Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
393


__ADS_3

Setelah masuk kedalam rumah, Justin langsung mendudukan Ariana. Ia memencet bel yang berada di meja. Tak lama, pelayan datang menghampiri mereka.


“Tolong bawakan jus jeruk!” kata Justin pelayan itu mengangguk setelah memberi perintah pada pelayan Justin mendudukkan dirinya di samping istrinya ia menaikkan kaki istrinya ke pahanya lalu membersihkan kaki Ariana yang terkena pasir


“Hubby, Jangan begini.” Baru saja Ariana akan menarik kakinya. Namun, Justin menahannya.


“Tidak apa-apa,” jawab Justin. Ia terus mengelus kaki telapak kaki Ariana dan membersihkan sela-sela jari Ariana.


Tak lama, pelayan membawa jus jeruk lalu menyimpannya di meja. Setelah kaki Ariana bersih, Justin langsung menyimpan kaki istrinya ke bawah. Kemudian, ia meraih jus lalu memberikannya ke hadapan istrinya.


“A-apa aku seperti orang sakit?” tanya Ariana saat Justin menyerahkan sedotan ke depan mulutnya.


“Ti-tidak maksudku bukan begitu,” kata Justin lagi dengan wajah yang serba salah. Ariana tersenyum. “Aku hanya bercanda,” kata Ariana. Membuat Justin menghela nafas lega.


••••

__ADS_1


Beberapa hari kemudian.


“Hubby, kau membuatku geli,” pekik Ariana saat tangan Justin bermain di bagian depan tubuh istrinya. Saat ini, mereka sedang berendam di bathtub, dengan posisi tubuh Justin di belakang tubuh Ariana.


“Aku ingin sekali ini!” kata Justin. Ia memindahkan tangannya kedepan, ia mengusap lembut milik istrinya, membuat Ariana memjamkan matanya, kala tangan Justin bermain di area paling sensitif miliknya.


Ariana tersadar. Ia tak boleh larut begitu saja. Walau bagaimanapun, usia kehamilannya masih trimester pertama. Ia tak boleh bercinta bersama suaminya karena takut akan mempengaruhi kondisi kehamilannya.


Sebenarnya, tidak masalah jika dilakukan dengan pelan. Hanya saja, setiap mereka bercinta, Justin tak bisa mengendalikan dirinya dan selalu bermain dengan ganas. Itu sebabnya, Justin menahan dirinya mati-matian untuk tak menyentuh istrinya.


“Kau ingin sesuatu hmm?” tanya Justin. menaruh wajahnya di bahu Ariana kemudian mengendus leher istrinya membuat Ariana memejamkan matanya karena sedari tadi Justin terus menggodanya.


“Aku ingin dessert, lalu ingin cemilan dan juga ingin pasta,” jawab Ariana membuat Justin tersenyum. iya bersyukur walaupun hanya beberapa hari berkonsultasi dengan Angel, istrinya sudah mulai terbuka tentang apa yang dia inginkan dan apa yang dia mau. Mungkin Ariana belum mengatakan semua keinginannya. Ia hanya mengatakan sebagian keinginannya. Tapi, setidaknya istrinya sudah mulai terbuka sdikit demi sedikit.


“Apa aku meminta terlalu banyak?” tanya Ariana saat Justin tak menjawab ucapannya. Justin tersadar, kemudian menggeleng. “Tidak sayangku, apapun yang kau mau aku akan memberikan semuanya untukmu,” kata Justin lagi, membuat Ariana tersipu.

__ADS_1


“Bolehkah aku meminta hal lain lagi?” tanya Ariana. Justin pun mengangguk. “Kau ingin apa hmm?” tanya Justin.


“Aku ingin coklat panas dengan lelehan strawberi yang Fresh dan juga kacang almond,” kata Ariana.


“Bukankah kau tak suka coklat, hmm?” tanya Justin.


Ariana mengangguk. “Tiba-tiba, aku ingin coklat seperti itu. Sebenarnya aku menyukai coklat. Hanya saja setelah Carla, merebut coklatku, aku jadi membenci coklat dan ...” Ariana menghentika ucapannya saat teringat hal yang sangat menyakitkan.


“Lalu ....” Justin terus memancing Ariana untuk bicara. iya pemancing Ariana agar Ariana mengeluarkan semua keluh kesahnya.


“Dulu, teman sekolahku membawa bekal minuman yang dibuatkan oleh ibunya. minuman itu susu yang dicampur dengan lelehan strawberry. Temanku begitu baik hati, membiarkanku mencoba susu buatan ibunya. Untuk pertama kalinya, saat aku pulang sekolah Aku memberanikan diri meminta Mommy untuk membuatkan susu seperti temanku. Mommy membuatkannya. Tapi, saat aku baru meminumnya sedikit, Carla datang menghampiri dan tiba-tiba ia ingin minuman yang seperti aku minum. Karena persediaan strawberry habis dan Mommy tak bisa membuatkannya lagi dan lucunya Mommy malah membujukku agar aku memberikan minuman itu pada Carla. Itu adalah momen pertama kalinya aku meminta Mommy untuk membuatkan sesuatu untukku dan butuh keberanian untuk aku memintanya, aku tak menyalahkan Carla, hanya saja kenapa Mommy tak membujuk Carla agar di buatkan minuman yang lain. Aku ingin seperti temanku yang di buatkan minuman seperti itu oleh ibunya. Dan setelah Mommy membuatkannya untukku, Mommy malah meminta kembali minuman itu untuk memberikannya pada Carla. Mungkin bagi orang lain ini adalah masalah sepele. Tapi, bagiku tidak. Ini bukan hanya masalah soal susu isaja. Tapi, tatapan Mommy saat itu begitu menusuk, seoalah aku harus memberikan minuman coklat itu pada Carla dan sejak saat itu, aku jadi membenci semua yang berhubungan dengan coklat.” menutup ucapannya dengan tersenyum getir.


Sedangkan Justin.


Scroll lagi iesss

__ADS_1


__ADS_2