok yang benar-benar ditakuti karena wajahnya yang dingin.


“Kau mau kemana?” tanya Justin saat Ariana bangkit dari duduknya.


“Aku ingin beristirahat di kamar jika Mister ingin disini, silahkan!” kata Ariana. Seketika Justin bangkit dari duduknya dan mengkuti langkah Ariana.


“Mister kenapa mengikutiku?” Tanya Ariana saat merasakan tubuh Justin ada di belakangnya.


“Memangnya apalagi. Tentu saja untuk tidur bersama calon istriku.” Setelah mengatakan itu, Justin malah mendahului langkah Ariana, tak lama ... Langkah Ariana membulat saat melihat Justin dengan santainya berbaring di ranjangnya.

__ADS_1


“Mister kau membuatku takut, apa kau selama ini kesepian?” Ariana menatap Justin dengan bergidik. Bagaimana mungkin lelaki di depannya ini terlihat berbeda.


Justin tergelak melihat reaksi Ariana, Ia pun melambaikan tangannya dan menepuk-nepuk sisinya mengisyaratkan agar Ariana berbaring di sisinya.


“Kemari! aku berjanji tak akan melakukan apa-apa,” kata Justin saat Ariana masih tak bergerak dan tetap diam di tempatnya.


perlahan Ariana pun melangkahkan kakinya dan melangkah ke arah ranjang lalu mendudukkan dirinya di sisi ranjang.


“Mister!” teriak Ariana saat Justin menarik tangannya, hingga kini Ariana berbaring di sisi Justin dengan posisi sedikit membelakangi Justin.


“kau belum menjawab pertanyaanku,” kata Justin saat Ariana berbaring disampingnya. Ia mengunci tubuh Ariana agar Ariana tak memberontak.


“Kau ingat tinggal dimana setelah kita menikah? Apa kau ingin tinggal di negara lain atau ingin tetap tinggal di negara ini?” tanya Justin.


mendengar pertanyaan Justin, Ariana tampak terdiam. “Apa mister bisa membawaku ke pulau pribadi. Aku hanya ingin ada aku, mister dan anak-anak kita,” kata Ariana. Ia yang tadinya merasa risih dipeluk Justin malah menggenggam tangan Justin yang sedang melingkar di peluknya. Hatinya menghangat saat mengatakan tentang anak-anak.

__ADS_1


Rasanya, pelukan ini begitu nyaman dan begitu membuatnya tenang. Ia tak tau kapan ia merasa setenang ini, yang pasti pelukan Justin benar-benar membuatnya merasa bahagia dan membuatnya benar-benar merasa di cintai.


“Baiklah!” kata Justin dengan entengnya.


Perlahan, Ariana. Membalikan tubuhnya hingga kini, ia dan Justin berhadap-hadapan.


Mata Justin dan Ariana saling mengunci.


Dengan ragu, Ariana mengangkat tangannya dan mengelus pipi Justin membuat Justin memejamkan matanya karena merasakan elusan tangan Ariana dipipinnya.


“Mister, apa ini adil untukmu?” tanya ariana dengan mata berkaca-kaca. “aku rasa ini tak adil untukmu. kau sempurna, kau bisa mendapatkan wanita yang juga sempurna sama seperti dirimu bukan wanita cacat sepertiku.” Ariana mengakhiri ucapannya dengan tersenyum getir.


Walaupun ia mencintai Justin.Tapi ia masih mempunyai keraguan tersendiri, bagaimana jika setelah menikah ... Justin meninggalkannya sama seperti kedua orang tuanya yang mengabaikannya.


“Jangan pernah membahas ini lagi. Kau bisa merasakan betapa besarnya cintaku padamu. kau sempurna dan kau sangat sempurna di mataku Ariana.” Justin berucap tulus, membuat mata Ariana berkaca-kaca.

__ADS_1


“Jika ini mimpi, tolong jangan bangunkan aku! Aku tak ingin setelah aku membuka mata, semua akan berubah lagi. Menjadi sepi dan sangat menyakitka,n” jawab Ariana, ia memajukan tubuhnya dan memberanikan diri memeluk tubuh Justin menyimpan wajahnyaa di dada bidang Justin.


Scroll lagi iessss.


__ADS_2