Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
197


__ADS_3

"Stu ...."


Stuard bangkit daru duduknya. Ia berjongkok dan berlutut di hadapan Simma, kemudian menggenggam tangan Simma. "Simma, kau boleh berkata aku pembual. Kau boleh percaya padaku atau tidak..Tapi, aku menyukaimu, Simma. Hatiku sudah terpaut padamu," ucap Stuard membuat Simma membulatkan matanya.


"Simma, beri aku waktu dua bulan. Jika aku tak bisa membuatmu jatuh cinta padaku. Maka aku akan mundur. Atau jika kau berkata kau tidak nyaman denganku, aku juga akan pergi. Kau bisa menggunakan diriku untuk membalas lelaki brengsek itu, gunakan aku untuk menunjukan padanya, bahwa kau tidak lemah, bahwa kau sudah bisa bangkit," ucap Stuard lagi Dan kali ini mata Simma semakin membulat


Sebentar, ia masih mencerna ucapan Stuard. Kenapa ada lelaki yang rela mengejar wanita yang sudah tak suci seperti dirinya dan sedang mengandung benih orang lain, dan mau bertanggung jawab dengan bayi yang sedang di kandungnya


Simma menatap Stuard lekat-lekat, mencari kebohongan dari mata Stuard. Namun sayang, tatapan Stuard begitu serius seakan menembus jantungnya.


"Pilihan ada padamu, Simma. Jika kau ingin aku pergi, maka aku akan pergi. Jika kau memberiku kesempatan, aku akan berusaha mendapatkan hatimu, hanya dua bulan. Berikan aku waktu dua bulan untuk berusaha," ucap Stuard menyadarkan Simma dari lamunannya.

__ADS_1


Simma menghela napas sejenak. "Biarkan semuanya mengalir seperti air Stuard. Aku tak ingin kau pergi, karena kau sudah banyak membantuku, kau selalu ada di setiap aku dalam kesulitan, entah itu sengaja atau tidak. dan aku juga tak ingin memberi waktu, karena aku takut dalam dua bulan itu belum bisa membuka hati. Jadi, mari kita jalani seperti air mangalir," jawab Simma. Dan kali ini, Stuard yang terpana.


Mendengar jawaban Simma, Stuard terasa melayang, alih-alih memberikan waktu padanya, Simma malah mengatakan ingin hubungan mereka berjalan seperti air mengalir. Bukankah ia mendapat kesempatan yang sangat besar untuk mendapatkan Simma, kareba tanpa waktu yang di tentukan.


"Bolehkah aku memegang perutmu?" tanya Stuard, Simma pun mengangguk ragu.


"Daddy akan memberikan yang terbaik untuk kalian," ucap Stuard. Membuat tangis Simma pecah seketika, saat ayah dari kedua anaknya mencapakan dia dan kedua anaknya, datanglah lelaki asing yang tak tau apa-apa. Namun, ingin melindunginya dan kedua bayinya.


"Stuard apa ini tak berlebihan. Usia kandunganku masih sangat muda!" ucap Simma. saat ini mereka sedang berada di pusat perbelanjaan. Stuard memaksa Simma untuk ikut berbelanja. Padahal, Simma sedang ingin mengawasi caffenya.


Sedari tadi, Stuard terus mengajak Simma memasuki counter Brand untuk bayi dan itu membuat Simma sedikit kesal karena Stuard berkata ingin membelikan pakaian bayi dengan uang hasil Stuard menjadi fotograper .

__ADS_1


"Simma, aku tak tau kapan akan mendapat uang lagi. Gajihku tidak menentu, jadi saat aku memegang uang, aku ingin membelikan untuk mereka," jawab Stuar, membuat Simma terharu. .


"Kau sudah lelah bekerja, seharusnya kau tabung uang itu," jawab Simma, membuat Stuard menggeleng.


"Aku hanya ingin menabung kebahagian bersama kalian," ucap Stuard sambil terkekeh. Membuat Simma juga ikut tersenyum.


Namun, senyuman Simma luntur saat matanya menangkap Josh sedang berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri. Mata Josh dan Simma saling mengunci, Josh menatap Simma dan Stuard dengan tatapan yang tak bisa di artikan. tak lama ... Simma sedikit menyeringai, lalu ia mengaitkan tangganya pada tangan Stuard.


"Josh, kau takan bisa merendahkanku lagi sekarang!" batin Simma menjerit senang saat melihat wajah Josh yang menegang. Ia bisa senang bisa membuktikan bahwa ia bisa mendapatkan lelaki yang lebih tampan dan lelaki muda.


Udeh 3 bab ya bun, hate komen blok 😎

__ADS_1


Cinta tulus setelah bercerai udah update bab terbaru ya di sebelah. 😘


__ADS_2