Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
164


__ADS_3

Audrey menidurkan dirinya di kursi sebelah brankar Kelly, sedangkan Simma pulang menidurkan dirinya di sofa, beruntung Zayn memesan ruang VIP untuk keponakannya hingga fasilitas di ruangan Kelly cukup lengkap.


Kelly membuka matanya, kepalanya masih berdenyut nyeri. Ia merasa haus. Dengan menahan perih di tangannya Kelly berusaha menyentuh tangan Audrey untuk membangunkan ibunya


Audrey langsung terbangun saat Kelly menyentuh tangannya. "Kau ingin sesuatu, Sayang?" tanya Audrey.


"Mommy aku haus," Kelly berucap tanpa suara. Ia menggerakan bibirnya untuk memberitau bahwa dirinya haus. Dengan cepat, Audrey bangkit dari duduknya dan mengambil minum lalu menyuapkan sedikit demi sedikit menggunakan sendok.


"Kau ingin sesuatu lagi Sayang?" tanya Audrey, Kelly menggeleng pelan.


"Mommy, kepalaku sakit." Kelly menggerakan bibirnya lagi saat mengatakan apa yang dia rasakan. Membuat Audrey tiba-tiba ingin menangis saat melihat putrinya tak berdaya. Audrey mengelus lembut kepala Kelly, berharap sentuhan tangannya bisa meringankan sakit yang di alami oleh Kelly.


Satu minggu kemudian.


Hari ini, tepat satu minggu Kelly di rawat. Kondisi Kelly sudah berangsur-angsur membaik. Namun, Kelly belum diijinkan untuk pulang.


Seminggu ini, Zidan selalu datang ke rumah sakit. Namun, Audrey selalu menolak kunjungan Zidan. Setiap Zidan menunggu di luar ruangan, Simma selalu menghampiri Zidan dan memberitau bahwa Audrey maupun Kelly tak mau bertemu dengannya.


Zidan tak menyerah ... Ia tetap menunggu di luar, ia hanya akan pulang ketika sudah malam, ketika Kelly dan Audrey sudah tertidur. Karena hanya saat mereka sudah tertidur, Zidan bisa melihat Audrey dan putrinya dari jendela.


Begitupun Audrey, Ia tak pernah keluar dari ruangan Kelly, jika Zidan ada diluar. Rasanya masih terlalu menyakitkan saat harus melihat Zidan.


Albert dan Sonya pun sudah ingin sekali melihat cucu mereka. Namun, Zidan melarangnya. Ia harus terlebih dahulu mendapatkan maaf dari Audrey.


Waktu menunjukan pukul 3 sore, Audrey memutuskan untuk pulang terlebih dahulu ke apartemennya karena harus membawa pakaian Kelly. Audrey memutuskan pulang karena hari ini, Zidan tak datang ke rumah sakit, hingga ia bisa keluar dari ruangan Kelly.


"Mommy bawakan alat lukisku," ucap Kelly yang merasa bosan. Audrey yang sedang bersiap-siap untuk pulang pun menoleh, lalu menghampiri Kelly.

__ADS_1


"Kau ingin sesuatu yang lain, Sayang?" tanya Audrey, membuat Kelly menggeleng.


"Aku hanya ingin melukis agar aku tidak bosan," jawab Kelly.


"Baiklah kalau begitu, Mommy akan membawakan alat lukismu," kata Audrey lagi. "Kalau begitu, Mommy pulang oke," sambungnya lagi, dan Kelly pun mengangguk.


Setelah pamit pada Kelly dan Simma. Audrey pun menjalankan mobilnya untuk pulang ke apartemennya.


Saat sampai, tujuannya adalah langsung pergi ke kamar Kelly untuk menyiapkan pakaian dan alat lukis milik Kelly. Setelah menyiapkan pakaian Kelly yang akan di bawa ke rumah sakit, Audrey pun membuka box tempat Kelly menaruh alat-alat lukisnya.


Ia memasukan satu persatu kuas dan catnya kedalam tas, saat Audrey akan menaruh box kembali ke tempatnya. Matanya menangkap box lain yang tutupnya sedikit terbuka.


Audrey pun mengambil box tersebut, kemudian tersenyum saat melihat hasil-hasil lukisan milik Kelly yang Kelly simpan di dalam box.


Audrey mengambil satu persatu-satu lukisan Kelly kemudian melihatnya dengan seksama, ia tersenyum saat melihat indahnya lukisan yang di buat oleh putrinya..


Matanya membulat saat melihat kertas yang baru saja di bukanya, kertas itu berisi lukisan wajah Zidan.


Seketika tangis Audrey luruh, bukan wajah Zidan yang membuat Audrey menangis. Tapi tulisan yang Kelly buat, di mana di bawah lukisan wajah Zidan, Kelly menulis tulisan. "My Dad." Dan di kertas itu Kelly menulis waktu kapan dia melukis wajah Zidan


Kini Audrey sadar, bahwa sedari dulu, putrinya mengetahui yang sebenarnya karena Kelly melukis wajah Zidan saat Kelly dan Simma baru saja datang ke Rusia. Tiba-tiba, rasa sesak menghantam dada Audrey, kenapa putrinya bisa begitu tegar. Audrey yakin, selama ini, Kelly memendam kerinduan yang sangat besar pada Zidan. Kelly seolah mengerti dengan apa yang di alami oleh Audrey, hingga bocah jenius itu lebih memilih memendamnya seorang diri.


Audrey menghapus air matanya, dengan cepat, ia bangkit dari duduknya dan segera mengemasi semuanya. Pikirannya terlalu kalut. Rasanya, ia ingin kembali secepatnya ke rumah sakit, memeluk putrinya dan meminta maaf pada Kelly.


•••


"Mommy!" panggil Kelly saat Audrey masuk ke ruangannya. Bocah kecil itu heran, kenapa Audrey begitu cepat kembali ke rumah sakit.

__ADS_1


Audrey tersenyum, lalu berjalan ke arah brankar. "Mana Aunty Simma?" tanya Audrey, ia memandang Kelly dengan mata berkaca-kaca.


"Mom, are you oke?" tanya Kelly yang melihat wajah Audrey yang sembab.


Tanpa membalas ucapan Kelly, Audrey menarik lembut tangan Kelly, kemudian menggengamnya. "Kelly, apa kau membenci, Mommy?" tanya Audrey, membuat bocah kecil itu mengernyit heran.


"Kenapa Mommy bertanya hal yang tak masuk akal?" Kelly bertanya balik pada ibunya.


Audrey menghela napas sejenak, kemudian tersenyum. "Kenapa kau tidak mengatakan pada mommy jika kau tau siapa sebenarnya Uncle Zidan."


Mendengar ucapan Audrey, tiba-tiba Kelly tertunduk. Ia tak berani menatap Audrey.


"Mommy, aku membencinya," jawab Kelly lirih. Tiba-tiba ia teringat saat polisi membawa ibunya secara paksa karena polisi itu berkata bahwa Zidan yang melaporkan ibunya.


Kening Audrey mengernyit heran saat mendengar ucapan Kelly, ia heran kenapa Kelly malah membenci Zidan.


Saat Audrey akan bertanya kembali pada Kelly alasan Kelly membenci Zidan. Pintu terbuka, membuat Audrey menoleh, ternyata Simma yang masuk kedalam ruangan.


"Audrey ada yang ingin bertemu denganmu," ucap Simma saat masuk kedalam ruangan.


"Siapa?" tanya Audrey, belum Simma menjawab, ada dua orang masuk ke ruang rawat Kelly membuat Audrey terdiam saat tau siapa yang ingin menemuinya.


Dan dua orang itu adalah Sonya dan Albert ....


Bagaiaman Epribadeh apa anda senang karena hari ini up sangat panjang wkwkwkwk.


Udah panjang banget nih, yang bilang up dikit banget langsung blok ya akwkkwwkw. Jadi jarinya di.jaga ya manteman.

__ADS_1


Hate komen, blok 😎


__ADS_2